<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195</id><updated>2012-02-12T12:43:37.853+07:00</updated><category term='Life'/><category term='Poetic Tragedy'/><category term='Sports'/><category term='Musik'/><title type='text'>Noorz's Point Of View</title><subtitle type='html'>&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kawan.html"&gt;SELAMAT DATANG, KAWAN !&lt;/a&gt;

This is my blog, this is my world. This is the place where I put all my damn words. 'Cause I do give a damn about everything and anything then I write it all down. Yes, I write all with my point of view, NOORZ'S POINT OF VIEW.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>143</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-687468279391244137</id><published>2012-02-10T17:02:00.004+07:00</published><updated>2012-02-10T17:49:07.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Maafkan Aku, Sobat!</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-aSF6L0fLWvc/TzT13G0tnlI/AAAAAAAAAmk/7SCyXieYe6s/s1600/Spongebob%2Band%2BPatrick.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 315px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-aSF6L0fLWvc/TzT13G0tnlI/AAAAAAAAAmk/7SCyXieYe6s/s320/Spongebob%2Band%2BPatrick.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5707456954858577490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa benar bahwa tak akan pernah ada dalam hidup ini teman sejati ? karena hanya kepentingan-lah yang abadi ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, ketika sebuah pertemanan, persahabatan yang telah indah terbangun, dengan segala candaan bodoh dan lelucon konyol menyertai dan menghiasi hubungan itu, yang walaupun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chemistry&lt;/span&gt; telah terjalin tercipta dan bersinergi dengan hebatnya, tapi seketika harus hancur lebur luluh lantah terhantam oleh kepentingan yang ada membelenggu erat masing-masing hati, membentuk sebuah ego khas lelaki, maka semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;chemistry&lt;/span&gt;, semua tawa, canda yang pernah ada menjadi tak berarti, hilang lenyap sekejap termakan api dan habis menjadi abu dan berasimilasi dengan udara menyatu merusak atmosfer bumi, karena tak akan mungkin untuk seorang lelaki menghancurkan harga diri serta kehormatannya dalam sebentuk ego dan prinsip untuk akhirnya mengalah dan membiarkan segala kepentingannya itu kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, itu tidak untuk mewakili semua persahabatan yang ada. Ini hanya kisah yang saya alami baru-baru ini, persahabatan saya dan dia, yang sebenarnya telah indah ada, tapi harus secara cepat menjadi renggang belum untuk menjadi hancur, hanya karena perbedaan kepentingan, perbedaan sudut pandang dalam memahami suatu permasalahan. Ya, ego saya terlalu tinggi padahal mudah saja bagi saya untuk mengalah karena toh ini bukan suatu hal yang besar dan prinsip, tapi itu-lah ego, tak semudah itu untuk bisa dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebenarnya merasakan sesuatu hal yang kurang, ketika diri ini hilang seorang teman yang biasa untuk bersama-sama membuat segala tawa dari segala hal yang penting hingga tak penting sekalipun, seseorang yang selalu bisa untuk kita ajak bercerita serius ataupun tolol, seseorang yang selalu bisa membuat saya senang tersenyum lepas menertawakan dunia, manusia, dan tentunya diri ini. Sejenak melupakan segala persoalan, mengisi waktu dengan percuma dan sia-sia, tapi sungguh bahagia. seseorang yang selalu bisa melepaskan sisi liar, konyol dalam diri ini, seseorang yang selalu mengerti dengan setiap canda yang saya keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita ini, saya dan dia, merupakan sepasang sahabat gila, sahabat yang saling melengkapi hingga akhirnya tiba malam itu, ketika ego saya merasa tertindas olehnya, ketika kepentingan saya rasa terlalu jauh dia tampar, sehingga terlalu berat rasanya diri ini untuk sekedar menanggalakan ego dan kepentingan itu untuk akhirnya dapat kembali biasa seperti biasa dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebenarnya ini hanya-lah sebuah hal kecil, tapi saya-lah yang terlalu menjadi anak kecil dan tidak dewasa. Dalam setiap tahapan, dalam setiap tingkatan, yang terbatasi oleh dunia pendidikan, saya selalu bisa menemukan teman sejati yang selalu bisa mengalah untuk kepentingan abadi yang saya miliki, mereka entah dengan terpaksa atau tidak entah karena cinta atau justru karena benci, selalu mau untuuk mengalah dan membiarkan ego ini menang sehingga perteman kami, persahabatan kami bisa terus terjaga dan terjalin mesra hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada tingkatan ini, sepertinya persahabatan saya dengan dia tidak bisa lagi seperti saya dengan semua sahabat-sahabat saya yang lain.&lt;br /&gt;saya dan dia sepertinya terlalu kuat urat malu untuk menjaga kepentingan yang ada, sehingga persahabatan indah harus dipertaruhkan, suatu hal yang tak pernah ingin saya lakukan terlebih dengan fakta bahwa saya dan dia telah mampu untuk membangun sebuah rasa persahabatan yang saya pikir cukup kuat seperti halnya rasa persahabatan saya dengan sahabat-sahabat saya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa mungkin harus saya yang mengalah?&lt;br /&gt;dan memulai lagi semuanya dari awal?atau setidaknya dari ketika masalah ini muncul?&lt;br /&gt;let's wait and see...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Barangkali di antara ungkapan yang paling baik mengenai "adab persaudaraan" itu adalah apa yang dikatakan oleh pengarang kitab QUUTUL QULUUB berikut ini :&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Sahabatmu itu haruslah orang yang apabila engkau melayaninya ia akan melindungimu; dan apabila engkau tidak mampu mencari makan, ia akan memberi kepadamu; dan apabila engkau membentangkan kedua belah tanganmu dengan kebaikan, ia akan membantumu; dan apabila ia melihat kebaikan daripadamu ia akan menghargainya; dan apabila ia melihat keburukan daripadamu, ia akan menutupinya;  dan apabila engkau meminta  kepadanya, ia akan memberimu; dan apabila engkau diam, ia akan mulai berbicara denganmu; dan apabila engkau ditimpa musibah, maka ia akan menghiburmu; dan apabila engkau berkata-kata, ia akan membenarkan perkataanmu; dan apabila kamu berdua berselisih, ia akan mendahulukanmu."&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesungguhnya teman sejatimu itu ialah orang yang menutupi kebutuhanmu, merahasiakan kesalahan-kesalahanmu, dan menerima alasan-alasanmu.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan hak seorang sahabat atasmu adalah supaya engkau memaafkannya dalam tiga perkara : dari kemarahanyya, kekeliruannya dan kelancangannya!&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Dr. Muhammad al-Ghazaly-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-687468279391244137?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/687468279391244137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=687468279391244137' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/687468279391244137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/687468279391244137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2012/02/maafkan-aku-sobat.html' title='Maafkan Aku, Sobat!'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aSF6L0fLWvc/TzT13G0tnlI/AAAAAAAAAmk/7SCyXieYe6s/s72-c/Spongebob%2Band%2BPatrick.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-1675822284726617759</id><published>2012-01-25T11:16:00.006+07:00</published><updated>2012-01-25T11:48:31.435+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Perlukah Membela Tuhan ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Uv_CeZKpuFU/Tx-IIflgWtI/AAAAAAAAAmY/rCLfPqYPJiQ/s1600/Pejuang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Uv_CeZKpuFU/Tx-IIflgWtI/AAAAAAAAAmY/rCLfPqYPJiQ/s320/Pejuang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701425332773477074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa tenang saya tersentuh atau lebih tepatnya terganggu. Ketenangan hati ini terusik pasti oleh sebuah artikel kontroversi sedikit memprovokasi dan menyulut emosi. Sesaat setelah membaca judulnya hati ini mulai tertarik, mulai terpancing untuk sesegera mungkin mengeluarkan sebuah reaksi. Tapi saya tidak ingin menjadi orang yang bodoh, orang yang termakan nafsu emosi, saya tidak ingin menjadi orang yang bereaksi tanpa ada sebab yang pasti. Saya ingin menjadi orang yang dewasa, yang melihat segala sesuatunya secara jernih, rasional komprehensif, hanya mau untuk bersikap dan menunjukan sebuah reaksi apabila telah tau dengan pasti dan meresapi serta memahami segala sesuatunya secara utuh. Tidak beraksi bodoh hanya karena melihat secara dangkal apalagi sekedar permukaannya saja. Ya, disadari atau tidak, itu-lah penyebab utama kenapa masih banyak diantara kita yang bertengkar tak jelas hanya karena masalah sepele dan akhirnya mudah terprovokasi, hal itu karena kita mudah untuk terpengaruh, mudah terhasut, mudah terpancing hanya oleh sesuatu yang sebenarnya kita tidak tau pasti apa akar masalahnya. Kita hanya melihat secara kasar dari luarnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekali lagi, bereaksi tanpa sebab atau tanpa terlebih dahulu memahami apa yang sedang dihadapi adalah sesuatu hal yang paling saya hindari dan jauhi. Begitu halnya dalam permasalahan ini, artikel atau tulisan yang ada di situs atau forum sosial ternama di Indonesia, yaitu &lt;a href="http://www.kaskus.us/"&gt;Kaskus&lt;/a&gt;, benar-benar sebuah judul yang sangat provokatif. Dan judul itu memang sangat ampuh untuk membuat orang mau dan penasaran untuk membaca tulisan itu, dan begitu pun dengan saya, saya benar-benar termakan oleh judul itu dan tanpa pikir panjang segera untuk membuka tulisan itu dan membaca serta memahami apa yang sebenarnya dimaksudkan dalam tulisan itu. Tulisan ( atau biasa disebut dengan “Threads” ) itu dibuat oleh seseorang dengan nama alias ( Kaskus ID ) &lt;a href="http://www.kaskus.us/member.php?u=3285490"&gt;FutureKing&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Check this out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhan TIDAK PERLU DIBELA!!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12489406"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamus bahasa Indonesia membela diartikan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;be•la ark v, mem•be•la v 1 menjaga baik-baik; memelihara; merawat: dia - ibunya yg sakit dng sabar; ibulah yg paling berjasa - kita sejak kecil; 2 melepaskan dr bahaya; menolong: untunglah ia masih dapat - jiwa perempuan yg malang itu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pem•be•la n orang yg merawat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan dari kata di atas, orang yang membela berarti memiliki kekuatan melebihi sesuatu yang dibelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membela TUHAN atau agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seseorang dengan bangganya dapat berkata: “Aku membela TUHAN-ku” atau “Aku membela agamaku”, sesungguhnya ia menghujat atau memperkecil TUHAN atau agamanya. Mengapa demikian? Karena konsep berpikir dari orang tersebut meletakkan dirinya lebih besar dari TUHAN atau agamanya, dengan demikian dia seolah-olah menyatakan bahwa ia mampu melebihi TUHAN maupun agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironis bukan? Orang yang berkata membela seperti di atas sesungguhnya adalah orang yang paling tidak beriman terhadap ajaran agamanya karena ia menganggap TUHAN-nya tidak berkuasa atas perkara tersebut hingga IA perlu pembelaan dalam perkara itu. Atau agamanya seolah-olah tidak mampu untuk berbuat apa-apa tanpa dirinya. Jika demikian halnya, apa perlunya orang lain menghargai ajaran yang ia anut maupun TUHAN yang ia sembah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Q &amp;amp; A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Bukankah kita tidak boleh diam jika agama/kepercayaan kita dihina/dicela? Banci amat donk kalau cuma diam-diam aja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Kalau kamu balas menghina mereka, apa bedanya kalian sama mereka? Bukankah penghakiman adalah urusan Tuhan? Mengapa kita sok saling menghakimi, padahal kita sendiri belum tentu benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Bukankah kita harus membela Tuhan terlebih dahulu baru Tuhan akan menolong kita? Keajaiban dan pertolongan Tuhan itu ga gratis gan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Apakah nafas kehidupan manusia tidak termasuk kedalam kejaiban Tuhan? Lihatlah ke sekelilingmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Orang yang paling suci dan paling bejat yang kamu kenal, keduanya diberi nafas kehidupan oleh Tuhan?&lt;br /&gt;Bukankah Orang paling taat melaksanakan ibadah sesuai agamamu, dan orang paling kafir yang kamu kenal keduanya diberi nafas kehidupan juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah meminta kita untuk membelanya! Tuhan dapat menolong orang-orang yang berkenan di hadapannya, yaitu orang-orang yang menuruti firmannya untuk mengasihi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Tuhan berkehendak, bukankah orang paling jahat pun dapat bertobat menjadi orang paling baik?&lt;br /&gt;Bukankah mukjizat dan kuasa Tuhan berlaku untuk semua mahluk, bukan hanya pada satu agama spesifik?&lt;br /&gt;Bukankah terdapat rencana Tuhan dibalik masing-masing orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita berbuat seolah-olah kita membatasi kuasa Tuhan, yang Maha Kuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Bukankah kita berbuat kebaikan bagi Tuhan, jika kita menyingkirkan manusia-manusia kafir dari muka bumi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Berbuat kebaikan dari mana?! Apakah kamu sadar, yang sedang kamu sakiti, dan kamu aniaya adalah sama-sama CIPTAAN TUHAN? Bukankah Tuhan mempunyai maksud dengan menciptakan masing-masing manusia di dunia ini? Lalu mengapa kalian bahkan masih MENGANIAYA CIPTAAN TUHAN DENGAN MENGATAS NAMAKAN TUHAN MASING-MASING?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Bagaimana kalau tidak dibela, nanti kan ajaran agama Tuhan yang saya anggap benar bisa hilang dari muka bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : Sekali lagi, mengapa anda MEREMEHKAN KUASA TUHAN? Jika Tuhan Yang Maha Kuasa itu sudah berfirman, dan Dia-lah yang berkuasa atas seluruh bumi, tentu ajaran-Nya tidak mungkin hilang, bahkan akan selalu bertambah jumlah pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q : Ah ini semua cuma teori lu aja, emangnya lu sanggup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A : YA, GW SANGGUP! Dan banyak orang lain selain gw yang sanggup, dan gw berharap yg baca trit ini bakal berubah dan menghargai satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATU-SATUNYA YANG DIPERLUKAN DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA DI NEGARA INI ADALAH SALING TOLERANSI SATU SAMA LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tanggapan anda setelah membaca artikel tersebut? Sebuah artikel yang sekali lagi saya katakan disini, merupakan sebuah artikel yang kontroversi dan harus saya akui cukup berani. Logika yang dia sampaikan cukup mudah untuk dipahami kebanyakan orang. Tapi entah kenapa diri ini menolak penuh dengan opini serta persepsi yang dia kemukakan itu. Dia memang mempunyai sebuah harapan yang mulia, logika berpikir yang dia sampaikan didasari oleh sebuah cita-cita yang agung nan suci, yaitu dia menginginkan sebuah toleransi beragama yang kokoh diantara setiap umat bergama yang ada di Indonesia, terlebih dengan fakta bahwa Indonesia merupakan negara yang majemuk, sebuah negara yang apabila kita teliti lebih jauh merupakan negara yang lebih terdapat banyak faktor-faktor untuk terjadinya sebuah fragmentasi daripada sebuah integrasi. Salah satu faktor paling nyatanya adalah perbedaan dan keberagaman dalam bergama yang ada di Indonesia. Dan ya, saya pun setuju dengan harapan dia seperti itu, tapi cara serta logika berpikir yang kemudian dia tuliskan diatas untuk mencipatakan sebuah toleransi beragama yang tidak saya setujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya tekankan, di sini dalam tulisan ini, saya tidak memposisikan sebagai seorang yang benar dan menghakimi bahwa dia adalah pihak yang salah, pada dasarnya dan pada hakikatnya saya sangat menghormati pendapat orang lain dan kebebasan orang lain untuk menyampaikan apa yang menjadi pendapatnya itu. Karena hal itu merupakan hak bagi setiap orang yang ada di dunia, hak menyampaikan pendapat. Tapi saya pun merasa mempunyai hak serta kebebasan itu untuk kemudian menyanggah sebuah pendapat dan mengemukakan argumentasi yang saya miliki. Jadi saya hanya ingin memenuhi hak saya untuk menyampaikan segala pendapat yang saya miliki, yang kebetulan pendapat yang saya sampaikan pada saat ini merupakan pendapat saya untuk menyanggah pendapat yang dikemukakan oleh seseorang di luar sana dengan nama alias FutureKing.&lt;br /&gt;Dan ini-lah pendapat saya itu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Demi Masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-‘Asr ( 103 ) : 1-3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena ( menjalankan ) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat;dan yang demikian itulah agama yang lurus ( benar ).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Al-Bayyinah ( 98 ) : 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;An-Nahl ( 16 ) : 125&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ali ‘Imran ( 3 ) : 19&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh ( berbuat ) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ali ‘Imran ( 3 ) : 104&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan itu dia berkata bahwa dia tidak berbicara mengenai satu agama, tapi agama secara universal. Tapi dalam menanggapi tulisan tersebut saya akan mencoba menggunakan pendekatan Islam, agama saya, sehingga pembahasan yang akan saya jelaskan bisa lebih bersifat konkrit spesifik tidak mengambang dan akhirnya justru tidak mengena. Tapi perlu saya katakan di awal, walaupun  saya menggunakan pendekatan Islam dalam membahas masalah ini, sungguh saya pun baru sedikit mengerti tentang Islam, saya bukan seorang cendekiawan muslim, ustadz, kiayi, atau pun yang lainnya. Saya hanya seorang muslim biasa, yang hanya sekedar tau tapi merasa mempunyai kewajiban untuk menyampaikan “tau” itu, walaupun sungguh hanya sekecil debu. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/berawal-dari-permasalahan-nifsu-syaban.html"&gt;berawal dari nifsu syaban&lt;/a&gt; ) Sebelum saya menulis artikel ini pun, saya terlebih dahulu berkonsultasi kepada guru agama sewaktu saya duduk di bangku SMA dan saya pikir itu sudah merupakan bukti nyata bahwa saya juga masih dalam tahap belajar mengenai permasalahan agama. Jadi saya memohon maaf dan memohon koreksi, masukan ataupun cacian dari rekan-rekan semua apabila dalam penyampaiannya nanti terdapat banayak kesalahan dan kekhilafan. Karena pada hakikatnya kebenaran itu hanya-lah milik Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu’alam Bishawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak banyak argumen yang akan saya kemukakan untuk menyanggah pendapat yang FutureKing sampaikan, dia mempunyai pola pikir seperti itu karena konsep dasar yang dia miliki adalah apabila seseorang membela agamanya atau Tuhannya maka seseorang tersebut sombong karena berpikiran bahwa Tuhan serta agama-Nya itu perlu dibela. Dari konsep dasar ini pun jelas suatu pemikiran yang keliru dan akan menjadi benar untuk akhirnya dia berpendapat bahwa Tuhan itu tidak perlu untuk dibela. Tapi yang seharusnya menjadi konsep dasar atau melandasi pola pikir seseorang, terkhusus bagi seorang Muslim adalah bahwa perihal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;membela Allah dan Islam itu bukan-lah untuk menjadikan Islam lebih baik atau agar Allah tetap mulia, tapi karena semua hal itu adalah perintah Allah, tugas Allah bagi setiap muslim yang ada di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim itu secara sangat sederhananya adalah mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Dalam hal ini, Allah telah secara jelas memerintahkan kepada kita selaku umat Muslim untuk &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;mengatakan yang hak itu benar dan yang bathil itu salah,&lt;/span&gt; memerintahkan kepada kita agar selalu menegakan kebenaran dan menumpas kejahatan. Sungguh apabila kita tidak melakukan itu semua pun, hal itu tidak akan pernah menjadi suatu masalah bagi Allah, tak akan sedikit pun mengurangi ke-Mahabesaran Allah, tidak mengurangi sedikit pun keindahan kerajaan Allah, tapi justru hal itu menjadi kebutuhan bagi kita semua. Kita ini adalah makhluk ciptaan Allah, hidup dan kehidupan kita merupakan anugerah dari-Nya, dan Dia tidak pernah meminta lebih kepada kita selain hanya kita untuk selalu bertaqwa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi membela agama Islam dan membela Allah tidak kita lakukan karena kita merasa kita “lebih” daripada Allah, tidak sama sekali, tapi karena hal itu merupakan kewajiban kita selaku umat muslim, merupakan hal yang telah diperintahkan oleh Allah kepada kita. Itu-lah konsep yang saya ketahui dalam agama saya, Islam. Dan permasalahan lain yaitu dengan cara apa kita membela agama serta Allah? Saya juga kecewa dengan pemikiran FutureKing bahwa dia hanya menyempitkan pikirannya dan menggangap bahwa cara untuk membela agama itu hanya melalui sebuah kekerasan. Sebuah pemikiran yang tidak relevan! Tapi memang cukup berdasar apabila melihat fakta yang ada sekang ini. Dan konsep dasar yang harus saya tekankan disini apabila kita akan membela agama Allah adalah perlu terlebih dahulu kita sadari dan pahami bahwa hidayah itu hanya berasal dari Allah, kita manusia hanya berkewajiban untuk menyampaikan apa yang benar dan apa yang salah, kita hanya berkewjiban untuk saling menasihati, menegur dan mendoakan dalam kebaikan, apabila kita telah melakukan itu semua maka telah lepas-lah kewajiban kita dan selebihnya itu menjadi tanggung jawab setiap orangnya. Jadi, ketika kita melihat suatu kemungkaran, suatu kesalahan, agama kita dihina orang, dihujat orang, maka langkah awal yang perlu kita lakukan adalah melawan itu semua, menyerang itu semua dengan kemampuan yang kita miliki dengan cara-cara yang positif destruktif serta elegan. Kita katakan kepada mereka melalui tulisan, orasi ataupun media-media yang ada lainnya bahwa mereka itu salah dan argumennya adalah seperti ini lalu kita jelaskan kepada mereka bahwa yang benar itu ini dan argumentasinya adalah ini. Ya, cara-cara yang cerdas, tidak dengan cara yang kasar nan keras. Dan tidak juga hanya diam! Karena selemah-lemahnya kita, kita tetap diwajibkan untuk berdakwah walaupun hanya dengan sebaris doa. Dan seperti hal-nya saya sekarang ini, menulis merupakan cara yang paling efektif dan paling bisa untuk menjauhi kekerasan secara fisik. Ini saya anggap sebuah pembelaan terhadap agama Allah, agama saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sikap toleransi yang semua orang idam-idamkan, yang FutureKing idamkan dan juga saya idamkan tidak harus dan tidak hanya mampu tercipta apabila kita tidak membela agama kita masing-masing. Tapi akan mampu untuk terwujud apabila kita meletakan fondasi dasar, “untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” Kita saling menghargai dan menghormati setiap agama dengan tidak menggangu sedikit pun orang lain dalam beribadah menurut agamanya masing-masing dan yang seperti yang telah diakui dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/04/mk-diharap-pertahankan-uu-penodaan.html"&gt;MK pertahankan UU Penodaan Agama&lt;/a&gt; ). Tapi tetap melakaukan kerja sama secara baik dan sehat dalam urusan duniawi. Sehingga yang perlu kita garis bawahi di sini adalah untuk mampu melakukan toleransi yang baik maka kita harus mampu memisahkan secara jelas dan pasti mana urusan agama dan mana urusan dunia, sehingga ketika kita melakukaan suatu kerja sama dan hubungan dengan orang lain dengan mereka yang bukan seagama, kita akan mampu menerapkan batas-batas tersebut sehingga tidak akan pernah menyinggung apalagi menghina perasaan orang lain. Dan apabila masih ada oknum  yang tetap mencaci salah satu agama atau secara sadar menghina suatu agama maka toleransi yang harus kita lakukan adalah tidak membalas hinaan tersebut dengan juga hinaan tapi kita kembali kepada konsep dasar yang telah saya kemukakan di atas, kita sampaikan kepada meraka mana yang benar dan mana yang salah secara cerdas dan elegan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;That’s it!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus dengan kekerasan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menutup tulisan ini saya sekali lagi tekankan sekaligus simpulkan bahwa saya tidak setuju dengan tulisan yang ditulis oleh saudara FutureKing berkenaan dengan bahwa Tuhan Itu tidak harus dibela. Tulisan tersebut cenderung membuat kita menjadi seorang yang pasif dan mati rasa serta apatis terhadap situasi yang ada. Itu merupakan suatu pemikiran yang saya pikir cenderung sekuler. Agama dalam hal ini Islam, harus dibela harus ditegakan bukan karena Islam itu butuh untuk dibela atau karena kita dalam posisi yang “lebih” dibandingkan Allah, tidak sedikit pun! Tapi itu semua wajib kita laksanakan karena merupakan tupoksi kita sebagai seorang muslim, bahwa kita ini harus selalu tunduk, taat dan patuh terhadap Allah Swt, terhadap segala yang Dia perintahkan dan segala yang Dia larang. Allah secara jelas memerintahkan kita untuk selalu menegakan kebenaran, dan Islam serta Allah Swt. merupakan suatu kebenaran yang hakiki maka sudah seharusnya bagi kita untuk menegakannya. Adapun bial kita tidak mau untuk melakukan itu semua maka yang kan merugi adalah kita sendiri karena tidak menjalankan perintah Allah itu berarti kita tidakk akan mendapatkan pahala dan justru akan mendapatkan dosa. Karena Allah memberikan pahala kepada kita untuk setiap Kebaikan yang Kita USAHAKAN dan memberikan hukuman atau dosa kepada kita untuk setiap kemungkaran yang kita LAKUKAN. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;See the different!&lt;br /&gt;Wallahu’alam Bishawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Toleransi itu ada bukan dengan hanya diam tak ada reaksi tapi justru mampu dan akan terwujud serta terjaga dan tertanam abadi apabila kita mampu untuk bereaksi secara cerdas dan pasti menanggapi segala perbedaan yang ada dan hadir setiap hari.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-1675822284726617759?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/1675822284726617759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=1675822284726617759' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1675822284726617759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1675822284726617759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2012/01/perlukah-membela-tuhan.html' title='Perlukah Membela Tuhan ?'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Uv_CeZKpuFU/Tx-IIflgWtI/AAAAAAAAAmY/rCLfPqYPJiQ/s72-c/Pejuang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-8141281746052967254</id><published>2012-01-15T08:00:00.005+07:00</published><updated>2012-01-25T11:50:21.956+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>D-IV atau S1 ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-AdidLFNAl4s/TxIqx964UgI/AAAAAAAAAks/Bwg8lIRdE_k/s1600/sarjana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-AdidLFNAl4s/TxIqx964UgI/AAAAAAAAAks/Bwg8lIRdE_k/s320/sarjana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697663516500578818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam pada hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sabtu&lt;/span&gt;, tanggal 14, bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Januari&lt;/span&gt;, tahun 2012, berlatar tempatkan teras masjid &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al-Ilmi&lt;/span&gt; IPDN Kampus Kalimantan Barat, terjadi satu percakapan ringan sangat sederhana tapi kemudian mampu untuk membuat otak ini menjadi rumit karena terus memikirkan substansi dari apa yang diperbincangkan itu, terlalu rumit sehingga saya pikir perlu untuk dituangkan dalam sebuah narasi penuh kata, tidak berpetuah dan tidak juga indah. Tapi cukup-lah untuk sekedar berbagi ide dan informasi yang pastinya tidak sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini-lah percakapan singkat itu :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HP&lt;/span&gt; ( inisial teman saya ) : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dim, kamu lebih milih mana, S.IP atau S.STP ?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya&lt;/span&gt; :&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “mmm….pengennya sih S.IP”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HP&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kenapa, Dim? Kata orang kan kalo S.STP tuh lebih baik buat karir dan kata orang juga S.IP tuh lebih condong buat jadi dosen.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wah gak tau sih kalo masalah yang kayak gitunya, tapi saya ingin S.IP karena yang saya tau S.IP itu lebih mudah untuk nantinya kita mau nerusin ke S2, nah kalo S.STP itu gak semua universitas mau nerima untuk langsung bisa ke S2, jadi kayak yang terbatas gitu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HP&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“ooh…gitu ya!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saya&lt;/span&gt; :&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Tapi terserah aja sih, toh ntar ujung-ujungnya tetap III/a.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HP dan Saya&lt;/span&gt; : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tertawa lepas menutup perbincangan singkat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah baru telah diciptakan di lingkingan pendidikan kedinasan pencetak kader-kader aparatur pemerintahan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN, baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html"&gt;Selayang Pandang IPDN&lt;/a&gt; ). Di sekolah para calon-calon birokrat ini, dimulai dari angkatan XIX dan efektif berjalan pada januari 2012 ini, diselenggrakan pendidikan S1 di IPDN Kampus Cilandak. Yang menjadi spesial dan menjadi sebuah sejarah baru adalah program S1 itu adalah merupakan program pengalihan, bukan merupakan program pasca-sarjana seperti biasanya. Jadi, dimulai dari angkatan XIX dan seterusnya ( dengan catatan tidak ada lagi perubahan kebijakan di tengah jalan ) akan ada dua gelar berbeda dalam satu angkatan, yaitu sebagian akan bergelar S.IP dan yang lainnya akan tetap bergelar S.STP. Sejatinya semenjak dari angkatan V, IPDN ( dulu STPDN ) merupakan pendidikan vokasi yang menyelenggrakan program Diploma IV ( D-IV) yang setingkat dengan S1, sehingga lulusan yang dihasilkannya secara otomatis mendapatkan gelar S.STP, pendidikan S1 sendiri memang ada di IPDN ( dulu IIP ), tapi merupakan program yang berbeda. Dan terobosan kali ini adalah setelah setiap praja kembali berkumpul pada tingkat empat semester VII di IPDN Kampus Pusat Jatinangor, diantara mereka dipilih yang terbaik, yang memenuhi syarat ( IPK minimal 3,25 ) untuk dialih programkan ke jenjang S1, sedangkan yang lainnya tetap pada program semula yaitu D-IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara sederhanya alur pendidikan di IPDN adalah : pada tingkat pertama semester I semua berkumpul dan mendapatkan kuliah yang sama di IPDN Kampus Pusat, pada semester dua mereka mulai disebar ke setiap Kampus Daerah ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/kampus-daerah-dan-semangat-perubahan.html"&gt;Kampus Daerah dan Semangat Perubahan&lt;/a&gt; ), pada tingkat dua semester III mulai dilakukan penjurusan ( ada dua fakultas dan delapan jurusan atau program studi ), kemudian pada tingkat empat semester VII kembali berkumpul di IPDN Kampus Pusat Jatinangor, kemudian dipilih yang ( katanya ) terbaik ( sekitar 100 praja ) diantara mereka untuk kemudian dialih programkan ke S1 di IPDN Kampus Cilandak, dan yang lainnya tetap di IPDN Kampus Pusat untuk tetap meneruskan studinya di program D-IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian diantara kami menganggap program tersebut sebagai sebuah diskriminasi tapi secara jujur nan jantan saya adalah mungkin salah satu dari sedikit orang yang setuju atau&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; tidak berkeberatan sama sekali dengan namanya diskrimasi atau nepotisme sakalipun.&lt;/span&gt; Tapi diskriminasi dan nepotisme yang saya setujui disini harus memenuhi beberapi syarat dan pada hakikatnya merupakan diskriminasi dan nepotisme dalam kebaikan. Saya setuju untuk dilakukannya diskriminasi atau pembedaan dalam memberlakukan sesuatu hal atau seseorang apabila pembeda tersebut dilakukan berdasarkan kualitas sesuatu hal dan seseorang tersebut. Ilustrasinya adalah seperti ini, pada kenyataanya dan secara adilnya tentu kita tidak bisa memberlakukan sama antara satu orang dan orang lainnya karena diantara dua orang itu ada satu diantaranya yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan yang lainnya, dalam hal pendidikan misalnya tentu orang-orang yang pintar/cerdas harus mendapatkan sesuatu hal yang lebih, misalnya beasiswa, dan ini-lah suatu bentuk diskriminasi itu, semua orang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa mendapatkan beasiswa, tapi beasiswa itu hanya diberikan kepada mereka yang pintar/cerdas saja. Pun dengan nepotisme, apabila ada dua orang atau lebih yang memperebutkan suatu posisi tertentu dalam suatu bidang apapun itu, dua orang atau lebih tersebut memilki kemampuan yang sama persis, sama kuat, dan pada akhirnya yang terpilih adalah ternyata dia yang memilki hubungan kekerabatan/saudara dengan orang yang mempunyai kebijakan untuk menentukan pengisian posisi tadi, maka hal tersebut menjadi sangat bisa saya maklumi. Karena bagi saya nepotisme itu menjadi wajar di era sekarang ini ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/05/api-asap-sebab-akibat.html"&gt;Api-Asap, Sebab-Akibat&lt;/a&gt; ), dengan catatan orang tersebut harus setidaknya memilki kemampuan di bidang yang akan dia isi dan seminimal-minimalnya kemampuanya itu juga harus sama dengan para pesaingnya serta syukur-syukur mampu untuk lebih. Itu-lah diskriminasi dan nepotisme yang saya pikir wajar apabila kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemikiran saya seperti itu, saya menjadi kurang setuju dengan pendapat bahwa program pengalihan dari D-IV ke S-1 merupakan suatu diskriminasi dalam hal yang buruk, tapi itu merupakan diskrimansi yang baik, karena yang mampu sudah seharusnya mendapatkan apa yang mereka mampui tersebut. Lantas, apa beda D-IV dan S1? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya akan sertakan informasi-informasi yang saya himpun dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan D4 dan S1&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://aaghof.blogspot.com/2009/11/perbedaan-d4-dan-s1.html"&gt;aaghof.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perbedaan D4 dan S1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, pada Bab VII Gelar dan Sebutan Lulusan Perguruan Tinggi pasal 22, bahwa gelar antara Program D4 dengan Program S1 adalah sama-sama sarjana, untuk Sarjana (pendidikan akademik) penggunaan gelar dengan mencantumkan huruf S disertai singkatan nama kelompok bidang ilmu, dan untuk Diploma 4 (pendidikan profesionalisme) penggunaan gelar dengan mencantumkan huruf S.ST (Sarjana Sains Terapan). Sedangakan untuk beban studi antara Program Sarjana dengan D4 adalah sama (Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 232/U/2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat disimpulkan bahwa program Pendidikan Profesional Diploma IV dengan gelar profesional Sarjana Sains Terapan memiliki tingkat yang sama dengan Program Pendidikan Akademik dengan gelar akademik Sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesetaraan D4 dengan S1&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.posradiografer.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=154:kesetaraan-d4-dengan-s1&amp;amp;catid=42:lain-lain&amp;amp;Itemid=80"&gt;www.posradiografer.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesetaraan D4 dengan S1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa kutipan dari Forum Direktur Politeknik Negeri mengenai D4, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Forum Direktur Politeknik Negeri&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian dari UU No:20/2003 perihal SISDIKNAS menyebutkan bahwa proses pendidikan dapat dilakukan secara formal, nonformal maupun informal. Pendidikan formal dilakukan terstruktur, berjenjang yang didalamnya terdapat juga unsur pelatihan untuk mendapatkan ketrampilan, serta ditandai kelulusannya dengan ijazah serta gelar/sebutan yang mengimajinasi bahwa yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang tertentu. Sedangkan nonformal adalah berupa pelatihan – pelatihan diluar pendidikan formal guna mendapatkan ketrampilan untuk melengkapi proses pendidikan formal. Selanjutnya proses pendidikan informal dapat dilakukan lebih fleksibel dilingkungan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan UU No. 20/2003 tentang SISDIKNAS, sesuai dengan sebutannya, yakni Pendidikan Tinggi Vokasi, maka perbedaannya yang utama dengan Pendidikan Tinggi Akademik adalah pada Pendidikan Tinggi Vokasi jumlah jam-jam pelatihan yang harus diselesaikan adalah lebih banyak. Pendidikan Tinggi D4 Politeknik (Sarjana Sains Terapan) adalah Program Sarjana yang dilaksanakan di lingkungan Pendidikan Tinggi Politeknik. Dengan demikian dalam proses pendidikannya, Program Sarjana Sains Terapan D4 Politeknik ini harus menyediakan perangkat kurikulum yang mengakomodasi jam pelatihan lebih besar dibandingkan Program Sarjana yang dari jalur Pendidikan Tinggi Akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa salah satu ciri Pendidikan Tinggi formal adalah dianugerahkannya gelar/sebutan didepan atau dibelakang nama yang bersangkutan sesuai dengan jenjang program Pendidikan Tinggi formal yang telah diselesaikannya. Gelar/sebutan tersebut haruslah mengimajinasi sebagai gelar pendidikan formal yang mempunyai kesetaraan di dunia pendidikan Internasional, utamanya untuk gelar kesarjanaan. Hal ini penting sebagai pengakuan administratif saat yang bersangkutan akan bergabung dengan dunia usaha dan dunia industri atau pada saat yang bersangkutan ingin melanjutkan studi di dalam negeri atau keluar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini adalah beberapa regulasi pemerintah yang telah mengatur keberadaan program Sarjana Sains Terapan D4 Politeknik, serta Program Sarjana dari jalur Akademik:&lt;br /&gt;KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 234/U/2000 TENTANG PEDOMAN PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI.&lt;br /&gt;Pasal 1 ayat 16. Program Diploma IV selanjutnya disebut Program D IV adalah jenjang pendidikan profesional yang mempunyai beban studi minimal 144 satuan kredit semester (sks) dan maksimal 160 sks dengan kurikulum 8 semester dan lama program antara 8 sampai 14 semester setelah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1 ayat 17. Program Sarjana selanjutnya disebut Program S1 adalah jenjang pendidikan akademik yang mempunyai beban studi antara minimal 144 satuan kredit semester(sks) dan maksimal 160 sks dengan kurikulum 8 semester dan lama program antara 8 sampai 14 semester setelah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung pada kesimpulan&lt;br /&gt;1. Kualitas pendidikan teknik di beberapa Politeknik dengan program D4 yang mendidik menjadi seorang Sarjana Sains Terapan, sudah bisa mempunyai kualitas yang sejajar dengan pendidikan sarjana teknik yang ada di Universitas maupun Institut.&lt;br /&gt;2. Berdasarkan KEPMENDIKNAS 234/U/2000, KEPMENDIKAS 232/U/2000 serta PP 60 tahun 1999, menjelaskan bahwa, lulusan S1 dan D4 mempunyai beban studi yang sama yakni 144 SKS, serta mempunyai beban tanggung jawab yang sama di dunia kerja.&lt;br /&gt;3. Ciri Pendidikan Tinggi formal adalah dianugerahkannya gelar/sebutan didepan atau dibelakang nama yang bersangkutan sesuai dengan jenjang program Pendidikan Tinggi formal yang telah diselesaikannya. Gelar/sebutan tersebut haruslah mengimajinasi sebagai gelar pendidikan formal yang mempunyai kesetaraan di dunia pendidikan Internasional, utamanya untuk gelar kesarjanaan. Hal ini penting sebagai pengakuan administratif saat yang bersangkutan akan bergabung dengan dunia usaha dan dunia industri atau pada saat yang bersangkutan ingin melanjutkan studi di dalam negeri atau keluar negeri.&lt;br /&gt;4. Kerjasama Internasional yang sudah dilakukan beberapa Politeknik adalah atas dasar pengembangan pendidikan Sarjana (Bachelor).&lt;br /&gt;5. Gelar Sarjana Sains Terapan (S.ST) untuk para lulusan D4 Politeknik seperti yang termaktub dalam Peraturan Pemerintah No:60 Tahun 1999 Pasal 22 ayat 3 adalah sudah benar adanya. Gelar ini sama dengan gelar Bachelor of Applied Science untuk lulusan University of Applied Science di negara-negara maju seperti yang sudah disebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa itu Diploma IV (D4) ?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tatok.blog.ugm.ac.id/2010/05/07/apa-itu-diploma-iv-d4/"&gt;tatok.blog.ugm.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa itu Diploma IV (D4) ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa kesempatan, sering saya baca pertanyaan mengenai Diploma IV atau D4. sebagian besar pertanyaannya bisa dikelompokkan menjadi dua: Apa itu D4 dan apa bedanya dengan S1.&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus membagi jalur pendidikan menjadi dua, jalur akademis dan jalur profesional.&lt;br /&gt;Menurut beberapa referensi, jalur akademis terdiri dari S0-S1-S2-S3 atau Strata 0 (non gelar) – strata 1 (Sarjana) – strata 2 (Master) – strata 3 (Doktor), sedangkan jalur profesional terdiri dari D1 (Diploma satu)-D2(diploma dua)-D3 (diploma tiga)-D4 (diploma empat)-Sp1(spesialis satu)-Sp2(spesialis dua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pendidikan D3 mungkin sudah sering kita dengar tapi D1, D2,D4, sp1 dan sp2 yang mungkin tidak begitu akrab ditelinga masyarakat luas. Bisa dikatakan D1 itu program kuliah satu tahun, D2 dua tahun dan D3 tiga tahun, sedangkan D4 empat tahun. D4 itu setara dengan S1/Sarjana di jalur profesional, sedangkan spesialis satu itu setara dengan Master, sp.2 setara dengan Doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lebih mudah dicontohkan di bidang kedokteran jalur akademisnya adalah S.Ked (S1), M.Si/MPH (S2), dan Dr (S3), sedang jalur profesionalnya dr/dokter, spesialis 1 (Sp.A/Sp.B/dst) dan speasialis 2 (Sp.A(K)/sp.B(K)/dst). namun di sini sepertinya dokter tidak bisa di samakan dengan D4 tapi mungkin Spesialis 0.&lt;br /&gt;Selanjutnya, apa beda D4 dengan S1?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari jumlah SKS yang harus diambil, D4 dan S1 sama banyaknya, yaitu 144 SKS, tapi kalau dilihat dari kurikulumnya, D4 menitik beratkan pada skill sehingga 60% praktek dan 40% Teori, sebaliknya S1 lbih menekankan pada aspek analitis dengan 40% Praktek dan 60% Teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan lulusan D4 ini akan siap untuk bekerja, sedangkan lulusan S1 diarahkan ke bidang Riset dan disiapkan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi sampai jenjang akademis Doktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wikipedia, program D4 sudah ada pada sekitar 50 persen dari politeknik negri di Indonesia yang berjumlah 26 buah. Sedangkan untuk Universitas, secara resmi belum ada, namun ITB juga membuka D4 namun dalam bentuk kerjasama dengan lembaga atau instansi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kabar, Universitas Gadjah Mada malalui Sekolah Vokasi sedang mengajukan proposal pendirian D4 Teknik Elektronika dan D4 Teknik Informatika. kita doakan semoga segera bediri dan ikut meramaikan pendidikan profesional di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bidang studi yang mebuka program D4 diantaranya adalah&lt;br /&gt;D4 Teknik Elektronika&lt;br /&gt;D4 Teknik Telekomunikasi&lt;br /&gt;D4 Teknik Elektronika Industri&lt;br /&gt;D4 Teknik Mekatronika&lt;br /&gt;D4 Teknologi Informasi / Teknik Informatika&lt;br /&gt;D4 Teknik Komputer&lt;br /&gt;D4 Akuntansi&lt;br /&gt;D4 Statistika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah prospek D4?&lt;br /&gt;Sementara ini karna masih belum akrabnya dunia Industri dengan D4 maka belum semua kalangan industri maupun calon mahasiswa mengenal D4, malah ada HRD salah satu perusahaan yang belum tahu D4 sehingga dimasukkan ke level D3, namun setelah kami kunjungi, kami beri pengertian apa itu D4. Sehingga PENS sampai menamai robotnya D4=S1 guna mempromosikan D4 dikalangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jangan khawatir, seiring dengan perkembangan waktu, saat ini lulusan D4 yang lebih siap kerja dibanding S1 sudah mulai diperhitungkan oleh dunia industri, lambat laun, kami optimis tidak akan lama lagi, tenaga profesional seperti pada level Engineer akan lebih banyak diambil dari lulusan D4, karna memang D4 lah yang disiapkan untuk langsung bekerja dan dibekali ketrampilan yang lebih daripada S1.&lt;br /&gt;Untuk pegawai negri, alhamdulillah jenjang D4 sudah disamakan dengan S1 sehingga pertama masuk langsung masuk ke Golongan IIIA sebagaimana lulusan S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana untuk studi lanjut?&lt;br /&gt;Lulusan D4 tentu bisa langsung melanjutkan ke jenjang S2 karna setara dengan S1. hanya sebaiknya memang melanjutkan ke jenjang S2 profesional seperti misalnya MM/MBA dan DBA untuk bidang ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lulusan D4 bisa melanjutkan ke S2&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="font-size: 10px; margin: 0px; padding: 0px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tatok.blog.ugm.ac.id/2011/01/14/lulusan-d4-lanjut-ke-s2/"&gt;tatok.blog.ugm.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lulusan D4 bisa melanjutkan ke S2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pertanyaan mengenai, apakah lulusan D4 bisa lanjut ke S2 Reguler (bukan Spesialis 1 dan spesialis 2?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya temukan beberapa Universitas yang secara resmi menyatakan BISA menerima lulusan D4 untuk lanjut ke S2. Universitas yang lain walau resminya menyatakan tidak menerima D4, tapi pada kenyataannya saya temukan alumni D4 di program S2 mereka.&lt;br /&gt;Perguruan tinggi yang resmi menerima D4 itu salah satunya adalah ITB, sesuai dengan SK Senat Akademik ITB NO. 20/SK/K01-SA/2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan yang ada di kalangan kami adalah terbangunnya suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt; bahwa S1 itu lebih baik daripada D-IV, dan S1 itu tempatnya orang-orang pintar sedangkan D-IV hanya-lah untuk mereka yang berkemampuan biasa-biasa saja. Hal itu, pola pikir seperti itu-lah  yang saya pikir membuat kondisi menjadi agak kurang nyaman. Padahal sebenarnya, secara normatif aturannya, bisa rekan-rekan semua baca lagi dari tulisan-tulisan yang telah saya sertakan diatas, bahwa D-IV dan S1 itu setingkat, perbedaan hanya pada komposisi kurikulumnya, Hanya itu! Jadi, saya pribadi juga tidak habis pikir kenapa harus dibangunnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image&lt;/span&gt; seperti itu, apakah seseorang dengan kemampuan teoritis lebih dianggap pintar daripada mereka yang lebih berkemampuan praktik? Saya sangat tidak setuju dengan hal itu! Saya sangat kecewa, dengan fakta bahwa yang bisa dan boleh untuk meneruskan pendidikan ke jenjang SI dalah mereka yang memilki IPK 3,25 saja sudah menujukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; image&lt;/span&gt; bahwa mereka yang S1 itu lebih “pintar” daripada mereka yang tetap berada di jalur pendidikan D-IV, ironi! Padahal sudah secara jelas dan nyata SI dan D-IV itu berbeda jalur akademisnya tapi berada pada satu tingkatan, jadi sekali lagi saya tekankan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK ADA YANG LEBIH PINTAR!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat program ini lebih pada suatu produk politik. Saya mendengar segelintingan kabar bahwa IPDN mengadakan program seperti ini hanya untuk agar IPDN bisa membuka jalur pendidikan S3 dan agar terlihat lulusan IPDN itu lebih ”akademisi”, karena dengan SI maka 60% yang didapatkan peserta didik adalah teori dan 40% praktik. Hal lain yang menguatkan program ini terlihat sangat politik adalah kenyataan penentuan 100 orang praja yang bisa mengikuti program S1, secara aturannya mereka yang bisa masuk adalah mereka yang memiliki minimal IPK 3,25 atau dikategorikan “pintar”. Tapi permasalahannya, IPDN Merupakan sekolah kedinasan yang mengenal istilah kontingen asal pendaftaran, peserta didik di IPDN adalah perwakilan dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/keluarga-besar-ipdn.html"&gt;Keluarga Besar IPDN&lt;/a&gt; ), apabila lembaga ini secara saklek menggunakan aturan seperti tadi maka jelas aka ada provinsi yang tidak mempunyai perwakilan yang masuk ke S1 dan apabila hal itu benar terjadi sudah jelas hal itu akan memicu suatu konflik kecil. Jadi yang ada sekarang adalah lembaga lebih menekankan kepada perwakilan masing-masing provinsi. Permasalahannya adalah apabila sebenarnya di provinsi A ada sebanyak 10 orang yang secara administraitf dan kualitas nyata pun mereka mampu untuk masuk S1, tapi kemudian harus terpental menjadi hanya 5 orang saja, karena terbatas jumlah perwakilan masing-masing provinsi dan di lain pihak di provinsi B sebenarnya tidak ada sama sekali peserta didiknya yang memenuhi syarat untuk masuk S1, tapi karena dipaksakan oleh peraturan perwakilan setiap provinsi, maka terpaksa-lah lima orang pun dimasukan kedalamnya, padahal lima orang itu sama sekali tidak lebih baik atau bahkan sekedar mendekati kemampuan lima orang dari provinsi A yang harus terjungkal karena permasalahn ini. Dan apabila seperti ini, adilkah ?? Karena adil itu bukan sama rata, sama rasa tapi mampu untuk menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan saya pikir ini jelas tidak ditempatkan pada tempatnya!  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-8141281746052967254?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/8141281746052967254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=8141281746052967254' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8141281746052967254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8141281746052967254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2012/01/d-iv-atau-s1.html' title='D-IV atau S1 ?'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-AdidLFNAl4s/TxIqx964UgI/AAAAAAAAAks/Bwg8lIRdE_k/s72-c/sarjana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-4965554972881362717</id><published>2012-01-02T13:46:00.004+07:00</published><updated>2012-01-02T14:00:53.540+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>PACARAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ofxtoLiFs2g/TwFVvKWFM-I/AAAAAAAAAkg/VBwBCTCbykY/s1600/Adam%2BLazzara.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 271px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ofxtoLiFs2g/TwFVvKWFM-I/AAAAAAAAAkg/VBwBCTCbykY/s320/Adam%2BLazzara.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692925672692200418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hmmm&lt;/span&gt;…bayangkan saja atau mari-lah kita berpura-pura bahwa ada satu diantara kalian di luar sana yang bertanya kepada saya, menanyakan pendapat saya, tentang “pacaran”. Kenapa harus seperti itu? Karena saya, dalam tulisan ini, ingin mengeluarkan segala apa yang ada dalam otak saya mengenai apa itu “pacaran”. Tentunya dalam sudut pandang seorang Adima Insan Akbar Noors, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kawan.html"&gt;Noorz’s Point of View&lt;/a&gt;, dengan segala keterbatasan ilmu yang saya miliki tapi tetap dibungkus dengan ego yang melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Okay, let’s begin this shit!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari dengan sangat sadar, dengan segala akal sehat yang saya miliki, konsep pacaran tidak pernah sekalipun diajarkan dalam Islam, agama saya. Akan tetapi saya yakin dan percaya Islam pun tidak pernah melarang umatnya untuk berpacaran, Islam hanya dengan sangat tegas melarang umatnya untuk melakukan perbuatan zinah, serta segala perbuatan yang mendekatinya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/12/my-name-is.html"&gt;My Name Is …&lt;/a&gt; ) Oh iya, terkadang pengertian zinah pun masih sedikit salah dipahami kebanyakan orang atau entah saya yang justru mungkin yang salah memahaminya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;but who cares?! This is my blog, this is my damn world! So at the time I write it, I’m the right man until someone can proof me wrong. But ‘till then I am Mr. Right!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman zinah menurut saya adalah perbuatan atau dilakukannya hubungan seksual/intim/bersetubuh/atau terserah anda mau menyebutnya apa, antara lelaki dan perempuan tanpa ada ikatan pernikahan yang sah diantara mereka berdua. Itu pengertian zinah yang utamanya. Akan tetapi jangan kita pikir ciuman, pelukan dan segala yang sejenisnya bukan merupakan zinah apabila kita lakukan tanpa ada ikatan pernikahan, itu juga merupakan zinah, itu juga merupakan sebuah dosa. Tapi itu semua bila boleh saya istilahkan masih merupakan zinah kecil dalam artian bukan zinah utamanya, bukan zinah yang harus dihukum razam. Tapi tetap saja, saya pertegas di sini, dan yang harus kita garis bawahi, itu semua termasuk perbuatan dosa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu’alam bishawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dewasa ini banyak cendekia agama saya yang cenderung untuk melarang setiap muslim berpacaran adalah karena pada kenyataannya, pada praktek nyatanya, konsep pacaran yang dilakukan oleh banyak orang sekarang ini hanya sekedar sarana bagi mereka untuk melegitimasi kegiatan-kegiatan yang dalam Islam jelas dikategorikan sebagai suatu perbuatan zinah atau setidaknya mendekati zinah. Lebih banyak mudarat daripada maslahat.&lt;br /&gt;Islam itu agama yang paling benar, Islam sangat menghargai hak umatnya, terlebih hak dan martabat seorang wanita. Itu-lah kenapa Islam sangat ketat dalam melakukan pengaturan hubungan antar lelaki dan perempuan. Secara nafsu dan ego, apabila kita melihat segala pengaturan itu, maka akan dengan sangat cepat pula kita mengatakaan bahwa aturan-aturan itu sangat merugikan, sangat tidak menghargai HAM. Dan pemikiran seperti itu jelas sebuah pemikirang yang sangat salah! Islam itu indah, aturan dalam Islam, yang dalam hal ini aturan tentang pergaulan lelaki dan perempuan, sangat menjaga umatnya dan sangat berpikiran jauh ke depan. Karena apabila hubungan antara lelaki dan perempuan itu tidak diatur seketat seperti yang telah diatur oleh Islam, maka percaya-lah dunia ini akan kacau balau, hanya akan menjadi tempat pelampiasan hawa nafsu. Dan percaya juga-lah, pihak yang paling akan dirugikan apabila hal itu yang terjadi adalah WANITA! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Come on guys! Think visionary, don’t think for only your own pleasure or the effects for only a week ahead but think the effects for the next five or ten or twenty years later. What will happen if we just follow our lust??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu-lah kenapa, sekali lagi saya tekankan, Islam sangat ketat dalam mengatur pergaulan antara lelaki dan perempuan. Secara sangat  sederhananya, tak ada hubungan apapun selain saudara dan sahabat antara lelaki dan perempuan sebelum adanya ikatan pernikahan yang sah, yang diakui oleh Islam.&lt;br /&gt;Lalu bukankah pernikahan itu adalah sesuatu hal yang sakral, sesuatu hal yang suci, merupakan hal yang harus diusahakan agar hanya terjadi sekali seumur hidup, jadi bukankah hubungan antara lelaki dan perempuan itu harus benar-benar cocok, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;chemistry&lt;/span&gt; diantara keduanya harus benar-benar terjalin sehingga  bisa langgeng pernikahan itu. Walupun apabila ketidakcocokan yang menimbulkan percekcokan terus terjadi tanpa henti dan perpisahan menjadi solusi yang dipilih maka sungguh Islam pun menyediakan sebuah alternatif yaitu perceraian. Tapi permasalahan yang ada, perceraian itu memang merupakan sebuah perbuatan yang halal untuk dilakukan akan tetapi merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah Swt. Jadi itu-lah kenapa sebisa mungkin perceraian itu harus dihindari dan perikahan itu cukup-lah hanya dilakukan sekali, dalam artian tidak nikah-cerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan argumentasi seperti itu, dengan kenyataan bahwa pernikahan itu ibadah dan perceraian itu halal tapi dibenci Allah, maka bukankah hubungan pra-pernikahan itu adalah hal yang sangat penting?? Untuk dapat melihat apakah cocok, apakah ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;chemistry&lt;/span&gt; diantara lelaki dan perempuan itu, melihat lebih jauh sifat dan kepribadian masing-masing. Untuk mengatasi hal ini, Islam telah memberikan sebuah konsep taaruf. Secara sederhananya, taaruf adalah perkenalan antara lelaki dan perempuan, akan tetapi hanya perkenalan secara umum dan apabila ingin terus melanjutkan, ingin terus mengenal lebih jauh, maka langkah selanjutnya adalah segera untuk melangsungkan pernikahan. Sebenarnya bagi para pecinta atau pengikut “cinta pada pandangan pertama”, seperti saya ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/first-impression.html"&gt;fisrt impression&lt;/a&gt; ), konsep taaruf merupakan konsep yang pas dan sangat logis, sangat mendukug ideologi cinta yang dianutnya. Akan tetapi saya pun merasa kurang yakin atau merasa takut kurang memahami apabila harus secara penuh menggunakan konsep taaruf. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tapi tidak, ini tidak berarti saya menganggap konsep Islam kurang sempurna, tidak sama sekali, demi Allah tidak!!&lt;/span&gt; Tetapi justru konsep itu terlalu sempurna maka saya sebagai manusia biasa belum mampu untuk menjalankannya secara penuh. Maka dengan kenyataan seperti itu, konsep pacaran saya beranikan untuk saya bawa keluar dan laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di bagian ini-lah saya akan mencoba menjelaskan konsep pacaran yang saya anut tetapi perlu saya jelaskan juga disini konsep pacaran seperti apa yang hendak saya jelaskan dalam tulisan ini bukan-lah konsep pacaran yang saya pegang teguh sedari dulu, tapi konsep ini secara penuh baru saya benar-benar lakukan atau yakini, ketika saya menjadi mahasiswa seiring dengan pengalaman hidup yang telah saya jalani dan pengalaman hidup orang lain yang saya lihat dan saya coba pelajari. Here it is, pacaran bagi saya adalah suatu proses antara lelaki dan perempuan untuk saling mengenal satu sama lainnya dengan tujuan akhir atau tujuan utamanya adalah pernikahan. Begini ilustrasinya, apabila saya melihat seorang wanita dan kagum serta tertarik atau bahasa lainnya mempunyai rasa kepada wanita tersebut maka jelas saya akan mendekatinya melakukan sedikit pendekatan dan mengajaknya untuk melakukan suatu hubungan yang lebih serius yaitu pacaran jadi tidak ada konsep PDKT ( pendekatan ) yang terlalu lama, tapi proses PDKT itu terjadi dalam pacaran, karena tujuan ahirnya bukan-lah pacaran tapi tujuan akhirnya adalah pernikahan sehingga menurut konsep saya, pacaran itu-lah proses PDKT itu. Cinta dan sayang itu tumbuh dalam proses pacaran, tidak dalam pproses PDKT karena sekali lagi, tujuan akhirnya adalah pernikahan bukan pacaran. Jadi dalam pacaran-lah kita benar-benar mencoba untuk mengenal pasangan kita secara lebih jauh, apabila terus cocok dan chemistry itu terus tumbuh maka pernikahan menjadi tujuan yang indah untuk dilakukan akan tetapi apabila tidak cocok dan chemistry itu tidak terbangun dengan baik, maka perpisahan mungkin menjadi pilihan. Saya tau anda mungkin sedikit bingung membaca bagian ini, saran saya coba anda baca lagi lebih dari sekali, dan ya…coba-lah untuk memahaminya! Hhe…&lt;br /&gt;Seperti halnya anda sulit untuk memahami tulisan saya itu maka sesulit itu-lah saya juga untuk mencari wanita yang mampu sepaham atau setidaknya mampu untuk mengerti konsep saya itu ( &lt;i&gt;but now I finally found that girl, hope it will be for the last&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep seperti itu, setelah kini usia saya hampir menginjak 20 tahun, dengan kondisi yang memaksa saya untuk menjadi dewasa lebih cepat, itu semua membuat saya pun semakin mematangkan konsep pacaran yang akan saya lalui. Saya pikir sudah bukan saatnya lagi apabila saya hanya berpacaran untuk sekedar  memadu kasih belaka, apalagi tempat untuk pelampiasan nafsu semata. Itu terlalu hina, dan terlalu anak muda, akan menjadi tempat bagi saya berbuat dosa. Bagi saya pacaran harus benar-benar terfokus untuk nantinya dilangsungkan suatu pernikahan. Dengan konsep seperti itu, akhirnya mendasari saya untuk bercita-cita apabila nanti saya telah lulus maka saya ingin dua atau tiga tahun setelah itu saya segera untuk melangsungkan pernikahan. Saya tidak ingin untuk berlama-lama, karena saya ingin terhindar dari perbuatan zinah dan untuk mendukung cita-cita itu maka harapan saya adalah ketika nanti saya berada di tingkat tiga atau maksimalnya tingkat empat, saya harus sudah mampu memperkenalkan pacar saya ( calon istri saya ) kepada keluarga saya, karena pernikahan bukanlah semata tentang si lelaki dan si perempuan akan tetapi juga merupakan tentang menyatukan dua keluarga besar dan saya yakin hal itu sulit bila harus dilakukan dalam waktu yang singkat, ada sebuah proses di sana dan proses itu memerlukan waktu. Sehingga menurut hitungan matematis sederhananya, bila saya mengenalkan pacar saya itu ketika saya tingkat tiga atau tingkat empat maka saya yakin akan ada cukup waktu untuk keluarga saya dan juga keluarga dia ( pihak perempuan ) untuk saling mengenal. &lt;div&gt;&lt;i&gt;That’s my dream about my love story.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, itu-lah konsep pacaran yang saya miliki, yang insya Allah akan saya jalani. Secara sangat sederhananya konsep pacaran yang saya kemukakan diatas adalah konsep pacaran yang mencoba menjabarkan lebih jauh dari konsep taaruf dengan tetap mengedepankan atau mengutamakan kemaslahatan daripada perbuatan mudarat. Lalu pertanyaan kecil menggelitik datang mengusik, &lt;b&gt;apa anda yakin anda mampu terhindar dari perbuatan zinah dalam menjalankan proses pacaran itu, walaupun dengan teori seindah itu, wahai Adima Insan Akbar Noors?? &lt;/b&gt;Maka dengan sangat lantang saya mampu untuk menjawab, &lt;b&gt;ya, insya Allah saya mampu untuk menahan diri dari perbuatan zinah, bila zinah disini adalah zinah dalam pengertian utamanya, yaitu melakukan hubungan seksual di luar nikah.&lt;/b&gt; Akan tetapi apabila kemudian pengertian zinah itu diperluas lagi sehingga juga mencakup pegangan tangan, dan sebagainya seperti yang telah saya jelaskan diatas, maka jawaban yang mampu saya berikan adalah, mengutip potongan lirik lagu dari band Armada,&lt;b&gt;” Aku bukan-lah dewa yang tak pernah berbuat dosa. Aku manusia sama sepertimu seperti yang lainnya juga.”&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;You know what? in the end, I’m just an ordinary man, young and fresh! Hahaha….&lt;br /&gt;But hell yeah, I know the drill, I know the boundaries.&lt;br /&gt;PEACE AND CHEERS!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-4965554972881362717?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/4965554972881362717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=4965554972881362717' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4965554972881362717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4965554972881362717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2012/01/pacaran.html' title='PACARAN'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ofxtoLiFs2g/TwFVvKWFM-I/AAAAAAAAAkg/VBwBCTCbykY/s72-c/Adam%2BLazzara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-9207046606061044626</id><published>2011-12-28T21:11:00.005+07:00</published><updated>2012-01-25T11:51:58.804+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Talk More, Do More</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;b&gt;The conversation below was happening in the middle of nowhere. This conversation is between &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/12/my-name-is.html"&gt;noorz58milanello&lt;/a&gt; and Adima Insan Akbar Noors. Enjoy!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Peace and Cheers, my friends!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;noorz58milanello&lt;/b&gt; :&lt;i&gt; “Okay, let’s be honest, &lt;b&gt;adima insan akbar noors&lt;/b&gt;! The truth is you have a very big mouth. Sometimes and always you’re talking too much, too way fuckin’ much! You talk like you know everything, yeah you talk like you’re the smartest man all over the world. One simple word, but you always make it as a long and complicated word. You always choose the long way rather than the short one. Damn! That’s the fact, &lt;b&gt;adima insan akbar noors&lt;/b&gt;!”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Adima Insan Akbar Noors&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;“Yeah! That’s right and I can’t ignore that fact, &lt;b&gt;noorz58milanello&lt;/b&gt;. But at least I’m not telling a lie. I’m talking the truth, I talk in the right place and the right situation. I never talk if there’s not belong to my place, to my capability. I won’t talk about something that I don’t know. The last but not least, I talk much but I do much too. I mean the things won’t work out by itself, the other people won’t understand if we remains silent and the other people will hard to understand something if we choose to explain it with only the sign. We have to speak with our own voice to explain it so other people will understood. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/speak-up.html"&gt;Speak Up! &lt;/a&gt;) So for me, we have to talk much and do much. That’s me, that’s my damn opinion, &lt;b&gt;noorz58milanello&lt;/b&gt;. At least for now ‘cause nothing last forever but my believe in Allah!”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Catatan&lt;/b&gt; : &lt;i&gt;Maafkan bila banyak terdapat kesalahan dalam penggunaan kata serta penempatan kalimat. Terlebih kesalahan dalam tata bahasanya. Sekali lagi saya mohon maaf dan dengan segala kerendahan hati yang saya miliki saya memohon koreksi, cacian, hinaan, kritikan serta masukan yang membangun dari anda semua sehingga saya bisa terus belajar menjadi orang yang terus berkembang menjadi terus lebih baik lagi. Karena saya sungguh masih merupakan seseorang yang belajar dalam bahasa dan bahkan dalam setiap segi kehidupan yang ada, ya..saya masih merupakan seseorang yang amatir.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Tapi mohon jangan pernah anda beranggapan bahwa saya adalah seseorang yang tidak nasionalis karena saya dengan sok-nya menggunakan bahasa asing dalam tulisan ini dan beberapa tulisan saya yang lainnya, yang walaupun bahasa asing itu masih sangat jauh dari kata sempurna dan justru dekat dengan kata kacau balau. Walaupun memang itu hak anda dalam berpendapat dan saya tidak mempunyai sedikit pun daya untuk menahan, membatasi ataupun merubah pendapat anda. Tapi izinkan-lah saya untuik memberikan suatu penjelasan, hanya sekedar untuk membela diri dan menunjukan bahwa prinsip ini benar atau anggap-lah ini hanya merupakan suatu wujud implementasi Hak Azasi Manusia, Hak untuk menyuarakan pendapat. Dan apabila setelah saya menjelaskan anda menjadi berubah pendapatnya, menganggukan kepala seraya setuju dengan argumentasi yang saya kemukakan, maka hal itu merupakan bonus bagi saya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Jadi, alasan kenapa saya menggunakan bahasa asing, dalam hal ini bahasa inggris, itu semata karena tuntutan zaman karena dunia ini “memaksa” kita untuk seperti itu. Dan agar saya mampu bertahan hidup maka jelas saya harus beradaptasi. Karena sekali lagi , Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya. ( Wisdom, Justice and Love Part &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/09/wisdom-justice-and-love.html"&gt;I&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/wisdom-justice-and-love-part-ii.html"&gt;II&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/wisdom-justice-and-love-part-iii.html"&gt;III&lt;/a&gt; )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dan khusus untuk bahasa, saya sendiri membedakannya menjadi tiga macam, yaitu : bahasa ibu, bahasa pemersatu dan bahasa untuk kita maju.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Bahasa ibu bagi saya adalah bahasa Sunda karena itu-lah bahasa suku saya, bahasa tempat  saya dilahirkan dan dibesarkan. Itu-lah bahasa ibu bagi saya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Bahasa pemersatu adalah bahasa Indonesia karena konsekuensi logis bagi saya sebagai Warga Negara Indonesia, sebagai seseorang yang menyatakan dengan bangganya sebagai seorang Indonesia karena tidak mungkin kita bersatu tanpa ada hal yang mempersatukannya. Terlebih lagi dalam hal yang paling utama dan penting yaitu komunikasi. Kita harus mempunyai bahasa yang satu, dan bahasa itu adalah bahasa Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Dan bahasa untuk kita maju adalah bahasa asing. Ya, karena itu-lah resiko kita sebagai Negara berkembang yang berada di bawah ketiak Negara-negara maju yang dalam hal ini adalah negara-negara barat. Negara-negara barat  masih memegang kendali penuh dalam edukasi, hiburan, ekonomi dan segala  segi kehidupan lainnya. Sehingga menjadi kewajiban bagi kita untuk mampu berbahasa dalam bahasa mereka  sebagai syarat utama agar bisa diterima oleh mereka dan bergaul dalam kehidupan globalisasi dewasa ini.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;Sebenarnya tak ada keraguan dalam hal itu dan tak sedikitpun pertentangan untuk hal itu. Tapi menjadi sangat ironi dan suatu permasalahan ketika justru bahasa ibu belum dikuasai betul, bahasa pemersatu pun belum sepenuhnya dipahami tapi kita justru terus mengejar bahasa asing dan akhirnya bahasa asing itu pun tidak bisa kita salami benar.  Ya, situasi seperti itu sungguh tidak ideal, rawan akan kehilangan identitas diri dan terdapat banyak kemungkinan untuk kita terombang-ambing arus globalisasi tanpa arah, situasi seperti itu sungguh hanya akan membuat kita limbung. Dan ya, situasi seperti itu tergambar jelas dalam diri ini, damn!!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-9207046606061044626?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/9207046606061044626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=9207046606061044626' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9207046606061044626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9207046606061044626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/12/talk-more-do-more.html' title='Talk More, Do More'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-9215095923750119664</id><published>2011-12-25T08:49:00.007+07:00</published><updated>2012-01-25T11:55:25.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Wahana Wyata Praja IPDN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-q8ypvXU9Myw/TvaCOmoeSHI/AAAAAAAAAkU/al66FgM84os/s1600/Picture1-300x236.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q8ypvXU9Myw/TvaCOmoeSHI/AAAAAAAAAkU/al66FgM84os/s320/Picture1-300x236.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689878366629283954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Singkat Wahana Wyata Praja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahana Wyata Praja adalah organisasi internal Praja IPDN yang pada dasarnya mempunyai tugas dan fungsi sama dari tahun ke tahun, namun namanya berubah sesuai situasi dan kondisi pada masa angkatan tersebut. Nama organisasi praja yang terbentuk sejak awal berdirinya STPDN hingga IPDN adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manggala Corps Praja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkatan I STPDN sampai dengan angkatan IV STPDN&lt;br /&gt;Organisasi ini bernama MANGGALA CORPS PRAJA, yang pimpinannya adalah Manggala Pati dengan tanda jabatan talikur berwarna merah, nama Manggala Corps ini hanya sampai pada angkatan IV saja, karena pada angkatan V organisasi internal Praja ini berubah nama menjadi WAHANA BINA PRAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahana Bina Praja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkatan IV STPDN sampai dengan angkatan XVI STPDN&lt;br /&gt;Wahana Bina Praja ini pimpinannya bernama Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel  dua, dari Wahana Bina Praja inilah mulai di bentuk berbagai instansi dan UKP yang di anggap  penting dalam hal mengembangkan minat dan  bakat para praja, diantaranya ialah Komando, Kombat dan lainya. Nama Wahana Bina Praja digunakan mulai angkatan V sampai dengan angkatan XVI STPDN, dan selanjutnya berubah nama menjadi BADAN EKSEKUTIF PRAJA pada angkatan XVII, hal ini terjadi di karenakan perintah presiden mengenai pembekuan organisasi Wahana Bina Praja terkait dengan tragedi tewasnya seorang madya praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Badan Eksekutif Praja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkatan XVII IPDN&lt;br /&gt;Adapun Badan Eksekutif Praja yang biasa di singkat dengan BEP ini di buat untuk menyeimbangkan dengan organisasi internal mahasiswa di Universitas lainnya yang biasa di sebut dengan BEM ( badan eksekutif mahasiswa ), yang  pimpinanya adalah Presiden Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning nestel dua, badan eksekutif praja ini dibuat tanpa di dasari ataupun tidak ada dasar hukum dalam bentuk apapun. Badan eksekutif praja ini hanya di angkatan XVII, dimasa angkatan XVIII nama Badan Eksekutif Praja berganti nama menjadi ORGANISASI KORPS PRAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Organisasi Korps Praja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkatan XVIII&lt;br /&gt;Organisasi Korps Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur berwarna biru lis kuning nestel dua. Organisasi Korps Praja pada masa angkatan XVIII berubah nama lagi menjadi WAHANA WYATA PRAJA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahana Wyata Praja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Angkatan XIX sampai dengan sekarang&lt;br /&gt;Ketika pada masa angkatan XIX, Wahana Wyata Praja yang pimpinanya seorang Gubernur Praja dengan tanda jabatan talikur warna biru lis kuning. Dasar hukum pembentukan organisasi ini adalah Peraturan Rektor Nomor 8 tahun 2010. Dimasa organisasi Wahana Wyata Praja Angkatan XIX mempunyai dua periode masa kepemimpinanya, yaitu periode 2010 – 2011  dan periode 2011 – 2012, hal ini terjadi di karenakan adanya ekselerasi diangkatan XVIII serta tidak menerima calon praja pada tahun 2007, sehingga terjadi kekosongan ditingkat tiga ( nindya ) dan tingkat empat ( wasana ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arti Lambang Wahana Wyata Praja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-q8ypvXU9Myw/TvaCOmoeSHI/AAAAAAAAAkU/al66FgM84os/s1600/Picture1-300x236.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q8ypvXU9Myw/TvaCOmoeSHI/AAAAAAAAAkU/al66FgM84os/s320/Picture1-300x236.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689878366629283954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang satu  : Ketuhanan Yang Maha Esa yang artinya sebuah organisasi    berdasarkan kebaikan dan kebenaran&lt;br /&gt;Padi dan kapas  : Kesejahteraan yang artinya Wahana Wyata Praja berkontribusi terhadap masyarakat praja.&lt;br /&gt;Rektorat IPDN  : Wahana Wyata Praja adalah organisasi senat IPDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Wahana Wyata Praja&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi 'wahana' :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. kendaraan; alat pengangkut;&lt;br /&gt;2. alat atau sarana untuk mencapai suatu tujuan: koperasi diharapkan menjadi -- untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat&lt;br /&gt;3. tafsir mimpi; alamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi 'wiyata' :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pengajaran; pelajaran; &lt;br /&gt;-- mandala lingkungan pendidikan tempat berlangsung proses belajar-mengajar: sekolah merupakan -- mandala bagi siswa; -- praja jawatan urusan pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi 'praja' :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kota;&lt;br /&gt;2. Negara;&lt;br /&gt;3. Pemerintahan;&lt;br /&gt;4. Orang yang mengerti dan paham akan pemerintahan atau orang yang menjalankan roda pemerintahan/negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan sebuah lembaga pendidikan kedinasan kepamongprajaan pencetak kader-kader aparatur pemerintahan. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html"&gt;Selayang Pandang IPDN&lt;/a&gt; ) Secara sangat sederhananya, apabila AKPOL adalah pencetak kader-kader polisi yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta AKMIL adalah pencetak kader-kader tentara yang bertugas untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka IPDN adalah pencetak kader-kader pemerintahan, PNS, para birokrat, yang bertugas untuk menciptakan kesejahteraan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ya, AKPOL, AKMIL dan IPDN merupakan pilar pendidikan kader di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mempunyai beban dan tugas yang sangat penting dalam eksistensi suatu Negara, karena ketiga lembaga pendidikan kedinasan itu harus menjaga tiga pilar utama dalam suatu Negara, pilar dasar, fondasi utama, dari adanya suatu Negara yaitu : &lt;span &gt;&lt;b&gt;Keamanan, Kedaulatan dan Kesejahteraan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Percayalah tanpa adanya ketiga dasar itu sebuah Negara tak akan mampu untuk bertahan lama atau bahkan untuk sekedar berjalan tegak!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dewasa ini disiplin ilmu pemerintahan tidak lagi dimonopoli oleh IPDN, akan tetapi kelebihan yang tetap akan menjadi nilai lebih dari IPDN adalah sampai dengan saat ini IPDN masih merupakan perguruan tinggi kedinasan, yang itu berarti segala biaya pendidikan ditanggung oleh Negara dan peserta didiknya apabila nanti lulus sudah hampir dipastikan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Dalam Negeri maupun di lingkungan Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia, dengan golongan kepangkatan III/a. Selain itu, dari segi kurikulum, IPDN menganut kurikulum JarLatSuh ( Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan ) ini-lah nilai lebih yang sampai kapanpun tidak akan pernah bisa kita temui di perguruan tinggi lainnya yang menyediakan displin ilmu pemerintahan ( kecuali di Provinsi Kalimantan Barat ). Dengan kurikulum JarLatSuh, maka apa yang dididik di IPDN tidak hanya terfokus pada sisi kognitif semata atau hanya terbatas pada penguasaan teoritis belaka akan tetapi menyeluruh atau komprehensif pada kognitif, apektif dan psikomotorik. Karena menjadi seorang pegawai negeri sipil yang baik tentu tidak hanya harus menguasai displin ilmunya saja, akan tetapi juga harus ditunjang dengan penguasaan aturan-aturannya, keterampilan dalam pemerintahan serta sikap dan akhlak yang baik. Itu-lah yang coba untuk dilakukan di IPDN, semua unsur dididik secara intensif dan tepat sehingga nantinya benar-benar bisa bermanfaat dan menjadi seorang birokrat yang handal. Sederhannya, ilmu pemerintahan yang ditawarkan di IPDN adalah ilmu pemerintahan terapan dan pelatihan serta penanaman sikap yang baik sebagai seorang birokrat, karena seorang birokrat harus mampu mempunyai sikap sebagai seorang birokrat seutuhnya, &lt;span &gt;&lt;b&gt;harus mampu memahami apa yang disebut dengan “hierarki”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, tanpa adanya pemahaman akan hal itu, maka semua ilmu pemerintahan yang kita miliki akan menjadi tak berguna nantinya dalam kerja kita sehari-harinya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/keluarga-besar-ipdn.html"&gt;Keluarga Besar IPDN&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas dasar pemikiran itulah, organisasi kemahasiswaan di lingkungan IPDN agak berbeda dengan organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi lainnya. Di IPDN organisasi kemahasiswaannya atau organisasi senatnya disebut dengan Wahana Wyata Praja, disingkat WWP. WWP merupakan organisasi mahasiswa/praja di IPDN sebagai sarana praktikum pemerintahan daerah. &lt;b&gt;&lt;span &gt;WWP adalah BEM akan tetapi tidak murni independen seperti BEM di universitas lainnya, karena WWP masih terikat dengan prosedur, kultur dan struktur yang ada di IPDN.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; WWP dibentuk semirip mungkin dengan pemerintahan daerah, karena tujuan utama dibentuknya WWP tidak hanya sebagai sarana berorganisasi bagi praja akan tetapi jauh dari itu, diharapkan praja juga mampu untuk berlatih senyatanya dengan jabatan-jabatan, tanggung jawab, tupoksi dan keadaan apabila nanti telah lulus dan bertugas sebagai pegawai negeri sipil, entah itu di pusat maupun di daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi WWP dibagi menjadi dua macam yaitu Provinsi Wahana Wyata Praja yang ada di IPDN Kampus Pusat Jatinangor dan Kabupaten Wahana Wyata Praja yang ada di setiap IPDN Kampus Daerah ( Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua ). ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/kampus-daerah-dan-semangat-perubahan.html"&gt;Kampus Daerah dan Semangat Perubahan&lt;/a&gt; ) Pimpinan dalam WWP adalah Gubernur Praja yang ada di Kampus Pusat dan bertugas di Provinsi WWP, dengan demikian setiap Kampus Daerah merupakan bagian dari Provinsi WWP sehingga disebut dengan Kabupaten WWP yang dipimpin oleh seorang Bupati Praja. Sekali lagi, pengaturan, nama, dan tupoksi serta azas yang digunakan oleh WWP, entah itu di Provinsi WWP maupun di Kabupaten WWP, semuanya diatur sedemikian rupa, semirip mungkin dengan pemerintahan daerah dengan dasar hukumnya adalah &lt;a href="http://www.ipdn.ac.id/peraturan/per_rektor_8_2010.PDF"&gt;Peraturan Rektor IPDN Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Wahana Wyata Praja IPDN&lt;/a&gt;, dengan ruang lingkup tugas yang dispesifikan pada lingkungan masyarakat praja di lingkungan kampus IPDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPDN Kampus Kalimantan Barat merupakan Kampus Daerah baru, sehingga pembentukan organisasi praja menjadi sesuatu hal yang &lt;i&gt;urgent&lt;/i&gt;, untuk melakukan pengaturan kedalam serta keluar, sehingga masyarakat praja yang ada di IPDN Kampus Kalbar bisa lebih terorganisir dengan baik. Melihat hal itu, Direktur IPDN Kampus Kalbar melalui Bagian Administrasi Keprajaan mendorong dan memfasilitasi para praja untuk segera membentuk organisasi praja IPDN Kampus Kalbar dalam bentuk Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat sesuai dengan amanat Peraturan Rektor IPDN No. 08/2010. Diawali dengan dipilihnya terlebih dahulu DPPD ( Dewan Perwakilan Praja Daerah ) yang kemudian membentuk KPUD ( Komisi Pemilihan Umum Daerah ), maka dilakukan-lah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Praja IPDN Kampus Kalbar secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari serangkaian kegiatan diatas, maka masyarakat praja IPDN Kampus Kalbar sedikit banyaknya telah belajar untuk berdemokrasi secara benar, suatu pembelajaran yang sangat berharga untuk nantinya diterapkan di lapangan. Dan proses yang cukup menguras tenaga serta emosi itu akhirnya berbuah manis, karena pada hari Jumat, tanggal 16, bulan Desember, tahun 2011, dalam Apel Pelepasan Cuti Natal 2010 dan Tahun Baru 2012 yang dirangkaikan dengan pelantikan Fungsionaris dan DPPD Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, maka pada hari itu Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar resmi ada, seiring dengan dilantiknya pejabat yang ada di Kabupaten WWP IPDN Kampus Kalbar, melalui SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011, SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011 dan SK Bupati Praja WWP Nomor  01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5Faa7qOgp-w/TvaB7YHR4SI/AAAAAAAAAkI/C_8tq5roSe0/s1600/sotk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 195px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-5Faa7qOgp-w/TvaB7YHR4SI/AAAAAAAAAkI/C_8tq5roSe0/s320/sotk.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689878036314448162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.224 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Fungsionaris Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat Tahun 2011&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Praja    : EKO SUDIANO    &lt;br /&gt;Wakil Bupati Praja   : TERESA IRMINA N.&lt;br /&gt;Sekretaris Daerah   : ADIMA INSAN AKBAR NOORS&lt;br /&gt;Sekretaris Dewan   : SEHAT TERATETI&lt;br /&gt;Inspektorat Praja   : HANAFI ZUHRI&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan   : HAJID ARIF HIDAYAT&lt;br /&gt;Kepala Dinas Olahraga dan Kesehatan : RIDHO WINAR LAGAN&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kesenian dan Kebudayaan : HIZKIA BILL MONTOLALU&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kesejahteraan Praja : AWALLUDIN HARAHAP&lt;br /&gt;Kepala Dinas Peranan Wanita  : NI MADE ELSYA&lt;br /&gt;Kepala Badan Administrasi Praja  : VIRZA PRATAMA&lt;br /&gt;Kepala Kantor Agama dan Kerohanian : M. FAUZI&lt;br /&gt;Camat Madya Praja   : SUTRISNO&lt;br /&gt;Camat Muda Praja   : STENRY STEVENSON SOHILAIT&lt;br /&gt;Camat Wanita Praja   : FINA ADRIANI&lt;br /&gt;Lurah Madya Praja Blok A  : ZULPAHMI&lt;br /&gt;Lurah Madya Praja Blok B  : NUGROHO ARI PUTRA&lt;br /&gt;Lurah Muda Praja Blok A   : FAJRI RAHMAD ERSYA&lt;br /&gt;Lurah Muda Praja Blok B   : YEHEZKIEL FRENDATA&lt;br /&gt;Lurah Madya Wanita Praja  : RYA YOHANA&lt;br /&gt;Lurah Muda Wanita Praja   : ARIHUN RAHMATIN&lt;br /&gt;Kepala Polisi Praja   : FRENDI ARIFIN&lt;br /&gt;Komandan Batalyon   : ARIF SETIO AJI          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SK Direktur IPDN Kampus Kalbar Nomor 800.225 Tahun 2011 tentang Pengangkatan Dewan Perwakilan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat tahun 2011&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPPD    : AHMAD OKTABRI W.&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPPD   : RAHMAT HADIYAHTULLAH ANDI G.&lt;br /&gt;Anggota DPPD    : 1. EDGAR TAMBUN&lt;br /&gt;       2. M. RIZKI AHMAD&lt;br /&gt;       3. PIETER SANDY IPUL LIU&lt;br /&gt;       4. HALEN PERDANA&lt;br /&gt;       5. ADI TYA INDRAWAN&lt;br /&gt;       6. YANUARTI WIDYA A.&lt;br /&gt;       7. HANIFAH ROMADHONI         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SK Bupati Praja WWP Nomor  01 Tahun 2011 Tentang Pengangkatan Pejabat Organisasi Kabupaten Wahana Wyata Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri Kampus Kalimantan Barat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.SEKRETARIAT DAERAH&lt;br /&gt;1. MUHAMMAD IKHSAN   KABAG PERENCANAAN DAN KEUANGAN&lt;br /&gt;2. NIRWAN NURCAHYA   KABAG HUBUNGAN MASYARAKAT&lt;br /&gt;3. AFIUDDIN    KABAG UMUM&lt;br /&gt;4. FERNANDA    KASUBBAG RENCANA DAN PROGRAM&lt;br /&gt;5. RINI WULANDARI   KASUBBAG KEUANGAN&lt;br /&gt;6. KHAERUL ARIFIN   KASUBBAG DOKUMENTASI&lt;br /&gt;7. FAZRI MUHAMMAD SYAPUTRA  ANGGOTA SUB BAGIAN DOKUMENTASI&lt;br /&gt;8. DIAN FURQANI    KASUBBAG PENERANGAN&lt;br /&gt;9. BUNGA UMAIYAH PRATIWI  KASUBBAG MULTIMEDIA DAN KREATIFITAS&lt;br /&gt;10.MUSLIMIN ABADI   KASUBBAG TATA USAHA&lt;br /&gt;11.ARDIAN ANGGAWA P.P.   KASUBBAG RUMAH TANGGA&lt;br /&gt;12.FIKA NOVIANTI R.   KASUBBAG PROTOKOL&lt;br /&gt;13.FATARUL TANRE   KASUBBAG HUKUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.SEKRETARIAT DEWAN&lt;br /&gt;1. FAHRUDIN IBRAHIM M   KABAG UMUM&lt;br /&gt;2. SUCITYA DWI NOVIRA   KABAG KEUANGAN&lt;br /&gt;3. ANDI ARDIANTO EKA PUTRA  KABAG RISALAH DAN PERSIDANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.INSPEKTORAT PRAJA&lt;br /&gt;1. SIGIT HARSENO   KEPALA SEKRETARIAT&lt;br /&gt;2. ARNANDO YUGANTARA   INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG APARATUR&lt;br /&gt;3. RONI IMAM PRABOWO   INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KEUANGAN&lt;br /&gt;4. FEBRIAN PRADITA   INSPEKTUR PEMBANTU BIDANG KESEJAHTERAAN DAN SOSIAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.DINAS PENDIDIKAN&lt;br /&gt;1. HENDRA SETIAWAN   SEKRETARIS DINAS&lt;br /&gt;2. TRI WANDA    KABID JARLATPUS&lt;br /&gt;3. DIKKI AHADIYAT MUTAQIN  KABID SARANA DAN KERJASAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E.DINAS KESEJAHTERAAN PRAJA&lt;br /&gt;1. SAVITRI    SEKRETARIS DINAS&lt;br /&gt;2. DINDA RACHMAN ANINDITYA  KABID KEBUTUHAN PRAJA&lt;br /&gt;3. RISKI MEDIA PAMBUDI   KABID SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.DINAS OLAHRAGA DAN KESEHATAN&lt;br /&gt;1. MIKAEL A. SIMATUPANG   SEKRETARIS DINAS&lt;br /&gt;2. MOEH. IRTHO HARFIAN   KABID BINJAS&lt;br /&gt;3. YURINDA OLEO    KABID KESEHATAN&lt;br /&gt;4. M. AHDI SATRIA   KABID KOMITE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.DINAS KESENIAN DAN KEBUDAYAAN&lt;br /&gt;1. SRI SARTIKA    SEKRETARIS DINAS&lt;br /&gt;2. FATHYA ALBAAR   KABID EKSTRAKULIKULER SENI DAN BUDAYA&lt;br /&gt;3. STEVIE IRIANDO LUMATAUW  KABID PERALATAN SENI DAN BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.DINAS PERANAN WANITA&lt;br /&gt;1. VERLYANA RISYAH   SEKRETARIS DINAS&lt;br /&gt;2. ELSA ASRINA POETRI   KABID KEGIATAN DAN OPERASIONAL&lt;br /&gt;3. DWI HANDAYANI   KABID INFORMASI, KOMUNIKASI DAN PERENCANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.BADAN ADMINISTRASI PRAJA&lt;br /&gt;1. ANDI ASRUL SANI   SEKRETARIS BADAN&lt;br /&gt;2. DEWA NGAKAN NYOMAN K.P.  KABID ADMINISTRASI KAB. WWP&lt;br /&gt;3. KIRING YOPI    KABID INFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.KANTOR AGAMA DAN KEROHANIAN&lt;br /&gt;1. RIFO REYNALDO KALUMATA  KASUBBAG TU&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan dan kelegaan jelas terpancar dari setiap mata praja yang ada, harapan untuk dapat belajar berorganisasi dan mampu untuk mewujudkan suatu siklus kehidupan praja yang lebih bermanfaat dan berkualitas, tidak lagi monotan ataupun stagnan terbayang jelas di depan mata. Semnagat itu terasa ada, dan harus tetap mampu untuk dipertahankan sehingga pekerjaan yang kita emban bisa terlakana dengan baik.&lt;div&gt;Akhir kata, selamat bertugas kawan! Marilah bertindak dan bekerja sesuai dengan&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/tanggung-jawab-status-jabatan-dan-peran.html"&gt; peran dan status yang kita emban.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Just remember one thing, GREAT POWER COMES GREAT RESPONSIBILITY.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-9215095923750119664?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/9215095923750119664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=9215095923750119664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9215095923750119664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9215095923750119664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/12/wahana-wyata-praja-ipdn.html' title='Wahana Wyata Praja IPDN'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q8ypvXU9Myw/TvaCOmoeSHI/AAAAAAAAAkU/al66FgM84os/s72-c/Picture1-300x236.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-8004613408376755904</id><published>2011-12-13T15:30:00.007+07:00</published><updated>2011-12-25T06:28:43.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>My Name Is ...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;nothing last forever...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;things and people will change...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;with the new colors, new spirit, new hopes, and new dreams.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;change to survive, change to stay alive and change to be a better one.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;so be ready for something new.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;*catatan : artikel yang seharusnya sudah dapat saya selesaikan jauh-jauh hari dan bahkan seharusnya ( rencana awalnya ) akan saya posting-kan bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H. Ya, artikel yang, lagi-lagi, sebenarnya merupakan artikel yang saya buat sebagai salah satu cara saya untuk memperingati Tahun Baru Islam, karena moment tahun baru saya pikir sangat tepat dengan tema perubahan yang saya tuliskan dalam tulisan ini. Tapi, itu-lah manusia, hanya dan hanya akan selalu bisa untuk berencana dan berusaha diiringi oleh do’a, setiap hasil yang ada sungguh sangat di luar dari kekuasaan seorang manusia, cause u know what? I’ve been so damn busy this week, I was so busy till i forgot to look after my face and now my face full of acne! Shit!! But, I still face it with smile, just let it flow and enjoy it. Karena yang terpenting adalah akhirnya saya tetap bisa menyelesaikan tulisan ini walaupun dengan agak terburu-buru dan dengan tulisan yang bila boleh saya katakan agak kurang “mengena”, It’s a little fucked up!&lt;br /&gt;So, as the wise man said, it’s better late than never, saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1433 H., moment yang tepat bagi kita umat Islam untuk meningkatkan kualitas Iman, Ikhsan dan Islam kita. Bermuhasabah dan membuat resolusi, untuk menjadi insan yang lebih Qur’ani dan lebih mampu untuk menjadi manusia secara kodrati tidak sedikit pun menyalahi aturan Illahi dan terus mampu mempertahankan ibadah diri.&lt;br /&gt;Peace and Cheers, enjoy!&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan saya bicarakan di sini adalah berkenaan dengan sebuah nama, sebuah istilah. Banyak orang yang berkata, “apa-lah artinya sebuah nama”, tapi saya akan dengan sangat mudah untuk menyerang pernyataan tersebut dengan segala argument pembantahan, sejuta alasan untuk menunjukan ketidaksetujuan. Tapi walaupun sebenarnya pernyataan tadi tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak seleruhnya benar. Saya pribadi mempunyai pemikiran bahwa sebuah nama/istilah hanya-lah sebuah cara bagi kita ntuk menyebutkan sesuatu hal, membedakan satu hal dengan hal yang lainnya agar tidak ada suatu kerancuan, suatu kesalahan dalam penggunaannya.&lt;br /&gt;Sehingga menjadi jelas, objek apa yang sedang dibicarakan atau dipermasalahkan. Bayangkan bila tidak ada sebuah nama/istilah dalam dunia ini. Perlu waktu yang lama bagi kita untuk dapat memahami suatu maksud pembicaraan seseorang, karena bukankah lebih mudah bagi kita untuk menyebutkan “mobil”, daripada “ sebuah kendaraan bermotor yang memiliki empat roda atau lebih”,&lt;i&gt; it’s too damn long! &lt;/i&gt;Dan ya, dalam konteks ini, sangat jelas apabila sebuah nama/istilah itu memang sangat berperan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akan menjadi lain permasalahannya, apabila sebuah nama/istilah tersebut ada dan terus kita gunakan, kita ucapkan tetapi sungguh salah maknanya dan bahkan sama sekali tidak kita ketahui maknanya. Dan disini-lah letak suatu permasalahan itu muncul, salah penggunaan nama/istilah karena tidak pahamnya kita tentang arti atau makna dari nama/istilah memang harus sesegera mungkin kita perbaiki. Hal iu selain memang merusak tatanan bahasa juga membuat sebuah makna dari sebuah nama/istilah bergeser dari postif menjadi negatif dan bahkan negatif menjadi positif. Saya akan mencoba memberikan sebuah contoh dari kesalahan kita memahamai sebuah makna sehingga menjadi salah juga kita menggunakan sebuah nama/istilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, agama saya, merupakan agama yang indah dan smpurna ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/10/shaum-bukan-puasa.html"&gt;Shaum bukan Puasa&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/berawal-dari-permasalahan-nifsu-syaban.html"&gt;Berawal Dari Permasalahan Nifsu Syaban&lt;/a&gt; ), seakan sudah memprediksi tentang hal ini, tentang masa kini yang semakin banyaknya orang salah dalam menggunakan sebuah nama/istilah, orang-orang dewasa ini dengan lagaknya menggunakan nama/istilah ilmiah atau barat atau latin atau bahkan yunani kuno tapi sedikit saja diantara mereka yang mengerti apa yang  mereka katakan itu, atau kalaupun mereka mengerti sungguh mereka hanya mengerti secara dangkal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, seakan sudah mampu untuk mengetahui hal itu, Islam dalam kitabnya, selalu memberikan suatu pengertian atau pemahaman yang jelas tentang sebuah pemahaman nama/istilah dan bahkan Islam lebih menekankan pada suatu pengertian daripada sebuah nama/istilah belaka. Jadi, apapun nama/istilah yang digunakan, pada zaman apapun, yang terpenting adalah hakikat, isi dari perbuatan/tindakan itu, apapun bungkusnya, apapun sebutannya. Itu-lah yang ditekankan oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh paling sederhana ( dan mungkin satu-satunya contoh yang bisa saya berikan ), berkenaan dengan istilah “pacaran”. Polemik yang berkembang sekarang, banyak orang dengan lantang berkata bahwa pacaran itu haram dan &lt;i&gt;bla bla bla&lt;/i&gt; lain sebaginya. Tapi saya walaupun dengan segala keterbatasan ilmu agama yang saya miliki, tetap akan dengan angkuhnya berkata bahwa bukan pacaran itu yang haram akan tetapi Islam hanya mengharamkan perbuatan zina! Bukan pacaran! Sekarang begini, walaupun dengan status sebagai teman, sahabat, keluarga sekalipun bila anda berbuat zina maka itu-lah yang menjadi haram dan merupakan perbuatan dosa. Dan dalam hal ini, nama/istilah menjadi tidak terlalu penting, tapi yang terpenting adalah isi/arti/makna yang terkandung dalam sebuah nama/istilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup melenceng jauh dengan ruang lingkup yang terlampau luas, maka di bagian kedua tulisan ini saya akan mempersempit bahasan kita hanya pada istilah nama seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila berkaitan dengan nama seorang manusia maka jelas pendapat saya bahwa penamaan itu sangat penting karena nama seorang manusia merupakan perwujudan dari do’a serta harapan yang ingin dicapai dalam diri manusia tersebut. &lt;i&gt;So, allow me to describe the meaning of my name..&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Nama saya Adima Insan Akbar Noors, saya lahir pada tanggal 10, bulan Mei, Tahun 1992. Dan setelah melakukan sedikit investigasi dengan menginterogasi kedua orang tua saya, ternyata Bapak saya-lah yang mempunyai peranan dominan dalam memberi nama itu kepada saya dan bahkan untuk semua anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;a. Adima :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan sebuah singkatan, bisa singkatan dari “adiknya Mariam” ataupun “adiknya Raima”. Karena saya sendiri merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan kakak saya yang pertama bernama Mariam Awallyn Noors dan kakak saya yang kedua bernama Raima Syahidah Noors, bahkan Raima sendiri merupakan sebuah singkatan juga, kepanjangan dari “rainya Mariam”, “rai” dalam bahas Sunda berarti “adik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;b. Insan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Manusia; orang tua saya jelas menginginkan saya menjadi seorang manusia yang bersifat dan bertingkah laku selayaknya seorang manusia. Tidak melanggar segala kodrat, hak dan kewajiban saya sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;c. Akbar :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Besar; ya…orang tua saya ingin saya menjadi seorang yang “besar”, dalam pemaknaan positif tentunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Noors :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cahaya; asal katanya adalah “Nur”. Karena tidak cukup hanya menjadi “manusia yang besar”, tentunya orang tua saya pun mengharapkan saya menjadi seperti cahaya mampu untuk menerangi, mampu untuk bermanfaat bagi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noors sendiri bisa dibilang merupakan sebuah nama keluarga, karena saya dan kedua kakak saya sama-sama mempunyai nama akhir Noors, walaupun memang Noors itu adalah nama keluarga “tidak resmi”, karena bapak saya mempunyai nama asli Iman Nursyah. Jadi seharusnya nama keluarga kami adalah Nursyah. Tapi itu-lah bapak saya, beliau memang mempunyai jiwa pemberontak, memberontak dan menerobos kebiasaan untuk menegakan sesuatu hal yang benar. Begitu halnya dengan nama keluarga, dalam kebiasaan ataupun adat sunda hampir tidak ada yang namanya nama keluarga, tapi dengan segala keberaniannya beliau menerobos itu semua dengan tetap “keukeuh” untuk memakai nama keluarga pada ketiga anaknya dan bahkan beliau melakukan sedikit modifikasi, yang hasilnya menjadi terasa kebarat-baratan dan pada kenyataannya agak kurang familiar untuk diucapkan oleh kebanyakan orang Sunda, yaitu Noors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai menyadari hal ini sebenarnya semenjak saya duduk di bangku SD, tapi mulai benar-benar merasa “bangga” ketika saya duduk di bangku SMP. Pada saat SMP saya mulai berani untuk menuliskan nama saya dengan Adima I.A. Noors dan lebih radikal lagi saya hilangkan singkatan kedua nama tengah saya, sehingga hanya menjadi Adima Noors. Hal itu terus konsisten saya lakukan, saya tuliskan nama Adima Noors di semua buku saya sehingga hal itu cukup mengundang perhatian teman dan guru-guru saya dan hal itu secara tidak langsung menjadi sebuah ajang promosi bagi saya tentang nama keluarga yang saya miliki, karena setiap kali guru-guru membaca nama saya, mereka pasti setidaknya mengerucutkan dahi dan sejurus kemudian akan bertanya tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keradikalan saya mulai bertambah, kebanggaan saya dengan Noors mulai bertambah “gila”. Hal itu dipengaruhi jelas dengan kenyataan bahwa saya amat tertarik dengan julukan dari beberapa orang ternama, seperti The Doctor ( Valentino Rossi ), The Real Slim Shady ( Eminem ), Super Pippo ( Fillipo Inzaghi ), dsb. Terobsesi oleh hal itu saya pun memutar otak untuk membuat sebuah julukan atau nama alias bagi diri saya pribadi dan satu hal yang pasti, konsep utama yang sudah terbayang dalam otak adalah apapun nama alias itu harus diawali dengan nama noors.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama pertama yang keluar adalah “noorsmachine”, yang kemudian beubah menjadi “noorzmachine”, akhiran “s” pada nama “noors” saya ganti dengan “z”, karena saya pikir …&lt;i&gt;hmmm&lt;/i&gt;…apa ya?..&lt;i&gt;I think it sounds cool, sounds dangerous! Hell yeah!!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Machine saya pilih karena terinspirasi oleh nama studio dari band Linkin Park, Machine Shop. Akan tetapi nama “noorzmachine” tidak bertahan  lama, karena saya pikir nama itu tidak merefleksikan siapa saya sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;noorzmilanello pun muncul, menyeruak menjadi sebuah ide hebat. Milanello saya ambil dari nama maskot tim Ac Milan, dengan noorzmilanello saya pikir nama itu lebih terasa “hebat”, lebih bisa untuk menjelaskan siapa saya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/09/who-is-noorz.html"&gt;Who Is Noorz?&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/19th-part-ii.html"&gt;19th&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kawan.html"&gt;Selamat Datang, Kawan &lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama noorzmilanello bertahan, akhirnya saya dengan banyak pertimbangan, untuk sebuah pembaharuan berharap semangat baru akan datang seiring dengan nama baru dan memotivasi lebih diri ini, terlebih di tahun yang baru ini, 1433 H.&lt;br /&gt;Ya, saya memutuskan untuk menambahkan nomor 58! 58 saya pilih karena nomor itu bermakna lebih, nomor yang dipakai oleh mendiang Simoncelli. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/marco-simoncelli-1987-2011.html"&gt;Marco Simoncelli 1987-2011&lt;/a&gt; ) Saya menyukai dia tapi bukan juga fans berat dia, hanya sekedar seorang pengagumnya. Tapi kematian yang datang terlalu cepat merenggut nyawanya, semakin menambah rasa simpati saya kepadanya dan justru semakin membuat saya menyukai dia, bahkan saya jadi berani untuk mendeklarasikan bahwa saya adalah fans dari seorang Simoncelli. Sehingga nomor 58 menjadi terasa mengena dalam hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila boleh jujur, saya tidak pernah menyukai satu angka/nomor secara spesifik, saya hanya menyukai sebuah nomor karena nomor itu dipakai oleh para idola saya, seperti nomor 46 milik Rossi, 20 Bambang Pamungkas dan 9 Fillipo Inzaghi. Dan pada hakikatnya saya bukan-lah orang yang percaya takhayul, saya selalu percaya bahwa semua nomor itu baik dan indah dengan segala keindahannya masing-masing. Saya memang pernah menyukai beberapa nomor tapi kemudian menjadi biasa lagi terhadap nomor-nomor itu.&lt;br /&gt;Sehingga merupakan sebuah resiko untuk menambahkan nomor 58 ke dalam nama alias ini, akan sangat dekat dengan resiko untuk sering mengalami pergantian. Akan tetapi saya cukup yakin bahwa nama baru ini dengan tambahan nomor 58, akan bisa bertahan lama akan mampu untuk memberikan sesuatu yang baru bagi diri ini di tahun yang baru ini. Ya, ini bukan sekedar gaya, atau sekedar mencari ketenaran bahkan untuk mencari perhatian, ini hanya salah satu bentuk ekspresi diri, mencoba menjadi sesuatu hal yang lain, menjadi seorang yang tidak selalu Adima Insan Akbar Noors, tapi sejenak saya bisa berlari dari segala kepenatan dan rutinitas seorang Adima dan bebas lepas menjadi seorang noorzmilanello, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;and now be ready for the new noorzmilanello, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;please welcome....noorz58milanello ( red : noorz fifty-eight milanello ) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-8004613408376755904?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/8004613408376755904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=8004613408376755904' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8004613408376755904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8004613408376755904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/12/my-name-is.html' title='My Name Is ...'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-85103796552372175</id><published>2011-11-19T14:40:00.003+07:00</published><updated>2011-11-19T15:09:25.007+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Hari Pahlawan</title><content type='html'>Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan bagi Republik Indonesia. Dipilihnya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan tentu atas dasar sejarah yang sangat kuat. Karena pada tanggal itu, tepatnya pada tanggal 10, bulan November, tahun 1945 terdapat suatu perjuangan yang dipimpin oleh Bung Tomo di Surabaya, Jawa Timur, yang menyemangati rakyat Indonesia lainnya untuk terus berjuang mempertahankan kemerdekaan dan juga pada tanggal itu, pada perjuangan itu, banyak para pejuang dan warga sipil yang tewas.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dipilihnya suatu tanggal sebagai suatu hari tertentu sebenarnya sebagai sebuah bentuk apresiasi negara atas terjadinya suatu peristiwa penting agar kelak peristiwa penting beserta semangat positif yang terkandung di dalamnya bisa terus kita kenang, kita refleksikan. Tapi pada hakikatnya segala semangat itu tidak harus hanya ada pada tanggal yang dipilih saja tapi terus ada di setiap tanggalan di setiap harinya kita menjalani hidup. Pemilihan tanggal khusus itu hanyalah merupakan simbol, sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment&lt;/span&gt; khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat lima hari yang lalu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tulisan ini saya buat pada tanggal 15, bulan November, tahun 2011&lt;/span&gt; ), kita semua telah melewati Hari Pahlawan. Tapi saya pribadi merasakan sepertinya Hari Pahlawan pada tahun ini berlangsung dan lewat terlalu biasa, jujur saya akui saya pun sempat lupa kalau pada tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan, terlebih kami, praja, yang biasanya rutin menyelenggarakan upacara untuk memperingati suatu tanggalan khusus, akan tetapi pada Hari Pahlawan ini, kami di Kampus Kalbar tidak mengadakan upacara. ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;belakangan informasi yang saya dapatkan, upacara memperingati Hari Pahlawan hanya diselenggarakan di IPDN Kampus Pusat&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi hari, pada tanggal 10, bulan November, tahun 2011, hari Kamis, sekitar pukul 05.00 WIB, saya berinisiatif untuk mengirimkan ucapan selamat Hari Pahlawan kepada rekan-rekan saya satu angkatan, satu kontingen dan juga junior-junior saya ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/keluarga-besar-ipdn.html"&gt;Keluarga Besar IPDN&lt;/a&gt; ). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SMS&lt;/span&gt; yang saya kirim pada teman-teman satu angkatan hampir tidak ada yang istimewa, hanya ucapan biasa. Saya sendiri melakukan hal itu tidak semata untuk membunuh kejenuhan di pagi hari atau karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa saya lakukan tapi hal itu saya lakukan karena benar ingin mengingatkan pada semua bahwa pada hari itu adalah Hari Pahlawan, saat yang tepat untuk kembali menumbuhkan semangat juang ala pahlawan dan mengenang kembali segala jasa dari setiap para pahlawan yang telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika saya akan mengirimkan ucapan itu pada adik-adik saya ( junior ), ide lain dibumbui oleh rasa iseng nan jail tiba-tiba muncul, keluar menyeruak dalam otak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nah, agar lebih menarik, aku suruh saja mereka untuk membuat kata-kata mutiara bertema pahlawan, minimal satu paragaraf! Ya, itu ide hebat!!”&lt;/span&gt;, jeritku dalam hati.&lt;br /&gt;Dan tanpa membuang waktu segera saja saya memainkan jemari saya menuliskan kata dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hape nokia&lt;/span&gt; butut dalam sebentuk pesan bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;short messages service ( SMS )&lt;/span&gt; dan sesegera mungkin mengirimkannya pada semua junior, yang saya ketahui nomer &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hape&lt;/span&gt;nya.&lt;br /&gt;Isi SMS itu kurang lebih seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Versi Asli&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wilujeng dinten Pahlawan, yi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bales sms ieu ku kata-kata mutiara, minimal saparagraf!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bales gancangnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Namun henteu, berarti KOREKSI!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Versi Terjemahan&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Selamat Hari Pahlawan, dik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balas sms ini dengan kata-kata mutiara, minimal satu paragaraf!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Balas cepat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau tidak, berarti KOREKSI!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya, respon mereka pun cepat dan cepat pula gelak tawa keluar dari mulut saya, sesaat setelah membaca beragamnya balasan yang mereka kirimkan. Ada yang sama sekali melenceng dari tema, ada yang hanya sekedarnya, ada juga yang serius, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hmmm&lt;/span&gt;...dan berbagai macam lainnya. Tapi sedikit banyaknya cukup untuk menghadirkan tawa di pagi hari. Sekali lagi, hal ini saya lakukan tidak untuk semata-mata “iseng”, tapi jauh dari itu, saya ingin setiap orang mampu untuk memaknai tanggalan khusus yang telah disediakan oleh Negara ini, yang dalam hal ini adalah Hari Pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan ini-lah cara saya memaknai hari itu, bagaimana dengan anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SMS Hari Pahlawan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap wilujeng hari pahlawan oge kang Ijin kang lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah Wilujeng dinten pahlawan Merdeka.”&lt;br /&gt;Hanifa Intan – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang hari yang cerah diawali bukan karena terbitnya matahari tapi diawali oleh hati dan pikiran yang cerah juga penuh semangat.”&lt;br /&gt;Egi – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan semangat pahlawan kita bangun Indonesia menjadi lebih baik lagi.”&lt;br /&gt;Agita – Cimahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang Izin menjawab habis gelap terbitlah terang.”&lt;br /&gt;Hestin – Kab. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang izin dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita semua seharusnya kita berpikir apa adanya bukan ada apanya.”&lt;br /&gt;Agung – Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum izin kang izin menjawab jangan lupakan sejarah assalamualaikum.”&lt;br /&gt;Helviana – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang Kenanglah pahlawan kita karena mereka yang telah memperjuangkan kemerdekaan di negeri tercinta ini Jika tidak ada mereka mungkin kita tidak bisa seperti hari ini Izin kang wilujeng hari pahlawan.”&lt;br /&gt;Panji – Kab. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang tak terkira jasa dan dayamu untuk mengakhiri perjuangan kita kaum muda sepatutnya semangat jangan menyerah lihat apa yang dapat dari keringat dan darah pahlawan yaitu merah putih.”&lt;br /&gt;Kellie – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang habis gelap terbitlah terang.”&lt;br /&gt;Beni – Tasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang langkah awal selalu terasa berat tapi kita harus yakin bahwa di langkah kedua ketiga dan seterusnya akan terasa ringan jalani hidup ini dengan penuh semangat.”&lt;br /&gt;Dadan – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang izin menyampaikan kata kata mutiara masa muda masa yang berapi-api sekian terimakasih.”&lt;br /&gt;Nirma – Cimahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamualaikum Ijin kang punten ngawagel waktosna Ijin menjawab kibarkan rasa nasionalisme dan patriotisme di dadamu Hatur nuhun Wassalamualaikum.”&lt;br /&gt;Igham – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap salah kang Izin menjawab kang Jika darahmu tak lagi merah untuk negaraJika keringatmu tak dapat lagi menetes untuk negeri ini Maka diamlah Kau sudah jadi pahlawanan sesungguhnya Selamat Hari Pahlawan kang.”&lt;br /&gt;Hestin – Kab. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“siap izin kang pahlawan betapa mulia dirimu membela negeri ini dengan tumpah  darah yang membuat negeri tetap merdeka.”&lt;br /&gt;Riki – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari pahlawan bermakna besar terutama bagi jiwa muda yang dapat mengobarkankan semangat bagi bangsa dan negara.”&lt;br /&gt;Beni – Tasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin menjawab kang pengabdian pengorbanan bela negara  tanpa tanda jasa yang tak akan pernah ternilai merebut kemerdekaan dari tangan penjajah dan kita sebagai generasi muda harus menghargai jasa jasa para pahlawan kita dengan mengabdi pada negara untuk terus mem[ertahankan dan terus mengharumkan nama bangsa Indonesia terimakasih.”&lt;br /&gt;Helviana – Kota Bandung&lt;br /&gt;“Siap kang Poe ninggang cadas hiji mangsa anu raheut ngahiap sangkan nandangan rasa kaduhung cik keneh anjeuna nyaangan ku sakiceupna oge anjeuna ngalapurkeun asa hatur nuhun.”&lt;br /&gt;Vinny – Kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap izin menyampaikan kang dengan darah bergelimpangan dan susunan tulang putih yang melekat dalam tubuh kita mari kita tumbuhkan semangat di hari pahlawan ini selamat hari pahlawan terima kasih.”&lt;br /&gt;Ulfa – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“muhun kang dikorbankannya harta serta nyawa mereka ditinggalkannya anak istri mereka hanya untuk berjuang dan berkorban demi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia iya mereka lah pahlawan kita.”&lt;br /&gt;Geri – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“siap kang izin di hari pahlawan ini harus menjadi tolak ukur kesadaran kita terhadap jasa para pahlawan dan negara kita, jangan mengharapkan apa yang diberikan para pahlawan terhadap kita tapi harus berpikir lagi apa yang kita berikan terhadap para pahlawan kita, kobarkan semangat pahlawan dalam diri kita, satukan jiwa semangat hari pahlawan kang.”&lt;br /&gt;Andry – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang selamat hari pahlawan menjadi seseorang yang penting memang baik tapi lebih penting menjadi orang yang baik hatur nuhun.”&lt;br /&gt;Bagas – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Punten kang nembe ngawaler Tidak seorang pun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai sekarang dan membuat akhir yang baru.”&lt;br /&gt;Wahyu – Kota bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang bagian hal tersulit bukanlah melupakan masa lalu tapi membangun kembali apa yang hancur di masa lalu hatur nuhun.”&lt;br /&gt;Anisa – Kab. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada satu hal yang lebih penting dari mencari teman baru yaitu mempertahankan teman lama.”&lt;br /&gt;Nirma – Cimahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“In life we paint our own picture of what we want, then make it  a reality it’s not easy but it’s not impossible.”&lt;br /&gt;Tikto – Kab. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Siap kang Izin kang semangat dan tumpah darah itulah yang kau korbankan wahai pahlawan semangat muda sebagai acuan dan rasa tanggap adalah kemampuan Selamat hari pahlawan 10 November Hatur nuhun kang.”&lt;br /&gt;Lutfi - Kota bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang sami-sami wilujeng hari pahlawan. Di hari penuh rasa perjuangan dan nasionalisme ini indahnya kita bersemangat berpartisipasi mengingat keringat dan darah para pahlawan untuk di kenang.”&lt;br /&gt;Iman – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang Sami-sami hari pahlawan ulah dinten ayeuna hungkul tapi kedah saterasna aya dina diri urang Hatur nuhun.”&lt;br /&gt;Pradia – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang. Ijin kang bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya tak lepas dari jasa pahlawan, maka pahlawan adalah suatu sejarah bangsa yang besar.”&lt;br /&gt;Soni – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keringat darah para pahlawan di masa lalu harus selalu kita ingat di masa datang.”&lt;br /&gt;Eki – Tasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang lakukanlah yang terbaik meski kita bukan yang terbaik.”&lt;br /&gt;Fajar – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang Hari pahlawanan Dari gelap menjadi terang Dari tempaan menjadi kemenangan Merdeka Kita harus  teruskan perjuangan para pahlawan kita terdahulu Merdeka.”&lt;br /&gt;Andre – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap muhun kang yang muda yang bijaksana semangat hari pahlawan.”&lt;br /&gt;Sri – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang sami-sami wilujeng hari pahlawan. Di hari penuh rasa perjuangan dan nasionalisme ini indahnya kita bersemangat berpartisipasi mengingat keringat dan darah pra pahlawan untuk di kenang.”&lt;br /&gt;Afuza – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap kang. Hargailah jasa para pahlawan pejuang bangsa mu karena berkat jasanya lah kita bisa berdiri sekarang ini.”&lt;br /&gt;Khairun – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wilujeng hari pahlawan kang ijin kang hapunten kang siap pahlawan ialah rela mengorbankan hak dan kepentingan nya bagi orang lain hatur nuhun.”&lt;br /&gt;Berlin – KBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamulaikum izin kang wilujeng dinten pahlawan semoga kita sebagai anak bangsa dapat meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa amin.”&lt;br /&gt;Rakha – Kota Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ijin kang beribu luka dan milyaran darah mereka di hari itu menjadi berkas merdeka di hari ini untuk trilliunan semangat bagi para pemuda seperti kami haturnuhun.”&lt;br /&gt;Firman – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah sekian lama para pahlawan berjuang dalam membela indonesia kini saatnya kita sebagai penerus harus meneruskan jejak pahlawan pendahulu kita.”&lt;br /&gt;Thiara – Garut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Izin kang hapunten nembe di waler sawangsulna kang lebih baik mandi keringat dalam latihandaripada mandi darah dalam pertempuran wilujeng dinten pahlawan merdeka.”&lt;br /&gt;Ema – Tasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap salah kang izin menyampaikan kata kata mutiara kobarkan semangat perjuangan dengan senyum semangat detiki ini terimakasih kang.”&lt;br /&gt;Nirma – Cimahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap ijin kang teladani patriotisme pahlawan semata berjuang demi bangsa dan tanah air hatur nuhun wassalamualaikum.”&lt;br /&gt;Yudha – Sumedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kobarkan semangatmu pemuda untuk menjadi pahlawan yang sejati.”&lt;br /&gt;Assyifa – Kota bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-85103796552372175?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/85103796552372175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=85103796552372175' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/85103796552372175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/85103796552372175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/hari-pahlawan.html' title='Hari Pahlawan'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-74379597271046263</id><published>2011-11-18T09:58:00.004+07:00</published><updated>2011-12-25T06:39:17.457+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>IDEALISME</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Ideal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. sangat sesuai dng yg dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki: gadis itu sangat -- untuk menjadi peragawati;&lt;br /&gt;meng·i·de·al·kan v menyesuaikan dng yg dicita-citakan atau yg diharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikata.com/arti-92664-ideal.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Idealis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. orang yg bercita-cita tinggi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. pengikut aliran idealisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikata.com/arti-330327-idealis.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Idealisme&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1 aliran ilmu filsafat yg menganggap pikiran atau cita-cita sbg satu-satunya hal yg benar yg dapat dicamkan dan dipahami; 2 hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna; 3 Sas aliran yg mementingkan khayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dng kenyataane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikata.com/arti-330330-idealisme.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Utopia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. sistem sosial politik yg sempurna yg hanya ada dl bayangan (khayalan) dan sulit atau tidak mungkin diwujudkan dl kenyataan: kita tidak menghendaki --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://artikata.com/arti-196712-utopia.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai mengerti sekarang, kenapa banyak orang yang mempunyai pendapat bahwa mahasiswa berada di garda paling depan sebagai sekelompok agen perubahan ( &lt;i&gt;agent of change&lt;/i&gt; ), dalam diri mahasiswa-lah tersimpan sejuta harapan untuk terciptanya suatu perubahan kearah yang lebih baik tentunya. Dulu saya memahami pernyataan ini dengan pemahaman bahwa dalam diri mahasiswa tertanam suatu idealisme yang kuat, semangat untuk merusak yang buruk dan memperindah yang benar. Tapi pada saat itu, saya masih belum mempertanyakan kenapa harus diidentikan dalam diri mahasiswa suatu idealisme itu? Kenapa tidak disematkan juga pada siswa? Bukankah mahasiswa dan siswa sama-sama juga kaum terpelajar?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu baru muncul dalam benak saya ketika kini saya menjalani sendiri sebagai seorang mahasiswa. Ya, disini, dalam posisi ini, perbedaan itu mulai saya rasakan, ada suatu perbedaan yang sangat besar antara siswa dan mahasiswa. Menjadi mulai masuk akal bagi saya, kenapa peserta didik di tingkatan bangku kuliah harus mendapatkan gelar &lt;i&gt;maha&lt;/i&gt;, saya mulai mengerti alasan itu, setidaknya menurut perspektif saya pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia perguruan tinggi, ilmu yang kita dapatkan sudah semakin dalam, tidak sekedar menyentuh permukaannya saja, kita sudah harus memahami segala sesuatunya secara utuh dan rasional, tidak setengah-setengah apalagi dengan emosional. Berbagai macam teori kita ketahui kemudian kita pahami, segala sesuatunya tidak lagi bersifat deskriptif tapi lebih mengedepankan analisis. Teori yang ada kita pahami betul kemudian kita gunakan langsung ke dalam sebuah permasalahan nyata di lapangan. Dan hal terpenting lainnya adalah di bangku kuliah, kita sudah benar-benar di persiapkan untuk nantinya mampu bermanfaat dan memberikan manfaat bagi duni nyata, ya…dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia pendidikan perguruan tinggi, kita mampu  untuk mengembangkan idealisme kita dan memang idealisme kita sengaja untuk dikembangkan sedemikian rupa bertujuan agar setiap peserta didik itu mampu untuk secara optimal mengembangkan segala potensi yang dia miliki. Karena di bangku perkualiahan kita sudah mendapatkan mata kuliah atau ilmu yang benar-benar ingin kita dapatkan, karena segala sesuatunya sudah spesifik sesuai dengan fakultas dan jurusan yang kita pilih. ”Kita pilih” disini saya artikan dan saya generalisasikan bahwa setiap peserta didik di seluruh belahan dunia manapun yang detik ini sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, berarti sedang menjalani “pilihan” pendidikan yang telah “dia pilih”, apapun latar belakang yang menyebabkan pilihan tersebut hingga akhirnya dia memilih, tidak ada alasan baginya untuk mengeluh ini, itu karena yang disebut pilihan berarti selalu terdapat alternatif lainnya dan apabila telah menentukan satu pilihan, itu berarti telah siap dengan segala apa yang menyertai dalam pilihan tersebut. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/03/memilih-pilihan.html"&gt;Memilih Pilihan&lt;/a&gt; ) Sehingga tak ada lagi alasan untuk kita tidak mengembangkan segala potensi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealisme itu semakin muncul keluar dalam diri kita karena dipengaruhi juga dengan tujuan akhir dari pembelajaran yang konsisten kita ikuti dari mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Di perguruan tinggi, kita mulai mengerti betul bahwa hakikat dan tujuan akhir dari setiap ilmu yang ada, ilmu yang kita miliki, ilmu yang kita usahakan adalah adanya sebuah perubahan. Perubahan dalam diri kita sendiri kearah yang lebih baik dan yang terpenting juga yang paling berat adalah mampu untuk melakukan perubahan positif dalam masyarakat. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena sekali lagi tujuan akhir dari semua pendidikan yang kita miliki adalah mampu menerapkan itu semua di dalam dunia nyata, dunia masyarakat, tidak sekedar hanya untuk menerapkannya tapi juga mampu uuntuk merubah dan memperbaiki yang rusak dan mempertahankan serta mengembangkan semua yang telah benar.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal itu memang semakin terasa nyata dalam dunia perguruan tinggi dan pilihan itu semakin mengerucut jelas menjadi : &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;sukses atau gagal! &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Sehingga idealisme itu dibiarkan tumbuh dalam diri setiap peserta didik. Teori yang ada pun mendukung atau menunjang untuk itu. Pikiran mahasiswa sangat terpengaruhi banyak oleh bayangan teori indah, teori tentang bagaimana seharusnya segala sesuatu itu berlangsung dengan baik dan bagaimana jadinya apabila yang baik itu tidak dilaksanakan dan apabiila yang buruk itu dilakukan. Semuanya melalui pendekatan teori serta normatif aturan adapun pendekatan empiris juga dilakukan tapi hanya sedikit, kalaupun banyak kondisi empiris itu itu dibuat sedekat mungkin dengan kondisi yang mendukung teori tersebut, suatu kedaaan empiris rekayasa atau empiris yang hanya ada untuk suatu penelitian/praktek bukan  empiris senyatanya, seperti di kehidupan nyata yang berlangsung setiap hari. Sehingga benar idealisme itu benar-benar muncul, benar-benar berkembang besar. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Karena sekali saja idealisme itu terkekang atau dibenturkan dengan suatu keadaan senyatanya atau bahkan sengaja dibatasi dengan terus melakukan indoktrinasi bahwa di lapangan nanti banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan teori yang ada. Sungguh hal itu hanya akan menghambat perkembangan serta motivasi setiap peserta didik dalam menuntut ilmu atau untuk mengembangkan potensinya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Bahkan lebih buruk lagi apabila hal itu memang dilakukan untuk mempertahankan suatu sistem yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang benar dipersiapkan untuk dunia nyata tapi dengan terus “menakuti” setiap peserta didik, dalam hal ini mahasiswa, dengan perkataan bahwa tidak semua teori yang kita pelajari mampu untuk berjalan sepenuhnya, hal itu justru saya pikir tidak sesuai untuk dunia pendidikan. Memang benar kita juga harus diberi tahu dan belajar untuk mengetahui bahwa dunia nyata nantinya tidak akan bisa seindah dan sesempurna dunia pendidikan tapi penyampaiannya tentu harus dalam konteks menyemangati agar kita terus belajar untuk merubah hal itu, segala hal yang salah, bukan dengan penyampaian yang terkesan “menakuti” dan justru mematahkan semangat peserta didiknya sehingga akhirnya mereka hanya mencari ilmu apa adanya, dangkal, hanya menyentuh permukaanya. Sehingga tidak sedikit pun ilmu itu kita pahami benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat saya pribadi, dunia pendidikan itu adalah dunia dengan penuh keindahan dalam artian tidak ada penyimpangan sedikit pun dari teori, semua harus sesuai dengan teori serta aturan yang ada sehingga idealisme itu bisa terbentuk maksimal, bentuk ideal karakter seorang manusia bisa benar-benar tercipta. Perkara nanti di dunia nyata, biarlah itu menjadi masalah nanti karena yang terpenting diri setiap peserta didiknya telah kuat dalam hal yang benar karena terbentuk dari proses yang benar pula. Sehingga nanti iedalisme itu tetap kuat dan mantap walaupun nanti banyak sekali pertentangan di dunia nyatanya, bahkan dengan kekuatan itu kita akan mampu untuk merubah setiap kesalahan itu. Coba bayangkan apabila dalam dunia pendidikan saja kita sudah di didik pragmatis, sudah diajarkan senyata-nyatanya yang ada di lapangan, maka kita pun akan mulai membiasakan diri untuk mentoleransi segala hal yang salah, tak ada kemauan dan kemampuan untuk merubah itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pada saatnya nanti kita dengan segala keidealismeannya, pasti akan terkaget-kaget dengan kenyataan yang ada tapi apabila idealisme itu telah kuat terbentuk maka sungguh kita akan mampu bertahan dan merubah. Idealisme yang kuat hanya akan terbentuk dari dunia pendidikan yang di dalamnya tidak ada penyimpangan sedkit pun antara harapan dan kenyataan, biarkanlah utopia itu hanya ada dalam dunia nyata, tapi jangan masuk dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Tidak ada teori yang salah atau tidak bisa diterapkan tapi kita-lah, manusia, yang tidak mampu untuk menerapkan suatu teori secara utuh. Karena teori itu benar sampai ada teori lain yang menyalahkan teori itu.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pudir I IPDN Kampus Kalbar ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/jujur-dan-berprestasi.html"&gt;Jujur dan Berprestasi&lt;/a&gt; )&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-74379597271046263?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/74379597271046263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=74379597271046263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/74379597271046263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/74379597271046263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/idealisme.html' title='IDEALISME'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-4323573538633956968</id><published>2011-11-09T20:53:00.004+07:00</published><updated>2011-11-09T21:32:22.477+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>SPEAK UP!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-i3psHCxI44o/TrqNGZluM0I/AAAAAAAAAj4/CNH_AvKd-L8/s1600/Taking%2BBack%2BSunday%2B%25285%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-i3psHCxI44o/TrqNGZluM0I/AAAAAAAAAj4/CNH_AvKd-L8/s320/Taking%2BBack%2BSunday%2B%25285%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673001821714395970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan kepada anda semua, mungkin benar anda itu pintar juga hebat tapi bila anda membungkus kepintaran serta kehebatan itu dalam diam tanpa sedikitpun anda memiliki sebuah keberanian untuk sekedar mengeluarkannya maka dengan sangat berbesar hati anda harus bersiap kalah dengan orang-orang biasa, yang sebenarnya sama sekali tidak jauh lebih baik dari anda, tidak juga sedikit pun layak untuk disandingkan dengan anda, tapi sungguh mereka teramat dekat dengan kemenangan, sangat dekat dengan kesuksesan karena mereka berani untuk bicara, berani untuk bertindak, berani untuk mencoba walaupun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, anda tidak harus menjadi seorang penjilat karena ada perbedaan besar antara penjilat dengan mereka yang menunjukan kepintaran serta kehebatannya sesuai dengan tempatnya. Karena anda bukanlah seorang penjilat apabila ada guru, dosen atau siapapun orangnya, memberikan suatu pertanyaan dan karena anda mampu untuk menjawabnya maka anda mengacungkan jari lalu sesaat setelah anda dipersilahkan maka anda pun menjawab pertanyaan itu tepat seperti apa yang diharapkannya maka jelas anda bukanlah seorang penjilat. Penjilat itu ketika anda bertindak baik dan benar ketika ada sebuah pengawasan belaka dan bahkan cenderung bertindak melebihi kewenangan serta tempat yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bila anda berkata bahwa anda diam karena memang hanya ingin bertindak apabila telah mempunyai atau diserahi sebuah tugas secara langsung, maka saya berbalik menyerang anda, bagaimana bisa orang lain berani atau percaya menyerahkan sebuah tugas, sebuah tanggung jawab, kepada anda bila anda tidak sama sekali mereka kenal karena anda cenderung lebih banyak diam tidak banyak melakukan suatu pergerakan postif. Karena di setiap kesempatan mereka memberikan kepada anda sebuah pertanyaan, memberikan kesempatan untuk anda mengutarakan opini, pendapat atau memberikan sebuah saran, anda lebih banyak memilih untuk diam, lebih memilih untuk berteori dalam hati, atau berbicara dalam sepi, dan tanpa anda sadari anda telah mengurung, mengunci rapat segala potensi diri. Dan di saat yang bersamaan, orang-orang di sekitar anda yang hanya mengandalkan sebongkah keberanian, keberanian untuk mencoba, berani untuk belajar, tidak sedikit pun nyalinya ciut walau harus beberapa kali tersungkur kalah dan menahan malu. Ya, anda kalah dengan orang-orang seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, manfaatkan segala kesempatan yang ada dan datang pada anda sekecil apapun itu, keluarkan segala potensi yang anda miliki dalam sebuah pergerakan atau tindakan yang positif, tumpahkan itu semua sesuai dengan kemampuan serta kewenangan yang memang anda miliki serta pada tempat dan situasi yang tepat pula. Karena keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya tapi harus kita cari dan usahakan, karena tidak setiap hari pula kita beruntung, kita tidak pernah tau kapan hari sial kita datang. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/inilah-saya-dan-itulah-anda.html"&gt;Inilah Saya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/hiduplah-pada-hari-ini.html"&gt;Hiduplah Pada Hari Ini&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let’s move, stand up and shout!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-4323573538633956968?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/4323573538633956968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=4323573538633956968' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4323573538633956968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4323573538633956968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/speak-up.html' title='SPEAK UP!!'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-i3psHCxI44o/TrqNGZluM0I/AAAAAAAAAj4/CNH_AvKd-L8/s72-c/Taking%2BBack%2BSunday%2B%25285%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-8513062528054964313</id><published>2011-11-09T20:21:00.001+07:00</published><updated>2011-11-09T20:51:01.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>A LETTER FROM CASSANO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-bQAhwtoDiC4/TrqEkQIGEYI/AAAAAAAAAjs/Mip7O4Jfbow/s1600/Cassano%2B%25286%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-bQAhwtoDiC4/TrqEkQIGEYI/AAAAAAAAAjs/Mip7O4Jfbow/s320/Cassano%2B%25286%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672992438965637506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8/11/2011&lt;br /&gt;With this open letter Antonio Cassano would like to thank everyone for the wonderful support he has received over the last few days.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dear friends, I just wanted to express my gratitude, on behalf of myself and my family, for the well wishes that have poured in over the last few days. Whatever sadness or difficulty I felt was soon replaced by the show of affection from people all over the world. The President, Silvio Berlusconi, Adriano Galliani, Massimiliano Allegri, the doctors Tavana and Mazzoni, all the staff, my team mates and everyone involved at Milan have constantly been close to me. Thanks to them and the doctors who have taken care of me I was able to face this strange 'injury' with courage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I would like to send out a hug to all those who have shown their support and made me feel important by coming to the Policlinico of Milan or through the numerous messages sent to me. I would like to dedicate a huge thank you to all the people at Real Madrid, particularly the President Florentino Perez and the coach Josè Mourinho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I will rest as much as possible at home and will be glued to the television when Milan are playing, or when Italy are playing. Also I will be following the developments in Genoa, a city that remains in my heart and that I know will soon recover from problems of recent days. I will do the same and I promise that I will be back on the pitch as soon as possible. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Big hug to everyone, and thanks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Cassano&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/137073"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-8513062528054964313?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/8513062528054964313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=8513062528054964313' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8513062528054964313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8513062528054964313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/letter-from-cassano.html' title='A LETTER FROM CASSANO'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-bQAhwtoDiC4/TrqEkQIGEYI/AAAAAAAAAjs/Mip7O4Jfbow/s72-c/Cassano%2B%25286%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-8733805901727873202</id><published>2011-11-04T13:10:00.005+07:00</published><updated>2011-11-04T14:01:19.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>Get well soon, Antonio Cassano!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-BSVNrSi9orQ/TrOFT2XSwlI/AAAAAAAAAiM/n3nyl-2zwRY/s1600/929-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-BSVNrSi9orQ/TrOFT2XSwlI/AAAAAAAAAiM/n3nyl-2zwRY/s320/929-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671022931846808146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanggal Operasi Antonio Cassano Sudah Ditetapkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-b0d8PiiSi5E/TrOFUa9l5yI/AAAAAAAAAiY/IAkzwgDu-M8/s1600/151970hp2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-b0d8PiiSi5E/TrOFUa9l5yI/AAAAAAAAAiY/IAkzwgDu-M8/s320/151970hp2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671022941671122722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal Operasi Antonio Cassano Sudah Ditetapkan&lt;br /&gt;Striker Milan itu akan menjalani operasi jantung minor hari ini.&lt;br /&gt;4 Nov 2011 02:48:00&lt;br /&gt;Oleh M Yanuar F&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bisa dipastikan bahwa striker Milan Antonio Cassano akan menjalani operasi jantung minor pada hari ini, Jumat (4/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Milan sudah menyatakan striker mereka itu harus menjalani operasi setelah mengalami stroke ringan. Diharapkan proses operasi ini bisa membuatnya melanjutkan karir di tahun 2012.&lt;br /&gt;Jangan Lewatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya dia akan menjalani operasi dengan Dr Mario Carminati menjadi penanggung jawab. Dr Carminati merupakan salah satu dokter terbaik Italia dalam urusan operasi jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya, pihak Milan akan memberikan waktu sebanyak mungkin dan tidak akan mengambil risiko memainkan Cassano sampai yang bersangkutan benar-benar pulih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.goal.com/id-ID/news/1353/sepakbola-italia/2011/11/04/2741751/tanggal-operasi-antonio-cassano-sudah-ditetapkan"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEWS ON ANTONIO CASSANO&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YP1nETNQXCo/TrOFV21iFxI/AAAAAAAAAiw/RH8mh_HFnuA/s1600/daia11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YP1nETNQXCo/TrOFV21iFxI/AAAAAAAAAiw/RH8mh_HFnuA/s320/daia11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671022966333380370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;NEWS ON ANTONIO CASSANO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antonio Cassano has experienced ischemic cerebral damage. The player will undergo surgery in the next few days and is expected to be out of action for the next few months.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MILAN - AC Milan,&lt;/span&gt; according to medical reports of the Policlinico in Milan, have said that Antonio Cassano has experienced ischemic cerebral damage. The instrumental and neuroradiological examinations required 72 hours for their course and have highlighted the problem in the circumscribed area of the brain that did not result in persistent neurological deficits. The cause was identified as the presence of a patent foramen ovale septal heart, detectable only with sophisticated specialized investigations. The timing of therapy established has allowed a rapid recovery and improvement of clinical conditions that are good.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the coming days the player will undergo a small surgical interventional cardiology (closure of the foramen ovale), the recovery time for return to playing will be better defined after the surgery, but probably will be a few months.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AC Milan gratefully acknowledges the facilities of the Polyclinic of Milan for what they are doing with great promptness and professionalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/136944"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;BERITA TENTANG ANTONIO CASSANO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antonio Cassano mengalami kerusakan otak ischemic. Pemain ini akan menjalani operasi dalam beberapa hari ke depan dan diperkirakan absen beberapa bulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MILAN - AC Milan,&lt;/span&gt; menurut laporan medis dari Policlinico di Milan, mengatakan bahwa Antonio Cassano mengalami kerusakan otak ischemic. Dibutuhkan tes instrumental dan neuroradiologi selama 72 jam untuk mengetahui kondisi ini dan telah menemukan masalah di area terbatas pada otak yang menyebabkan defisit neurologis tetap. Penyebabnya diidentifikasi sebagai adanya jantung septum foramen oval paten, yang hanya bisa dideteksi dengan pemeriksaan khusus yang canggih. Penentuan waktu terapi yang dilakukan telah memungkinkan pemulihan yang cepat dan peningkatan kondisi klinis yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa hari ke depan sang pemain akan menjalani operasi kardiologi intervensi kecil (penutupan oval foramen), waktu pemulihan untuk kembali bermain akan bisa ditentukan dengan lebih baik setelah operasi, tapi kemungkinan beberapa bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AC Milan bersyukur atas fasilitas di Polyclinic Milan di mana mereka bekerja dengan ketelitian dan profesionalisme yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.acmilan.com/id/news/show/136952"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTONIO'S RECOVERY&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OpyupiD7A9c/TrOFVBzlIlI/AAAAAAAAAik/HB1pAvEgVYw/s1600/cass17%255B1%255D3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OpyupiD7A9c/TrOFVBzlIlI/AAAAAAAAAik/HB1pAvEgVYw/s320/cass17%255B1%255D3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671022952098112082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANTONIO'S RECOVERY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The President of the Football Federation Giancarlo Abate, Barbara Berlusconi, Massimiliani Allegri, Massimo Ambrosini and Zalatan Ibrahimovic all came to see Antonio Cassano in hospital in Milan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MILAN –&lt;/span&gt; The Olympic Committee, the Football Federation, other club coaches and other cub captains, club fans and other clubs’ fans. Visits in person, sms website announcements, letters, facebook messages and much more. The sport’s world, from the pitch to the top of the stands, has never been closer to Antonio Cassano than in the last few days.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now that the player’s health has stabilized compared to the touch and go situations of Saturday night and Sunday morning and theirs is a certainty that the fans will be able to see him on the pitch again, there has been a general sigh of relief. When he finally gets back to playing, the fans will be waiting with an applause that will be heard the world over. He’ll be surrounded by a level of affection strong enough and broad enough to flatten any and all distrust that may have come from incidents which now belong to the past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is what Adriano galliani had to say on his way out from the hospital: “You’ve all seen the communication. It’s a foramen but it’ll be removed through an operation. Antonio definitely wants to get back. Worried? I was worried on Sunday, very worried. I told Antonio he was very lucky even if it would have been better if nothing had happened. He’ll need a few months off. The doctors say between 4 and 6 months and then he’ll almost definitely be able to come back playing. But it’s clear that these are just rough dates. It’ll be up to the medical staff to stabilize these things. What I know for sure is that he misses playing, a lot. But I told him we’ll keep his seat warm for him.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/136957"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEPULIHAN ANTONIO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Presiden Federasi Sepakbola Italia Giancarlo Abate, Barbara Berlusconi, Massimiliani Allegri, Massimo Ambrosini dan Zalatan Ibrahimovic semuanya datang untuk menjenguk Antonio Cassano di rumah sakit di Milan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MILAN –&lt;/span&gt; Komite Olimpiade, Federasi Sepakbola, para pelatih dan kapten klub-klub lain, para suporter klub lain. Menjenguk langsung, pernyataan website, sms, surat, pesan-pesan Facebook dan banyak lagi. Dunia olahraga, dari lapangan hingga ke tribun paling atas, tak pernah lebih dekat dengan Antonio Cassano daripada dalam beberapa hari terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan lebih stabilnnya kesehatan pemain itu dibanding situasi Sabtu malam dan Minggu pagi ada keyakinan bahwa para fans akan bisa melihatnya kembali di lapangan, ada rasa lega secara umum. Saat ia akhirnya kembali bermain, para fans akan menunggu dengan aplaus yang akan didengar ke seluruh dunia. Ia akan dikelilingi dengan sebuah level kecintaan yang cukup kuat dan lebar untuk melebarkan semua ketidakyakinan yang mungkin muncul dari insiden yang kini telah menjadi masa lalu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dikatakan Adriano galliani dalam perjalanan keluar dari rumah sakit: “Anda semua telah melihat penngumumannya. Itu sebuah foramen tapi akan disingkirkan lewat operasi. Antonio jelas ingin kembali. Khawatir? Saya sempat khawatir pada hari Minggu, sangat khawatir. Saya bilang Antonio sangat beruntung meski akan lebih baik jika tak terjadi apa-apa. Ia akan butuh istirahat beberapa bulan. Para dokter bilang antara 4 dan 6 bulan dan ia hampir pasti bisa kembali bermain. Tapi, jelas sekali bahwa ini hanya prakiraan kasar. Semua ini akan bergantung pada para staf medis untuk menstabilisasi segalanya. Yang saya tahu pasti adalah ia rindu bermain bola, sangat. Tapi saya bilang kepadanya kami akan menjaga kursinya tetap hangat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.acmilan.com/id/news/show/136970"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kabar meninggalnya Simoncelli, kini muncul sebuah kabar yang tidak kalah mengejutkannya, masih dari dunia olahraga, tapi kini dunia sepak bola yang menjadi aktor utamanya. Kabar ini saya rasa cukup mengejutkan, terlepas dari fakta bahwa saya seorang milanisti, tapi saya pikir berita ini cukup mengejutkan bagi seluruh penggemar olahraga di seluruh dunia. Ya, di pagi hari, di hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabu&lt;/span&gt;, tanggal 2, bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;November&lt;/span&gt;, tahun 2011, sekitar pukul 4.20 WIB saya sudah meluncur deras ke dunia maya, situs pertama yang saya buka adalah &lt;a href="http://www.livescore.com/"&gt;LiveScore&lt;/a&gt;, karena tujuan utama saya untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;browsing&lt;/span&gt; di pagi hari di waktu itu adalah melihat hasil pertandingan Liga Champion yang berlangsung pada pagi itu dan kebetulan Milan memang tampil di waktu itu melawan Bate. Hasil pertandingan saya dapati berakhir dengan mengecewakan, Bate yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menahan imbang Milan dengan skor 1-1, hasil ini membuat Milan harus puas dengan nilai 8 sementara Barcelona memimpin dengan perolehan angka 10, hasil ini juga menjadi modal yang kurang baik untuk bermain pada pertandingan terakhir melawan Barcelona, pertandingan untuk menentukan siapa yang akan menjadi juara grup dan siapa yang harus puas lolos dengan predikat sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;runner-up&lt;/span&gt; grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah melihat hasil tersebut, saya pun menutup laman &lt;a href="http://www.livescore.com/"&gt;LiveScore&lt;/a&gt; dan menggantinya dengan laman &lt;a href="http://www.acmilan.com/en"&gt;acmilan.com&lt;/a&gt;, dan rasa kekecewaan itu langsung berganti cepat menjadi sebuah perasaan cemas sekaligus aneh melihat sebuah judul berita &lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/136897"&gt;ALL FOR ANTONIO&lt;/a&gt;, pikiran saya langsung dipenuhi oleh berbagai tanya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ada apa dengan Cassano?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya akui, pikiran pertama yang terlintas adalah bahwa Antonio Cassano telah meninggal, karena bagi saya kematian masih menjadi sesuatu hal yang sensitif bila berkenaan dengan dunia olahraga setelah meninggalnya Simoncelli, setidaknya itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; yang saya rasakan.&lt;br /&gt;Dan tanya itu tak memerlukan waktu lama untuk akhirnya mampu terjawab, ternyata Cassano terkena sebuah “penyakit misterius”, karena dia mendadak sakit dalam perjalanan pulang dari Roma menuju Milan, sesaat setelah Milan bermain tandang melawan Roma dan mampu untuk memetik kemenangan 2-3. Pada pertandingan tersebut, Cassano sendiri tidak bermain penuh dia hanya duduk di bangku cadangan dan masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Robinho di sekitar 15 menit terakhir pertandingan. Cassano menderita gejala kehilangan kesadaran, pandangan kabur, dan sulit berbicara atau bergerak. Sehingga langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, spekulasi awal banyak berhembus bahwa Cassano menderita gejala stroke atau bahkan penyakit jantung. Tapi yang paling paling penting disini adalah Cassano tidak meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thank God!&lt;/span&gt; ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kabar yang membuat saya pribadi cukup miris serta takut, saya langsung teringat dengan banyaknya pemain bola yang harus meninggal dunia karena serangan jantung saat ataupun setelah mereka selesai melakukan pertandingan sepak bola. Dan bayangan saya pun semakin kacau dengan kembali teringatnya saya pada kematian Simoncelli yang masih hangat dalam ingatan kita semua ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/marco-simoncelli-1987-2011.html"&gt;Marco Simoncelli 1987-2011&lt;/a&gt; ) walaupun dalam dunia olahraga yang berbeda dan dengan penyebab yang sangat berbeda pula, tapi konteks sama yaitu kematian seorang olahragawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pesepakbola Meninggal Mendadak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pesepakbola Meninggal Mendadak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;London (ANTARA News)&lt;/span&gt; - Sejumlah pesepakbola dunia tercatat ada yang meninggal mendadak saat atau setelah pertandingannya, dan berikut ini catatan dari Kantor Berita Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Striker Zambia Chaswe Nsofwa dari klub divisi dua Israel Hapoel Beer Sheva pingsan dan tewas saat berlatih di kota gurun pasir bagian selatan itu Rabu. Dia pemain muda kedua yang meninggal dunia pekan ini, dan ketiga yang pingsan saat bermain atau berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut rincian dari peristiwa pemain sepak bola yang mati mendadak sebelumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUNHA: Di Portugal, pemain tengah Uniao Leiria Hugo Cunha pingsan dan meninggal dunia ketika turun dalam tanding persahabatan dalam Juni 20005. Dia berusia 28 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOS SANTOS: Pada Oktober 2002, striker Brazil berusia 28 tahun Marcio Dos Santos tewas akibat serangan jantung beberapa jam setelah mencetak gol untuk tim Peru Deportivo Wanka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FEHER: Pada Januari 2004, pemain internasional Hongaria berusia 24 tahun Miklos Feher tewas setelah pingsan karena serangan jantung dalam pertandingan liga Portugal antara klubnya Benfica dan Vitoria Guimaraes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FERREIRA: Pemain Brazil berusia 20 tahun Maximiliano Patrick Ferreira, yang dikenal dengan panggilan "Max", meninggal dunia di rumahsakit setelah merasa tidak enak badan saat berlatih untuk klubnya Botafogo-Ribeirao Preto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOE: Pemain Kamerun Marc-Vivien Foe pingsan saat Kamerun menang 1-0 atas Kolombia pada pertandingan Piala Konfederasi dalam Juni 2003 di Lyon, Prancis dan tak lama kemudian meninggal. Foe tampil pada Piala Dunia 1994 dan 2002 dan dua kali memenangi Piala Afrika pada 2000 dan 2002. Dia pernah bermain untuk klub divisi satu Prancis RC Lens dan Olympique Lyon, serta West Ham United dan Manchester City di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LONGHURST: Striker York City berusia 25 tahun Dave Longhurst tewas setelah pingsan dua menit sebelum babak pertama berakhir dalam pertandingan liga lawan Lincoln City pada September 1990. Pertandingabn itu ditangguhkan dan hasil pemeriksaan menunjukkan dia mengalami masalah jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKWARAJI: Pada Agustus 1989, pemain Nigeria Samuel Okwaraji pingsan 10 menit sebelum berakhir pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Angola di Lagos dan meninggal karena penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERGINHO: Pemain belakang Sao Caetano Serginho tewas setelah masalah pernafasan saat pertandingan kejuaraan Brazil pada Oktober 2004 melawan Sao Paulo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUERTA - Pemain tengah Sevilla Antonio Puerta tewas pada 28 Agustus 2007, tiga hari setelah pingsan dalam pertandingan Liga Primera lawan Getafe. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antaranews.com/print/75645/south-sumatra-to-host-meeting-of-islamic-countries"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir menjadi sebuah hal yang ironi, ketika justru kini olahragawan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; yang paling dekat dengan resiko kematian di saat justru berolahraga adalah cara yang paling sering dianjurkan agar kita tetap mampu menjaga kesehatan tubuh kita agar tetap dalam kondisi yang fit. Secara logika sederhana, profesi seorang olaharagawan seharusnya membuat mereka menjadi seorang pribadi yang sehat dan kuat karena mereka secara teratur melaksanakan olahraga bahkan dengan porsi yang sangat ideal dalam melakukan setiap latihannya. Akan tetapi banyaknya pesepakbola yang meninggal karena penyakit atau serangan jantung, membuat kita sedikit mengerutkan dahi, ada apa dengan dunia olahraga??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus kita pahami disini, olahraga yang dilakukan sebagai sebuah profesi memang berpotensi untuk menjadi sebuah senjata pembunuh yang paling tajam, olahraga yang mereka lakukan tidak lagi dilakukan untuk sebuah kesenangan mencari keringat tapi berubah menjadi sebuah pekerjaan yang penuh dengan tekanan, penuh dengan emosi. Mereka tidak bisa lagi untuk menikmati setiap permainan yang mereka mainkan, karena tuntutan akan kemenangan sudah terlalu besar, mereka dituntut untuk selalu berada dalam kondisi prima setiap mereka tampil, sehingga tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Ya, inilah konsekuensi logis dari industrialisasi olahraga. Kita tidak akan bisa untuk melawannya karena ini&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; tuntutan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, dengan semakin kuatnya faktor industri dalam olahraga, maka perputaran uang pun melaju dengan sangan cepat, gaji yang diperoleh oleh para olahragawan semakin bertambah besar setiap waktunya. Hal ini jelas mempengaruhi gaya hidup mereka, kecil kemungkinan bagi mereka yang mempunyai pendapatan selangit melakukan sebuah konsumsi yang minimal, tentu saja mereka pun akan melakukan sebuah pola konsumsi yang besar menyesuaikan dengan pendapatan yang mereka miliki. Sehingga kehidupan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jetset&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trend&lt;/span&gt; masa kini, dan saya pikir hal itu sangat tidak sesuai dengan pola hidup sehat yang seharusnya diterapkan oleh para olahragawan. Sehingga latihan ataupun olahraga yang rutin mereka lakaukan terasa menjadi percuma apabila tidak diikuti dengan sebuah pola gaya hidup yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan persitiwa yang dialami Cassano setidaknya menyadarkan saya akan hal itu, bahwa seorang olahragawan belum tentu mempunyai tubuh dan jiwa yang sehat, terlebih dengan predikat “bandel” yang dimiliki oleh Cassano membuat saya sedikit banyaknya yakin bahwa pola hidup Cassano pasti tidak sebaik dari yang seharusnya seorang olahragawan kerjakan. Apalagi di saat latihan pramusim Cassano sempat dikritik karena mengalami kelebihan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Cassano ( Bari, 12/07/1982 ), saya pikir sedang mengalami atau mendapatkan kembali kejayaannya sebagai seorang penyerang sepak bola, setelah potensi hebatnya harus beberapa kali tertutup oleh sifat nya yang tempramental. Dibeli Milan dari Sampdoria pada pertengahan musim 2010-2011, banyak orang yang mengira bahwa Milan telah melakukan suatu kesalahan besar selain karena performanya yang sedang menurun dia pun saat itu sedang dalam suatu perselisihan dengan Presiden Sampdoria yang membuat dia diasingkan dari tim utama Sampdoria pada waktu itu, sehingga banyak orang yang mengira bahwa Cassano akan merusak keharmonisan tim, karena Milan terkenal dengan kondisi tim yang sangat kondusif jauh dari permasalahan ruang ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata hal itu tidak terbukti, lambat laun Cassano mulai membuktikan kapasitasnya sebagai seorang penyerang mumpuni, kualitas yang dia miliki yang membuat saya kagum adalah kemampuannya untuk membuka ruang dan memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;assist&lt;/span&gt; yang matang dan sangat memanjakan siapa saja yang berada di depan gawang. Itu dibuktikannya dengan lebih banyak memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;assist&lt;/span&gt; dan hal itu pun berlanjut sampai dengan musim ini, dia masih merupakan pemain Milan terbanyak yang memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;assist.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kepindahannya ke Milan telah membuatnya semakin dewasa, entah karena faktor siatuasi dan kondisi tim Milan yang memang sangat hangat, sangat erat dengan perasaan kekeluargaan ataukah memang diri Cassano sendiri yang telah lelah menjadi seorang yang pembangkang. Tapi, kini dia terlihat lebih tenang, lebih dewasa, dia telah mampu untuk menemukan karakternya dalam bermain sebagai seorang penyerang yang lebih banyak berfungsi untuk membuka ruang dan memberikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;assist&lt;/span&gt; pada penyerang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan fakta-fakta itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; yang semakin membuat saya takut dengan penyakit yang sekarang sedang dialami oleh Cassano, saya teringat dengan Puerta pemain Sevilla yang meninggal karena penyakit jantung beberapa hari setelah dia tergeletak di lapangan karena serangan jantung. Dan saya pun takut dia menjadi olahragawan kedua asal Italia yang meninggal pada tahun ini. Tidak, saya pikir ini bukanlah waktu yang tepat, di saat Cassano sedang menunjukan performa yang sangat baik, kematangan emosinya sudah terlihat, saya pikir penyakit itu datang di saat yang sangat tidak tepat. Tapi, itulah hidup, tidak akan pernah ada yang tau, kecuali Dia yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, get well soon, Peter-Pan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;"kematian itu tidak harus kita takuti karena toh pasti akan terjadi. Jauh lebih baik apabila kita mempersipakan diri untuk bekal kita nanti setelah mati. Tapi apabila dengan takut mati itu membuat kita hati-hati dalam menjalani hari maka sungguh itu adalah perbuatan yang sangat berarti yang harus kita jaga dan pupuk setiap hari."&lt;br /&gt;&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/09/renungan-sebelum-mati.html"&gt;renungan sebelum mati.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-8733805901727873202?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/8733805901727873202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=8733805901727873202' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8733805901727873202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8733805901727873202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/11/get-well-soon-antonio-cassano.html' title='Get well soon, Antonio Cassano!'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-BSVNrSi9orQ/TrOFT2XSwlI/AAAAAAAAAiM/n3nyl-2zwRY/s72-c/929-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-5605456099435048101</id><published>2011-10-27T08:16:00.005+07:00</published><updated>2011-10-27T09:04:32.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>Penghormatan Rossi untuk Simoncelli</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-i9O__iMZDE0/Tqi3OIXgG7I/AAAAAAAAAhg/J-TA1lfo_jI/s1600/Simoncelli%2Bdan%2BRossi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-i9O__iMZDE0/Tqi3OIXgG7I/AAAAAAAAAhg/J-TA1lfo_jI/s320/Simoncelli%2Bdan%2BRossi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667981584437877682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Berita ini saya ambil dari koran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tribun Pontianak&lt;/span&gt; edisi hari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamis&lt;/span&gt;, tanggal 27, bulan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oktober&lt;/span&gt;, tahun 2011. Berita ini terdapat di halaman 23 pada kolom &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sport hot news&lt;/span&gt;. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/marco-simoncelli-1987-2011.html"&gt;Marco Simoncelli 1987-2011&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pakai Nomor 58&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Penghormatan Rossi untuk Simoncelli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentino Rossi identik dengan nomor 46, yang merupakan warisan dari ayahnya, Graziano Rossi. Namun, untuk mengenang dan menghormati rekan senegaranya, mendiang Marco Simoncelli yang tewas di Sepang, juara dunia MotoGp tujuh kali ini siap mengganti nomor 46 jadi nomor 58, yang identik dengan nomor milik Simoncelli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya memakai nomor 58 pada motornya masih jangka panjang, dan paling mungkin direalisasikan musim 2012 mendatang. Untuk jangka pendek, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Doctor&lt;/span&gt; akan memakai nomor 58 pada helm terbarunya pada balapan sesi terakhir di Valencia 6 November mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sekedar memasang nomor 58 di helmnya, sejumlah gambar maupun warna yang biasa identik dengan helm Simoncelli pun akan dilebur dengan helm Rossi nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helm baru itu didesain oleh Aldo Drudi, desainer Italia yang juga membuat helm khusus untuk Simoncelli. Di antara desain yang disiapkan adalah warna merah putih, serta gambar cakar kaki harimau –&lt;span style="font-style: italic;"&gt; keduanya identik dengan helm Simoncelli&lt;/span&gt; -, dipadukan dengan simbol matahari yang biasa dipakai Rossi dibagian belakang helmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubu Ducati juga menyatakan tak menolak jika Rossi memang akan menggunakan nomor 58 di motor Ducati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Desmosedici&lt;/span&gt; GP 11 untuk balapan musim depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sentimentil, Rossi lantas memajang di twitter miliknya &lt;a href="http://twitter.com/#%21/ValeYellow46"&gt;@ValeYellow46&lt;/a&gt; foto dirinya yang sedang saling menyalip di tikungan dengan Simoncelli di Sirkuit Misano lalu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Tribunnews/mba)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rossi dan Simoncelli di Misano&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--DO6l-6vt2Y/Tqi7JqvFjZI/AAAAAAAAAhs/YQOPBctJAHc/s1600/Rossi%2Bdan%2BSimoncelli%2B%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--DO6l-6vt2Y/Tqi7JqvFjZI/AAAAAAAAAhs/YQOPBctJAHc/s320/Rossi%2Bdan%2BSimoncelli%2B%25282%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667985905810771346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rossi: Simoncelli Sudah Seperti Adik Saya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecelakaan Tragis Marco Simoncelli di Sepang&lt;br /&gt;Rossi: Simoncelli Sudah Seperti Adik Saya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;24/10/2011 03:08:00&lt;br /&gt;Wisnu Nova Wistowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya nyawa Marco Simoncelli jelas menjadi pukulan telak bagi dunia balap Motogp. Hal serupa juga turut dirasakan Valentino Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden yang menyebabkan meninggalnya Simoncelli menggemparkan dunia balap motor dunia. Tak disangka kecelakaan yang dialami pebalap Honda Gresini tersebut berujung duka. Cedera parah di kepala, leher, dan dada akhirnya merenggut nyawa Supersic, Minggu (23/10) petang WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rossi yang terlibat langsung dalam tragedi tersebut merasa begitu kehilangan sosok pebalap dengan talenta besar. Selain itu, Simoncelli bukan saja sosok pebalap yang sama-sama berasal dari Italia di mata Rossi, tapi juara dunia tujuh kali itu sudah menganggap pebalap berambut kribo ini sebagai adik yang mungkin mampu menjadi penerusnya untuk mengharumkan Italia di dunia balap Motogp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui akun twitter resminya, senin (24/10) waktu Malaysia, Rossi melontarkan kata-kata pertamanya yang ditujukan kepada mendiang Simoncelli. Dari perkataannya, tersirat duka yang turut dirasakan The Doctor atas kepergiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sic sudah seperti adik bagi saya. Dia sangat tangguh di lintasan dan sangat manis dalam kehidupan normal. Saya akan sangat merindukannya," ungkap Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bolanews.com/motorsport/motogp/35004-Rossi-Simoncelli-Sudah-Seperti-Adik-Saya.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-5605456099435048101?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/5605456099435048101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=5605456099435048101' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5605456099435048101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5605456099435048101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/penghormatan-rossi-untuk-simoncelli.html' title='Penghormatan Rossi untuk Simoncelli'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-i9O__iMZDE0/Tqi3OIXgG7I/AAAAAAAAAhg/J-TA1lfo_jI/s72-c/Simoncelli%2Bdan%2BRossi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-24856423017002396</id><published>2011-10-25T19:17:00.003+07:00</published><updated>2011-10-25T21:54:05.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Hiduplah Pada Hari Ini</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Ketahuilah, bahwa kehidupan pada batas-batas hari ini bukanlah berarti sama sekali tidak memikirkan masa yang akan datang atau tidak mempersiapkan diri buat masa depan. Karena menaruh perhatian dan memikirkan hari esok adalah pertanda akal sehat.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Muhammad Al-Ghazaly&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah pada hari ini merupakan salah satu judul bab dari buku yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbarui Hidupmu ( Jaddid Hayatak )&lt;/span&gt; karya Muhammad Al-Ghazaly. Buku yang menurut saya merupakan sebuah buku motivasi, yang memberikan kita banyak petuah tentang bagaimana sebaiknya dan seharusnya kita menjalani hidup ini sebagai seorang manusia, seorang muslim sesuai dengan fitrahnya. Buku ini juga mencoba memberikan jalan keluar bagi setiap muslim atau siapa saja yang membacanya untuk mengatasi segala problem kehidupan yang dihadapi sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Perbarui Hidupmu&lt;/span&gt;, seperti yang dikemukakan oleh al-Ghazaly dalam bab Mukadimah, dia menyebutkan bahwa buku ini mengemukakan perbandingan antara ajaran-ajaran Islam sebagaimana yang telah sampai kepada kita dan kebudayaan barat yang paling benar dan paling bersih yang juga sampai kepada kita tentang adab jiwa dan tingkah laku. Antara keduanya terdapat kemiripan dan kemiripan bahkan persamaan itu menimbulkan kekaguman. Adapun dalam hal ini al-Ghazaly mencoba membandingkan ajaran Islam dengan isi dari buku karya Dale Carnegie yang berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;How To Stop Worriying and Start Living&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai sebuah buku motivasi, perbandingan yang dilakukan oleh al-Ghazaly juga bermaksud untuk membuktikan kebenaran segala firman Allah Swt. Dan sabda Rasulullah Saw. karena ternyata Islam itu memang mengajarkan cara hidup yang paling baik sehingga konsep kehidupan yang baik hasil dari pemikiran seorang non-Islam, yang sama sekali tidak mengenal atau mengetahui firman Allah dan sabda Rasul pun ternyata sangat menyerupai konsep kehidupan yang diajarkan oleh Islam. Dan dalam buku ini al-Ghazaly dengan sangat cerdas membuktikan itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dalam akhir Mukadimah, al-Ghazaly pun mengatakan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“tetapi bukan maksud kami untuk membandingkan agama Allah dengan usaha manusia, hanya saja usaha yang terpuji itu dimaksudkan untuk menjadi contoh atas kaidah-kaidah yang telah dibentangkan Islam sebelumnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbarui Hidupmu&lt;/span&gt; sebenarnya sampai dengan hari ini, Selasa, tanggal 25, bulan Oktober, tahun 2011 sampai dengan saat ini saya menulis tulisan ini belum saya baca sepenuhnya. Saya ( hingga detik ketika saya menulis tulisan ini ) baru membaca buku ini sampai dengan bab XVIII, masih ada enam bab lagi yang harus saya baca. :)&lt;br /&gt;Dan sedikit informasi juga, buku ini sebenarnya bukanlah milik saya, bahasa halusnya, saya masih berstatus meminjam, walaupun sebenarnya lebih mirip dengan mencuri. Singkatnya, saya telah meminjam buku ini dari teman saya, Irfan Azka Maula, saat kami duduk di bangku SMA kelas XII, akan tetapi karena satu dan lain hal saya belum bisa selesai membaca keseluruhan isi dari buku tersebut. Hingga setiap kali Irfan menagih buku tersebut saya selalu berkelit dengan alasan lupa dan itu terus berlanjut hingga akhirnya sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hehehehe.... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;maaf ya Loer! ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 28 bab yang telah saya baca, bab II berjudul Hiduplah Pada Hari Ini merupakan bab yang sangat saya sukai, setidaknya penafsiran saya terhadap isi di bab tersebut sesuai dengan konsep hidup yang saya yakini. Ya, secara umum, Hiduplah Pada Hari Ini berarti kita harus fokus untuk jalani saja apa yang harus kita jalani pada hari ini, tidak usah khawatir dengan segala apa yang telah lalu dan cemas terhadap apa yang akan terjadi nanti di masa depan. Karena kita hidup itu pada hari ini, tidak di hari kemarin dan tidak juga di masa depan. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa kita akan hidup di masa depan apalagi bisa mengulang ke masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terkadang kita dengan sombongnya selalu menunda-nunda suatu pekerjaan atau kesempatan untuk merubah hidup ini menjadi lebih baik lagi. Kita selalu menunggu datangnya suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment&lt;/span&gt; besar untuk merubah hidup atau bahkan untuk sekedar melakukan tugas. Sekali lagi itu terlalu angkuh untuk kita lakukan. Karena apabila kita menunggu datangnya suatu peristiwa, suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment&lt;/span&gt; untuk kita jadikan alasan atau semangat untuk kita berubah atau bergerak, maka kita tidak lain hanya berharap pada sesuatu hal yang semu, yang tidak jelas. Karena pada hakikatnya apa yang kita bayangkan serta rencanakan di masa depan adalah sesuatu hal yang semu, lebih semu dari kehidupan itu sendiri dan kita telah menjadi sombong karena dengan begitu, berarti kita telah yakin bahwa kita akan hidup untuk waktu yang lama dan apabila segala pikiran itu yang kita punyai maka kita akan sangat dekat dengan sikap lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang pasti bagi kita tidak lain adalah hari ini, saat ini, jam ini, menit ini dan detik ini. Sedangkan detik nanti, menit nanti, jam nanti, saat nanti dan hari nanti adalah semu. Tak ada jaminan bagi kita untuk tetap bisa bernafas dan hidup di bumi ini. Sehingga kenapa kita harus risau dan cemas dengan hari esok yang  belum pasti? Yang belum tentu datang apalagi terjadi. Bukankah jauh lebih baik untuk kita fokus dan dengan penuh semangat menjalani hari ini, di saat kita tau bahwa darah itu masih mengalir dalam nadi, nafas itu masih kita hirup dan jantung ini masih setia berdetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi konsep hidup seperti ini sering kali disalah artikan oleh sebagian orang sebagai suatu konsep hidup yang penuh dengan sikap pesimis, yang mengekang mimpi dan segala cita-cita. Sungguh suatu pemikiran yang keliru!&lt;br /&gt;Mimpi dan cita-cita itu wajib kita miliki karena tanpa itu kita tidak lebih dari sebongkah mayit yang hidup. Mimpi dan cita-cita adalah penyemangat hidup kita, karena dengan mereka&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; kita bersemangat untuk menjalani hari ini. Tapi yang harus kita garis bawahi di sini adalah kita harus membedakan antara menaruh perhatian pada masa depan dan cemas memikirkannya, antara mempersiapkan diri bagi masa depan dan hanya tenggelam di dalamnya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/realistis-bukan-pesimistis.html"&gt;Realistis, bukan Pesimistis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/11/bagi-para-penggila-bola-piala-dunia.html"&gt;Piala Dunia 2022 dan Mimpi Indonesia&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan mencoba memberikan pada anda sebuah contoh sederhana. Ada seseorang yang bermimpi serta bercita-cita untuk menjadi seorang yang kaya raya, apabila dia menaruh perhatian dan mempersiapkan diri untuk masa depan, untuk menggapai cita-citanya menjadi seorang yang kaya maka dia akan bekerja keras pada hari ini, menjalani apa yang menjadi pekerjaannya hari ini dengan penuh semangat, sembari hidup hemat rajin menabung dan menjauhi segala bentuk pemborosan. Beda halnya dengan seseorang yang hanya memikirkan menjadi seorang yang kaya, dia hanya sibuk dengan segala angan tentang apa saja yang akan dia lakukan apabila dia telah menjadi kaya nanti, terus liar memikirkan semua itu hingga dia terlena dengan hidup pada hari ini, dia disibukan dengan pemikiran segala bayangan besar di masa depan, tapi meninggalkan hal kecil yang ada dan seharusnya dia kerjakan pada hari ini. Dan sungguh hal itu sangat merugi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita semua memang harus menggantungkan mimpi dan cita-cita itu setinggi mungkin karena itu merupakan motivasi bagi diri kita. Tapi sesaat kemudian kita harus sadar dan kembali ke dunia nyata dengan cara mewujudkan segala mimpi yang lebih kecil dulu dengan cara menjalani hari ini dengan penuh semangat. Jangan pernah kita merasa cemas dengan segala hal yang belum terjadi atau yang telah terjadi karena kita hidup pada hari ini, jadi mari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HIDUPLAH PADA HARI INI!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Kenapa anda begitu semangat dengan apa yang akan terjadi di masa depan padahal itu semua belum pasti? Dan anda justru menjadi lalai dengan segala apa yang harus anda lakukan pada hari ini, padahal itu sungguh sedang terjadi?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Disini terdapat perbedaan antara menaruh perhatian pada masa yang akan datang dan cemas memikirkannya. Antara mempersiapkan diri bagi masa depan dan hanya tenggelam di dalamnya. Antara kesadaran menggunakan hari ini dan ketakutan yang samar-samar yang adakalanya berguna buat hari esok. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Dr. Muhammad Al-Ghazaly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-24856423017002396?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/24856423017002396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=24856423017002396' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/24856423017002396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/24856423017002396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/hiduplah-pada-hari-ini.html' title='Hiduplah Pada Hari Ini'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-5028724635257123861</id><published>2011-10-23T19:40:00.004+07:00</published><updated>2011-10-23T20:31:50.013+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Inilah Saya dan Itulah Anda!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3SA6x0KHYcQ/TqQW5KPcmZI/AAAAAAAAAhU/x66KsVGHMP0/s1600/noorzmilanello%2B%252857%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3SA6x0KHYcQ/TqQW5KPcmZI/AAAAAAAAAhU/x66KsVGHMP0/s320/noorzmilanello%2B%252857%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666679402396424594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan anda jelas berbeda, tidak akan mungkin kita sama identik tapi diantara kita berdua mungkin akan ada beberapa hal yang sama. Tapi pada hakikatnya saya dan anda itu adalah manusia yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya dan anda tentu memiliki kemampuan serta kekurangan yang juga berbeda dan apabila kita menyepakati satu atau beberapa tujuan yang sama maka kita akan akan melaksanakan suatu kerja sama dan apabila kerja sama itu berjalan dengan baik, kita pun akan mampu untuk saling melengkapi. Anda mengisi dan menutupi segala kekurangan yang saya miliki dan begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terkadang dalam sesuatu hal, dalam satu bidang tertentu, satu bidang yang sama. Sebenarnya anda jauh lebih mampu dan jauh lebih hebat dari saya, saya mungkin juga hebat tapi hanya kecil kehebatan itu. Tapi yang membedakan saya dengan anda adalah walaupun dengan kehebatan serta kemampuan yang kecil itu, saya berani untuk menunjukannnya pada dunia, saya coba untuk menutupi kemampuan yang kurang mumpuni itu dengan kerja keras tanpa lelah diiringi doa di setiap hela nafas. Ya, sekali lagi, saya berani untuk memulai, saya berani untuk berbuat dan menambil serta memanfaatkan kesempatan yang ada sekecil apapu  itu ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kawan.html"&gt;Selamat Datang, kawan!&lt;/a&gt; ). Karena saya percaya pada proses bukan hasil ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/10/proses-atau-hasil.html"&gt;Proses atau Hasil ?&lt;/a&gt; ). Sehingga apabila setelah saya berbuat maka saya akan mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt;, pujian untuk membuat saya tetap semangat, cacian untuk saya semakin kuat dan kritikan untuk saya jadikan sebuah koreksi diri. Apapun segala macam bentuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feedback&lt;/span&gt; yang saya terima atau dapatkan harus saya liat dari sudut pandang yang positif dan sesegera mungkin mengambil segala pelajaran yang ada di dalamnya. Saya jadikan itu semua sebagai sebuah masukan berarti agar menjadi lebih baik lagi di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi walaupun sebenarnya jika anda yang melakukan sesuatu hal itu, saya yakin anda akan mampu dan jauh lebih baik, tapi perbedaan kita hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; terletak pada kerja keras, keberanian saya untuk mengambil resiko dan siap salah, karena tidak mungkin saya akan belajar untuk berbuat benar apabila saya tidak berbuat salah. Serta keyakinan saya bahwa Allah itu menilai sebuah proses bukan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, inilah saya dan itulah anda. Anda mungkin hebat, tapi anda biarkan kehebatan itu diam dan tidak pernah anda coba keluarkan apalagi untuk anda kembangkan sehingga bagaimana mungkin anda akan berhasil.&lt;br /&gt;Sedangkan saya hanya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; manusia yang dilahirkan terlalu biasa, tapi dengan berani selalu mengeluarkan segala yang ada, segala yang saya punya dan miliki, sehingga semua itu membuat kemampuan saya terus terlatih dan akhirnya saya pun mampu berkembang, orang-orang lambat laun akan melihat perkembangan itu sehingga saya pun semakin dekat dengan keberhasilan.&lt;br /&gt;Dan apabila hal itu yang terjadi, saya mohon anda jangan iri ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/meratapi-nasib-penuh-rasa-iri.html"&gt;Meratapi Nasib Penuh Rasa Iri&lt;/a&gt; ). Karena semua yang kita dapatkan pada dasarnya akan sesuai dengan apa yang telah kita uasahakan walaupun apa yang kita usahakan tidak akan serta merta mendapatkan hasil yang ingin kita dapatkan ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/proses-yang-benar-atau-hasil-yang-baik.html"&gt;Proses yang benar atau Hasil yang Baik ?&lt;/a&gt; ). Karena hasil adalah urusan Allah, dan Dia yang lebih tau apa yang kita butuhkan , apa yang terbaik untuk hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Catatan :&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya = Adima Insan Akbar Noors ( noorzmilanello )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anda = semua orang dengan sejuta potensi dan kehebatan diri tapi enggan untuk berbuat, enggan untuk menunjukan potensinya itu untuk sesuatu hal yang baik serta semua orang di seluruh dunia yang hanya terpaku dalam diam. ( marilah kita berbuat, berkontribusi positif bagi perkembangan segala hal yang baik di dunia ini sesuai dengan bidang kemampuan serta profesi yang sedang kita jalani )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-5028724635257123861?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/5028724635257123861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=5028724635257123861' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5028724635257123861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5028724635257123861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/inilah-saya-dan-itulah-anda.html' title='Inilah Saya dan Itulah Anda!'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3SA6x0KHYcQ/TqQW5KPcmZI/AAAAAAAAAhU/x66KsVGHMP0/s72-c/noorzmilanello%2B%252857%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-2283114604040899187</id><published>2011-10-23T18:06:00.006+07:00</published><updated>2011-10-27T09:26:54.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sports'/><title type='text'>Marco Simoncelli 1987-2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-I1O8NputY0s/TqP_o3u0q2I/AAAAAAAAAg8/0_AdZic4Lmo/s1600/Simoncelli%2B%25284%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-I1O8NputY0s/TqP_o3u0q2I/AAAAAAAAAg8/0_AdZic4Lmo/s320/Simoncelli%2B%25284%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666653833782405986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MARCO SIMONCELLI&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marco Simoncelli (lahir di Cattolica, Rimini, Italia, 20 Januari 1987 – meninggal di Sepang, Malaysia, 23 Oktober 2011 pada umur 24 tahun) adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia, dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Gaya garangnya ini terlihat ketika seri terakhir MotoGP musim 2010, saat ia nyaris membuat Jorge Lorenzo terjatuh dan gagal meraih kemenangan di seri terakhir musim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simoncelli mengawali karirnya di dunia balap motor profesional, ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Tahun 2001 ia pun hengkang ke ajang European 125cc dan mengamankan titel juara di tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. Selama tiga tahun ia kemudian berlaga di kelas 125cc, namun ia hanya mampu meraih hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2005. Naik ke kelas 250cc ia menjadi satu-satunya pembalap tim Gilera yang mampu menunjukkan hasil terbaik di ajang ini. Yaitu menjadi juara dunia di tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil ini membuat tim Gresini Honda tertarik untuk merekrutnya di ajang MotoGP pada tahun 2010 lalu. Ia pun mampu memperlihatkan hasil yang bagus sebagai pembalap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rookie&lt;/span&gt;. Hasil terbaik yang bisa ditorehkan oleh pembalap asal Italia itu, adalah posisi keempat di MotoGP Portugal 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marco_Simoncelli"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Race Track-Record&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2000: 1st Italian Minibike Championship&lt;br /&gt;2001: 125cc Honda Trophy&lt;br /&gt;2002: 1st 125cc European Championship&lt;br /&gt;2003: 21st 125cc World Championship - Aprilia&lt;br /&gt;2004: 11th 125cc World Championship - Aprilia&lt;br /&gt;2005: 5th 125cc World Championship - Aprilia&lt;br /&gt;2006: 10th 250cc World Championship - Gilera&lt;br /&gt;2007: 10th 250cc World Championship - Gilera&lt;br /&gt;2008: 1st 250cc World Championship - Gilera&lt;br /&gt;2009: 3rd 250cc World Championship - Gilera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecelakaan Hebat, MotoGP "Restart"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan Hebat, MotoGP "Restart"&lt;br /&gt;Minggu, 23 Oktober 2011 15:10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEPANG, Kompas.com&lt;/span&gt; - Balapan MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11), terganggu dan harus dilakukan restart. Pasalnya, terjadi kecelakaan serius ketika memasuki lap kedua, yang melibatkan Marco Simoncelli, Colin Edwards, dan Valentino Rossi, sehingga bendera merah dikibarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal lomba, empat pebalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, selaku pemegang pole position, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner, yang akhir pekan lalu sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011, sudah unggul lebih dari 1 detik atas Pedrosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista. Mereka saling mendahului dalam beberapa kesempatan, sebelum kecelakaan horor menimpa Simoncelli, yang terlibat dalam benturan antara dirinya dengan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat keluar dari Tikungan 11, Simoncelli sudah jatuh dan motornya mendorong Edwards dan Rossi. Kecelakaan mengerikan tak terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, bendera merah langsung dikibarkan karena Simoncelli terlihat terkapar di atas trek dengan helm sudah terlepas dari kepalanya, sedangkan Edwards jatuh di luar trek dan bangun sambil memegang pergelangan tangan. Sementara itu Rossi tetap bisa menguasai motornya, dan hanya terpental ke luar lintasan dan motornya mengalami kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2011/10/23/15101732/Kecelakaan.Hebat.MotoGP.Restart"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kecelakaan Horor, GP Malaysia Resmi Dibatalkan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan Horor, GP Malaysia Resmi Dibatalkan&lt;br /&gt;Minggu, 23 Oktober 2011 15:52 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEPANG, Kompas.com&lt;/span&gt; - GP Malaysia musim 2011 ini resmi dibatalkan, setelah terjadi kecelakaan horor yang menimpa pebalap Gresini Honda, Marco Simoncelli, Minggu (23/10/11). Sebelumnya, usai kecelakaan yang terjadi pada lap kedua tersebut, sempat dinyatakan akan dilakukan restart pada pukul 16.45 waktu setempat atau pukul 15.45 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balapan di Sirkuit Sepang tersebut berlangsung cukup ketat, usai lampu merah padam tanda balapan dimulai. Tetapi saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards,dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepat dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kecelakaan tersebut, marshal langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tetapi, rupanya keadaan tak memungkinkan untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli - belum ada keterangan resmi kondisi pebalap Italia itu, dan trek pun tak siap untuk gelar balapan, sehingga panitia mengumumkan tak bisa menggelar lomba seri ke-17 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada akhir pekan ini terjadi sejumlah insiden di Sirkuit Sepang. Di kelas Moto2 pun terjadi kecelakaan pada latihan bebas hari Jumat, yang membuat Marc Marquez jatuh dan tidak fit untuk ikut balapan hari Minggu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2011/10/23/15525984/Kecelakaan.Horor.GP.Malaysia.Resmi.Dibatalkan"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Simoncelli Akhirnya Meninggal Dunia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simoncelli Akhirnya Meninggal Dunia&lt;br /&gt;Minggu, 23 Oktober 2011 16:22 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;SEPANG, KOMPAS.com&lt;/span&gt; - Pebalap MotoGP Gresini Honda asal Italia, Marco Simoncelli akhirnya meninggal setelah kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). Demikian pengumuman resmi seperti dikutip AFP. "Ini resmi. Dia sudah meninggal. Dia menyerah," ujar seorang pejabat dari Dorna yang merupakan perusahaan pemegang hak siar MotoGP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakan yang melibatkan Marco Simoncelli, Colin Edwards, dan Valentino Rossi, juga membuat GP Malaysia musim 2011 secara resmi dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal lomba, empat pebalap Honda langsung berada di depan setelah lampu merah padam. Stoner, yang start dari urutan kedua, berhasil mendahului Pedrosa, selaku pemegang pole position, disusul Andrea Dovizioso, dan Simoncelli. Hanya satu lap saja, Stoner, yang akhir pekan lalu sudah memastikan diri menjadi juara dunia MotoGP 2011, sudah unggul lebih dari 1 detik atas Pedrosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di posisi keempat, terjadi pertarungan seru antara Simoncelli dengan pebalap Rizla Suzuki, Alvaro Bautista. Mereka saling mendahului dalam beberapa kesempatan, sebelum kecelakaan horor menimpa Simoncelli, yang terlibat dalam benturan antara dirinya dengan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki lap kedua di Tikungan 11, Simoncelli jatuh dan melibatkan pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards,dan pebalap Ducati, Valentino Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan horor itu menyebabkan Simoncelli terkapar di trek dengan helm terlepat dan dia sama sekali tidak bergerak, sedangkan Edwards terseret keluar trek dan mengalami dislokasi bahu. Sementara itu Rossi selamat, karena mampu menguasai motor sehingga hanya melebar ke luar trek dan Ducati GP11.1 tunggangannya hanya mengalami kerusakan ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kecelakaan tersebut, marshal langsung mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tetapi, rupanya keadaan tak memungkinkan untuk melakukan balapan pada hari Minggu ini, karena tim medis konsentrasi memperhatikan kondisi Simoncelli - belum ada keterangan resmi kondisi pebalap Italia itu, dan trek pun tak siap untuk gelar balapan, sehingga panitia mengumumkan tak bisa menggelar lomba seri ke-17 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2011/10/23/16223656/Simoncelli.Akhirnya.Meninggal.Dunia"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Inilah Kronologis Kecelakaan Simoncelli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Kronologis Kecelakaan Simoncelli&lt;br /&gt;Minggu, 23 Oktober 2011 16:46 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEPANG, KOMPAS.com&lt;/span&gt; - Marco Simoncelli tak mampu melawan cedera parah yang menimpanya, akibat kecelakaan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/11). "Supersic" akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 waktu setempat atau 15.56 WIB, meskipun sempat mendapat perawatan di medical centre sirkuit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecelakaan mengerikan itu terjadi pada lap kedua di Tikungan 11. Simoncelli, yang sedang bertarung dengan Alvaro Bautista dalam perebutan posisi keempat, tak mampu mengendalikan motornya ketika menikung ke kanan, sehingga tergelincir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat jatuh itu, dia dan motornya melintasi sirkuit dan masuk ke jalur milik pebalap Yamaha Tech 3, Colin Edwards, dan pebalap Ducati, Valentino Rossi. Kecelakaan horor itu pun tak terhindarkan, karena motor Edwards melindas Simoncelli, tepatnya di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edwards pun jatuh di luar trek dengan cedera dislokasi bahu, dan Rossi masih mampu mengendalikan motornya meskipun terpental ke luar lintasan dan Desmosedici GP11.1 tunggangannya mengalami kerusakan. Akan tetapi, Simoncelli menggelepar di atas trek dengan helm sudah terlepas dari kepala (setelah dilindas), dan dia sama sekali tidak bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera merah langsung dikibarkan usai kecelakaan tragis tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, panitia lomba mengumumkan bahwa balapan GP Malaysia itu resmi dibatalkan, karena tim medis fokus untuk menyelematkan Simoncelli, yang akhirnya meninggal pada pukul 16.56.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://olahraga.kompas.com/read/2011/10/23/16464759/Inilah.Kronologis.Kecelakaan.Simoncelli"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar yang sangat mengejutkan, mengusik ketenangan hati di sore hari, di hari minggu yang cukup tenang dan cukup berjalan dengan lambat ini. Ya, sekitar pukul 17.10 WIB, sesaat setelah saya selesai mandi, diri ini telah rapih berpakaian, tiba-tiba teman satu wisma saya mengabarkan suatu kabar duka yang menimpa pebalap Marco Simoncelli. Dia meninggal dunia di atas sirkuit setelah tertabrak oleh Collin Edwards dan Vale. Rossi di lap kedua di Sirkuit Sepang, Malaysia. Tragis, kata yang cukup untuk menggambarkan setiap pebalap yang harus tewas tertabarak ataupun terjatuh, terpental apapun istilahnya, yang akhirnya harus merenggut nyawa mereka. Semakin terasa tragis karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt;, sebutannya, merupakan pebalap muda potensial, yang seharusnya di usianya yang baru 24 tahun, dia bisa menjadi pebalap besar di masa depan nanti. Tapi apa boleh buat, kematian memang tidak ada yang tau, dan saat kematian itu datang, tak akan ada yang bisa unuk mengelak. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/11/kh-siddiq-amin-berpulang.html"&gt;KH. Siddiq Amin Berpulang&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/07/1931-2010-dan-di-saat-terakhir.html"&gt;Di Saat Terakhir&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya akui saya cukup sedih, agak terpukul memang. Karena saya cukup meyukai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt;, ya..saya merupakan salah satu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fans &lt;/span&gt;dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt;. Tapi, harus saya akui juga, saya memang bukan merupakan penggemar berat dari olahraga MotoGp, saya hanya menikmati olahraga itu sebagai sebuah hiburan semata, tidak lebih dan juga tidak kurang. Saya menyukai olahraga tersebut karena olahraga tersebut mampu untuk membuat saya sebagai penonton mengeluarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adrenalin &lt;/span&gt;ketika melihat setiap pebalap dengan segala kemampuan yang mereka miliki mengendalikan motornya dan saling salip, saling susul menyusul di lintasan. Hal lain yang membuat saya jatuh cinta kepada MotoGp adalah karena saya sangat menyukai sosok dari seorang Valentino Rossi, dia merupakan pebalap sekaligus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;entertainer&lt;/span&gt; sejati. Dia tau bagaimana caranya membuat balapan itu hidup, entah disengaja atau tidak, tapi setiap kemenangan yang dia raih mampu dia lewati dengan sebuah perjuangan hingga lap terakhir. Dan dalam merayakan sebuah kemenangan yang mampu dia raih, dia pun tidak merayakannya dengan cara sederhana, tapi dia mampu untuk merayakannya dengan sebaik mungkin, menjadi sebuah perayaan yang penuh makna, sesuai dengan tema yang dia kehendaki. Ya, sekali lagi dia merupakan sosok yang melegenda di ajang MotoGp ini. Sehingga harus saya akui, saya menonton MotoGp karena pengaruh atau kehadiran dari Rossi. Tapi, setelah saya menjadi seorang mahasiswa, saya pun semakin jarang untuk menonton secara langsung balapan MotoGp karena memang tidak ada fasilitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tv&lt;/span&gt; itu sendiri, dan juga dengan fakta bahwa semakin menurunnya performa dari Rossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt; sendiri mulai saya kagumi ketika dia masih di kelas 250cc, saya masih ingat betul bagaimana dengan motornya dia seringkali melakukan manuver yang sangat berbahaya, dan sejak saat itu pula saya jatuh cinta padanya. Dan ternyata, dia pun mempunyai perawakan yang mirip dengan Rossi, sehingga semakin pas&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah &lt;/span&gt;saya mengagumi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus berlanjut mengikuti sepak terjangnya hingga akhirnya dia mampu promosi ke kelas utama, yaitu kelas MotoGp, dan di kelas ini gaya membalapnya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;urakan&lt;/span&gt; itu semakin terlihat jelas, dan tidak jarang memang membahayakan nyawa pebalap lainnya. Tapi, saya pribadi berpendapat, itu meruapakn ciri khas masing-masing dari setiap pebalap, toh selama dia tidak melanggar aturan balapan, saya pikir hal itu masih sangat wajar, dan di saat dia dianggap melakukan suatu pelanggaran dan terkena hukuman, dia dengan penuh tanggung jawab mengakui itu semua dan tidak malu utnuk meminta maaf. Tapi, sekali lagi, bila manuver yang dia lakuakan sebahaya apapun itu, apabila itu tidak menyalahi aturan balapan, maka saya pikir hal itu harus dihormati setiap pebalap lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ternyata karirnya tidak bisa bertahan lama, ternyata takdir dan ajalnya telah datang menjemput. Saya pun tidak tau harus berkata apa lagi, karena saya meyakini bahwa setiap profesi setiap pekerjaan yang kita lakukan memiliki resikonya masing-masing, yang apabila kita telah memilih untuk menekuni dan menjalani suatu pekerjaan atau profesi itu maka tentunya kita harus siap dengan segala resiko yang menyertainya, termasuk kematian itu sendiri. Karena pada hakikatnya juga, setiap yang bernyawa itu pasti akan mati. Jadi, jalani saja. Adapun penyebab kematian sudah cukup jelas bahwa itu adalah murni kecelakaan, tak ada sedikit pun faktor kesengajaan. Hal itu sekali lagi meruapakan suatu resiko nyata dari setiap pebalap. Walaupun dari video, terlihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt; seperti seorang yang pingsan sebelum akhirnya dia tertabrak, akan tetapi hal itu tidak mempunyai dasar yang kuat, karena apabila ada yang berteori bahwa dia sudah meninggal sebelum dia tertabrak tentu pihak kesehatan atau tim medis tidak akan bersusah payah melakukan suatu perawatan intensif selama satu sejam setelah kecelakaan tersebut. Saya sendiri lebih menduga, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic&lt;/span&gt; terjepit, tidak pingsan apalagi meninggal sebelum kecelakaan itu terjadi. Jadi, saya tetap meyakini bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;SuperSic &lt;/span&gt;meninggal karena kecelakaan, resiko dari profesinya sebagai seorang pebalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hmm&lt;/span&gt;...setelah Rossi menua dan performanya pun semakin menurun, dilanjutkan dengan fakta telah tiadanya Simoncelli untuk selama-lamanya. Sepertinya sudah tidak ada lagi alasan bagi saya untuk tetap menonton MotoGp atau mengikuti setiap perkembangannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;damn!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SO LONG SuperSic!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;so long #58!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vNN8If6XacA/TqQKn2hniBI/AAAAAAAAAhI/yng0p7CoFuQ/s1600/Simoncelli%2B%25283%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vNN8If6XacA/TqQKn2hniBI/AAAAAAAAAhI/yng0p7CoFuQ/s320/Simoncelli%2B%25283%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666665910906619922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[UPDATE]&lt;br /&gt;Dan semua semakin terasa tragis karena ternyata Marco Simoncelli adalah seorang Milanisti! Mengetahui hal itu maka Ac. Milan pun melakukan penghormatan khusus bagi mendiang dan di saat Gattuso melakukan &lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/136722"&gt;konferensi pers&lt;/a&gt; mengenai cedera mata yang sedang dialaminya, Milan dengan sangat jelas menempatkan baju Milan yang bernama Simoncelli tepat di atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mic&lt;/span&gt; yang digunakan di saat &lt;a href="http://www.acmilan.com/en/news/show/136722"&gt;konferensi pers&lt;/a&gt; itu berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lHkCZPOimgg/Tqi_DL_J2lI/AAAAAAAAAh4/5RQtAfTRjP0/s1600/Gattuso.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lHkCZPOimgg/Tqi_DL_J2lI/AAAAAAAAAh4/5RQtAfTRjP0/s320/Gattuso.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667990192523958866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-2283114604040899187?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/2283114604040899187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=2283114604040899187' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2283114604040899187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2283114604040899187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/marco-simoncelli-1987-2011.html' title='Marco Simoncelli 1987-2011'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-I1O8NputY0s/TqP_o3u0q2I/AAAAAAAAAg8/0_AdZic4Lmo/s72-c/Simoncelli%2B%25284%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-3558271037577309230</id><published>2011-10-23T08:04:00.004+07:00</published><updated>2011-10-23T08:38:40.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc.,</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BIOGRAFI SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Nama&lt;/span&gt;   : Syarif Ibrahim Alqadrie&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. TTL&lt;/span&gt;   : Pontianak, 1 September 1946&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Status&lt;/span&gt;   : Kawin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Nama Isteri&lt;/span&gt;  : Onga Hermina Roosen&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Anak-anak&lt;/span&gt;  : 4 ( empat ) orang&lt;br /&gt;                               a. Roosie Wiedya Nusantara ( pr );&lt;br /&gt;                               b. Edwien Radietya Roossiandrie ( lk );&lt;br /&gt;                               c. Roosandra Dian Viejaya ( pr );dan&lt;br /&gt;                               d. Zul Anugrah Noviandrie ( lk ).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Nama orang tua&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;     a. Ayah  : Achmad Muhammad Al-Qadrie ( alm. )&lt;br /&gt;     b. Ibu  : Maimunah Thahir ( alm. )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Alamat Rumah&lt;/span&gt;  : Jalan Sintang P4, Kompleks Kampus Universitas Tanjungpura ( UNTAN ), Imam Bonjol, Pontianak, Kalbar. Telpon : ( 0561 ) 745368 HP. 0811562192 Faks. ( 0561 ) 571753 E-mail : salqadrie@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alqadrie adalah Professor Sosiologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ( FISIP ) Universitas Tanjungpura ( UNTAN ), Pontianak. Sarjana Dua (S2) (M.Sc) tahun 1987 dan Sarjana Tiga (S3) (Ph.D) tahun 1990 diperolehnya masing-masing dalam Jurusan Sosiologi Pertanian, Pedesaan dan Kehutanan ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Agricultural, Rural and Forestry Sociology&lt;/span&gt; ), dan Jurusan Sosiologi Politik dan Etnisitas ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Political Sociology and Ethnicity&lt;/span&gt; ) pada University of Kentucky, Lexington, AS.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;IPDN Kampus Daerah Kalbar seperti yang telah saya sebutkan beberapa kali dalam beberapa tulisan saya yang terdahulu ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/takkan-terhenti-disini.html"&gt;Takkan Terhenti Disini&lt;/a&gt; ), sampai sekarang ini masih menempati kampus atau bangunan sementara. Sekarang kampus IPDN Kalbar ini menggunakan bangunan bekas tempat panti sosial milik dinas sosial Pemprov Kalbar, akan tetapi bangunan ini sungguh cukup representatif untuk dijadikan sebuah kampus, bila ukurannnya adalah sebuah kampus sementara tentunya. Dan apabila tidak ada aral melintang, maka pembangunan kampus IPDN daerah Kalbar ini akan dilakukan pada tahun 2012 dan direncanakan akan selesai satu kali tahun anggaran. Ya, semoga saja semuanya bisa berjalan seperti apa yang telah direncanakan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amin!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah memang berhubungan dengan hal itu atau bahkan tidak ada korelasinya sama sekali, tapi kondisi bangunan yang sementara itu ternyata juga berdampak pada pejabat-pejabat yang ada di IPDN Kampus Daerah Kalbar, walaupun sebenarnya pejabat-pejabat itu telah resmi dilantik, akan tetapi sampai sekarang ternyata posisi atau status mereka masih juga belum jelas dan bahkan karena ketidakjelasan itu 4 orang pejabat telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya di IPDN Kampus Daerah Kalbar. Sehingga kini pejabat yang berwenang, yang ada dengan setia membina kami disini hanyalah Direktur, Pudir 1, Pudir 3, Kabag Akademik  dan Kerjasama, Kabag Administrasi Keprajaan, Kabag TU, dan Kasubbag Pengasuhan dan Ekstrakulikuler. Dan begitu pula kondisi perkuliahan serta pelatihan kami disini, IPDN Kampus Kalbar masih banyak menggunakan tenaga dosen serta pelatih dari luar, karena sampai saat ini belum ada satu orang dosen atau pelatih tetap yang diberikan oleh Kampus Pusat. Ya, mungkin ini&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; sebuah masa transisi dan semoga ini bukanlah sebuah transisi yang tiada akhir atau bahkan berakhir dengan tragis tapi merupakan suatu transisi menuju suatu kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini saya akan berfokus untuk membahas tentang perkuliahan yang saya serta teman-teman saya lainnya dapatkan di IPDN Kampus Daerah Kalbar ini. Untuk menyiasati kekurangan tenaga dosen yang ada, memang sejak awal IPDN telah berkejasama dan membuat suatu nota kesepahaman dengan Universitas Tanjungpura ( UNTAN ) agar bisa memberbantukan dosen-dosennya untuk mengajar di IPDN Kampus Daerah Kalbar. Dan hal itu sampai saat ini memang berjalan sangat baik dan bahkan UNTAN dengan sangat dermawan memberikan semua dosen-dosen terbaik yang mereka miliki, itu dibuktikan dengan hampir memberbantukan Guru Besar ( Professor ) di setiap mata kuliah yang diajarkan di IPDN ini. Dan karena IPDN Kampus Daerah Kalbar ini mendapatkaan amanah untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi kedinasan Fakultas Manajemen Pemerintahan dengan Program Studi Manajemen Sumber Daya Aparatur, sehingga dosen yang diberbantukan adalah dosen-dosen yang ada di lingkungan FISIP serta FE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gebrakan lain yang dilakukan oleh IPDN Kalbar adalah dalam sistem pengajaran dan pelatihan ini menggunakan metode tim dosen, sehingga di setiap mata kuliah akan ada Dosen Koordinator dan dosen anggota, konsekuensi logis dari hal ini adalah apabila ada satu dosen berhalangan hadir, maka kelas yang dia ajar tidak bisa serta merta menjadi kosong, tapi digabungkan ke dalam kelas lain, karena setiap harinya setiap kelas mempunyai jadwal kuliah yang sama. Itu membuat kami semua tidak pernah lagi mengenal waktu kosong saat kuliah, berbeda dengan saat kami kuliah di IPDN Kampus Pusat sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah saya singgung di atas, UNTAN memang telah dengan sangat baik memberikan dosen-dosen terbaiknya untuk mengajar di kampus kami, dan salah satu dosen terbaik itu adalah Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc., yang di semester tiga ini beliau mendapatkan tugas untuk mengajar mata kuliah Sistem Politik Indonesia. Sebenarnya beliau bukanlah dosen kelas saya, yaitu kelas A3, akan tetapi karena kebijakan kelas gabungan itu, maka saya pun sempat diajar oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada semester dua yang lalu, Prof. Syarif ini memang cukup ramai dibicarakan oleh para praja terlebih oleh kelas A1, karena beliau memang mengajar di kelas itu, beliau ramai dibicarakan karena memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trackrecord&lt;/span&gt; beliau yang tanpa cacat sebagai seorang dosen dan juga seorang Guru Besar, pengalaman mengajar beliau yang telah melanglang buana hingga ke mancanegara memang membuat kami silau. Dan hal itu mampu dibuktikan beliau dengan bukti nyata beliau yang walaupun memang sudah berumur, tapi tetap mampu untuk mengajar dengan penuh semanagat, ilmu yang dalam serta argumentasi yang tajam. Beliau juga mampu untuk menjadi seorang dosen yang baik dalam artian, mengajar tidak monoton dan tidak memonopoli pengajaran, beliau dengan sangat baik hati selalu memberikan kami para praja untuk bertanya dan menjawab pertanyaan, beliau pun tidak pernah menyalahkan segala jawaban yang praja berikan. Beliau hanya mengenal sistem penilaian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;good, very good&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;excellent&lt;/span&gt;, tidak ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bad&lt;/span&gt; apalagi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wrong answer&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;Hal lain yang menyebabkan beliau menjadi cukup sering praja bicarakan adalah tentunya karena beliau selalu memberikan tugas yang bisa dibilang memang berjumlah cukup banyak, dan ya...peserta didik manapun akan selalu mengeluh akan hal itu, sesuatu hal yang sangat manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal itu setidaknya membuat saya cukup penasaran dengan sosok professor yang satu ini, dan karena pada semester dua yang lalu kelas saya belum sempat sekalipun mendapatkan kelas gabungan dengan beliau, rasa penasaran itu terus tumbuh di hati ini. Hingga akhirnya pada hari Kamis tanggal 29, bulan Sepember, tahun 2011 dan juga pada hari ini Kamis, tanggal  20, bulan Oktober, tahun 2011, saya bisa juga bersua dengan beliau dan merasakan bagaimana rasanya diajar oleh beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya, saya angkat topi untuknya, beliau memang mengajar dengan sangat baik, segala materi yang dia sampaikan mampu dengan jelas beliau kemukakan, argumentasinya dalam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hmm&lt;/span&gt;...dia benar-benar seorang professor, sehingga hampir tak ada celah bagi saya untuk berkomentar buruk tentang penguasaan beliau terhadap materi dan cara beliau menyampaikan materi itu.&lt;br /&gt;Tapi, satu hal yang saya rasa perlu saya kritisi disini adalah saya tidak terlalu suka dengan gaya beliau mengoreksi atau bahkan memotivasi kami. Kelas gabungan bagaimanapun juga tidak akan pernah kondusif karena memang terlalu banyak praja yang ada, terlebih bila kelas gabungan itu diselenggarakan di Aula. ( Baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/gerakan-memanusiakan-manusia.html"&gt;GMM&lt;/a&gt; ) Hal itu semakin diperparah dengan sikap diantara kami yang memang sangat tidak terpuji sama sekali tidak menunjukan sebagai seorang peserta didik di sebuah perguruan tinggi kedinasan yang katanya unggul dalam sikap disiplin, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; serta loyalitas. Tapi apa yang kami tunjukan memang sangat jauh dari semua hal itu, kami malah asyik dan disibukan oleh obrolan kami masing-masing, bermain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;laptop&lt;/span&gt; dan bahkan tertidur. Dan tentu saja hal itu sangat tidak diterima oleh beliau, sikap yang kami tunjukan itu jelas merupakan suatu sikap yang sangat tidak menghormati dosen yang sedang mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sangat saya maklumi dan sangat saya setujui juga apabila kemudian beliau memarahi sebagian dari kami yang melakukan tindakan tidak terpuji itu, dan terus mengoreksi kami. Akan tetapi koreksi yang beliau kemukakan secara tersirat dapat saya artikan sebagai sebuah koreksi yang terlalu menyudutkan, beliau mengoreksi kami dengan membandingkan kami dengan perbandingan yang dilakukan secara umum, dan menilai bangsa Indonesia secara keseluruhan dan kemudian membandingkan itu semua secara bulat dengan kondisi masyarakat yang ada di luar negeri, tapi hanya membandingkan dengan sisi yang positif yang ada di masyarakat di luar negeri tersebut. Beliau sepertinya terlalu bangga dengan apa yang ada di luar negeri dan memandang hampir semua yang dilakukan oleh warga Indonesia ini dengan sudut pandang yang negatif. Harus saya tekankan disini, beliau mengemukakan semua koreksi itu dengan sangat jelas, dan bahkan memang benar adanya, sekali lagi benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang beliau kemukakan merupakan sebuah kondisi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real &lt;/span&gt;yang ada di lapangan. Akan tetapi untuk ukuran saya, untuk karakter saya yang tidak terlalu suka apabila suatu hal jelek itu dikemukakan secara berlebihan, secara terlalu apa adanya dan kemudaian men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;judge&lt;/span&gt;, memukul rata kesemuanya, saya menjadi tidak terlalu suka dengan cara beliau mengoreksi kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada hakikatnya kita selalu tidak mau dan tidak bisa menerima apabila seseorang itu mengungkapkan semua kejelekan, semua kesalahan yang sebenarnya memang secara nyata terjadi dan kita lakukan, secara gamblang, secara terlalu apa adanya.&lt;br /&gt;Terkadang kita sulit untuk menerima kenyataan bahwa kita ini salah dan mereka itu benar, walaupun sebenarnya kita dengan sadar menyadari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-3558271037577309230?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/3558271037577309230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=3558271037577309230' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/3558271037577309230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/3558271037577309230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/prof-dr-syarif-ibrahim-alqadrie-msc.html' title='Prof. Dr. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc.,'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-1524045085872202353</id><published>2011-10-19T17:50:00.004+07:00</published><updated>2011-10-19T18:40:17.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Reshuffle KIB jilid Dua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-atyAzVkWXL0/Tp6utPL14ZI/AAAAAAAAAgw/fb4eASRzYCo/s1600/KIB%2BJilid%2BDua%2B%25282%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 202px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-atyAzVkWXL0/Tp6utPL14ZI/AAAAAAAAAgw/fb4eASRzYCo/s320/KIB%2BJilid%2BDua%2B%25282%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665157473472209298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi 'reshuffle'&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;English to Indonesian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mengubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Indonesian to English&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;reshuffling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;English to English&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;noun&lt;br /&gt;1. a redistribution of something&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;there was a reshuffle of cabinet officers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. shuffling again&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the gambler demanded a reshuffle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;verb&lt;br /&gt;3. shuffle again&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So as to prevent cheating, he was asked to reshuffle the cards&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. reorganize and assign posts to different people&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The new Prime Minister reshuffled his cabinet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.artikata.com/arti-153330-reshuffle.html"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Menteri Koordinator :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan&lt;/span&gt;: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Menko Perekonomian:&lt;/span&gt; Hatta Rajasa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Menko Kesra:&lt;/span&gt; Agung Laksono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menteri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Menteri Sekretaris Negara:&lt;/span&gt; Sudi Silalahi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Menteri Dalam Negeri:&lt;/span&gt; Gamawan Fauzi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Menteri Luar Negeri:&lt;/span&gt; Marty Natalegawa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Menteri Pertahanan:&lt;/span&gt; Purnomo Yusgiantoro&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Menteri Hukum dan HAM:&lt;/span&gt; Patrialis Akbar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Menteri Keuangan:&lt;/span&gt; Sri Mulyani ( sekarang : Agus D.W. Martowardojo )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral:&lt;/span&gt; Darwin Zahedy Saleh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Menteri Perindustrian:&lt;/span&gt; MS Hidayat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. Menteri Perdagangan:&lt;/span&gt; Mari Elka Pangestu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Menteri Pertanian:&lt;/span&gt; Suswono&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. Menteri Kehutanan:&lt;/span&gt; Zulkifli Hasan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. Menteri Perhubungan:&lt;/span&gt; Freddy Numberi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16. Menteri Kelautan dan Perikanan:&lt;/span&gt; Fadel Muhammad&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi:&lt;/span&gt; Muhaimin Iskandar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18. Menteri Pekerjaan Umum:&lt;/span&gt; Djoko Kirmanto&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19. Menteri Kesehatan:&lt;/span&gt; Endang Rahayu Sedyaningsih&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20. Menteri Pendidikan Nasional:&lt;/span&gt; M Nuh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21. Menteri Sosial:&lt;/span&gt; Salim Assegaf Aljufrie&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;22. Menteri Agama:&lt;/span&gt; Suryadharma Ali&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata:&lt;/span&gt; Jero Wacik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;24. Menteri Komunikasi dan Informatika:&lt;/span&gt; Tifatul Sembiring&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25. Menneg Riset dan Teknologi:&lt;/span&gt; Suharna Surapranata&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM:&lt;/span&gt; Syarifudin Hasan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27. Menneg Lingkungan Hidup:&lt;/span&gt; Gusti Moh Hatta&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:&lt;/span&gt; Linda Agum Gumelar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi:&lt;/span&gt; EE Mangindaan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal:&lt;/span&gt; Helmy Faisal Zaini&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;31. Menneg PPN/Kepala Bappenas:&lt;/span&gt; Armida Alisjahbana&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;32. Menneg BUMN:&lt;/span&gt; Mustafa Abubakar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;33. Menneg Perumahan Rakyat:&lt;/span&gt; Suharso Manoarfa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;34. Menneg Pemuda dan Olahraga:&lt;/span&gt; Andi Mallarangeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pejabat Negara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan:&lt;/span&gt; Kuntoro Mangkusubroto&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara):&lt;/span&gt; Jenderal Pol Purn Sutanto&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal):&lt;/span&gt; Gita Wirjawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wakil Menteri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Wakil Menteri Pertahanan : &lt;/span&gt;Sjafrie Sjamsoeddin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Wakil Menteri Perindustrian :&lt;/span&gt; Alex Retraubun&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Wakil Menteri Perhubungan :&lt;/span&gt; Bambang Susantono&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional :&lt;/span&gt; Lukita Dinarsyah Tuwo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  Wakil Menteri Keuangan :&lt;/span&gt; Anny Ratnawati&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Wakil Menteri Pekerjaan Umum :&lt;/span&gt; Hermanto Dardak&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.  Wakil Menteri Pendidikan :&lt;/span&gt; Fasli Djalal&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.  Sekretaris Kabinet :&lt;/span&gt; Dipo Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KIB jilid Dua ( Reshuffle )&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menteri Koordinator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.   Menko Polhukam:&lt;/span&gt; Djoko Suyanto (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.   Menko Perekonomian:&lt;/span&gt; Hatta Rajasa (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.   Menko Kesra:&lt;/span&gt; Agung Laksono (tetap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menteri :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.   Menteri Sekretaris Negara:&lt;/span&gt; Sudi Silalahi (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.   Menteri Dalam Negeri:&lt;/span&gt; Gamawan Fauzi (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.   Menteri Luar Negeri:&lt;/span&gt; Marty Natalegawa (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.   Menteri Pertahanan:&lt;/span&gt; Purnomo Yusgiantoro (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.   Menteri Hukum dan HAM:&lt;/span&gt; Amir Syamsuddin (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.   Menteri Keuangan:&lt;/span&gt; Agus Martowardojo (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral:&lt;/span&gt; Jero Wacik (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Menteri Perindustrian:&lt;/span&gt; MS Hidayat (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. Menteri Perdagangan:&lt;/span&gt; Gita Wirjawan (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Menteri Pertanian:&lt;/span&gt; Suswono (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14. Menteri Kehutanan:&lt;/span&gt; Zulkifli Hasan (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15. Menteri Perhubungan:&lt;/span&gt; EE Mangindaan (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16. Menteri Kelautan dan Perikanan:&lt;/span&gt; Sharif Cicip Sutardjo (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi:&lt;/span&gt; Muhaimin Iskandar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18. Menteri Pekerjaan Umum:&lt;/span&gt; Djoko Kirmanto (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;19. Menteri Kesehatan:&lt;/span&gt; Endang Rahayu Setyaningsih (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan:&lt;/span&gt; M Nuh (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21. Menteri Sosial:&lt;/span&gt; Salim Segaf Al Jufrie (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;22. Menteri Agama:&lt;/span&gt; Suryadharma Ali (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif:&lt;/span&gt; Mari Elka Pangestu (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;24. Menteri Komunikasi dan Informatika:&lt;/span&gt; Tifatul Sembiring (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25. Menteri Negara Riset dan Teknologi:&lt;/span&gt; Gusti Muhammad Hatta (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;26. Menteri Negara Koperasi dan UKM:&lt;/span&gt; Syarief Hasan (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;27. Menteri Negara Lingkungan Hidup:&lt;/span&gt; Berth Kampbuaya (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:&lt;/span&gt; Linda Agum Gumelar (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi:&lt;/span&gt; Azwar Abubakar (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal:&lt;/span&gt; Helmy Faishal Zaini (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas:&lt;/span&gt; Armida Alisjahbana (tetap)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara:&lt;/span&gt; Dahlan Iskan (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;33. Menteri Negara Perumahan Rakyat:&lt;/span&gt; Djan Faridz (baru)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga:&lt;/span&gt; Andi Mallarangeng (tetap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setingkat Menteri :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Kepala BIN :&lt;/span&gt; Letjen. TNI Marciano Norman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil-Wakil Menteri :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Wakil Menteri Pertanian :&lt;/span&gt; Rusman Heriawan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan :&lt;/span&gt; Wiendu Nurianti&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan :&lt;/span&gt; Musliar Kasim&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.  Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi :&lt;/span&gt; Eko Prasodjo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.  Wakil Menteri Keuangan :&lt;/span&gt; Mahendra Siregar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6.  Wakil Menteri Perdagangan :&lt;/span&gt; Bayu Krisnamurthi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7.  Wakil Menteri BUMN :&lt;/span&gt; Mahmuddin Yasin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8.  Wakil Menteri Kesehatan :&lt;/span&gt; Ali Gufron Mukti&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9.  Wakil Menteri Luar Negeri :&lt;/span&gt; Wardana&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif :&lt;/span&gt; Sapta Nirwandar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Wakil Menteri ESDM :&lt;/span&gt; Widjajono Partowidagdo&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12. Wakil Menteri Agama :&lt;/span&gt; Nasaruddin Umar&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13. Wakil Menteri Hukum dan Ham :&lt;/span&gt; Denny Indrayana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reshuffle&lt;/span&gt; atau perombakan kabinet itu akhirnya benar-benar dilaksanakan oleh Presiden SBY. Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensil, sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 17 dan juga UU No. 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, memang memberikan suatu hak penuh untuk presiden mengangkat serta memberhentikan menterinya sehingga menjadi suatu hak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;preogratif&lt;/span&gt; bagi seorang presiden di Indonesia dan bahkan seluruh negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensil untuk dapat merombak kabinetnya kapan pun dia mau apabila memang hal itu yang dia rasa perlu untuk dilakukan, tanpa ada suatu campur tangan ataupun intervensi dari pihak manapun atas nama kepentingan apapun juga. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/struktur-ketatanegaraan-di-indonesia.html"&gt;Struktur Ketatanegaraan di Indonesia&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY melakukan langkah ini karena menurut penilaian beliau ada beberapa menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua bentukannya ini, yang tidak bekerja secara optimal sehingga dia rasa perlu untuk diganti atau digeser ke posisi yang dia pikir lebih pas dan diperkirakan akan lebih mampu untuk bekerja lebih baik lagi. Isu kinerja yang kurang memuaskan yang menjadi alasan utama untuk Presiden SBY merombak susunan kabinetnya ini memang diamini hampir oleh seluruh politisi, praktisi bahkan rakyat Indonesia. Bahkan jauh sebelum akhirnya Presiden SBY berkata akan merombak susunan kabinetnya, sudah sejak jauh-jauh hari pula isu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reshuffle&lt;/span&gt; kabinet ini dihembuskan oleh berbagai kalangan yang secara jelas dan nyata menyuarakan pendapatnya akan kurang optimalnya kinerja beberapa menteri di dalam KIB jilid Dua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui memang, pemerintahan Presiden SBY untuk periode kedua ini kurang berjalan mulus atau setidaknya berjalan lancar seperti pada periode pertama yang lalu. Berbagai masalah silih datang mengganggu kestabilan pemerintahan Presiden SBY kali ini. Bila dulu pemerintahan Presiden SBY periode pertama mendapat banyak apresiasi mendapat begitu banyak sanjungan karena keberhasilannya memberantas korupsi dengan cukup signifikan dengan lembaga bentukannya yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi yaitu Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) tapi kini itu semua justru menjadi berbalik menyerang Presiden SBY. Justru banyak kasus korupsi pada masa pemerintahan Presiden SBY saat ini yang dilakukan oleh orang-orang dekat Presiden SBY, entah itu kader-kader Partai Demokrat ( partai yang dia dirikan dan juga kendaraan politik Presiden SBY ), korupsi di lingkungan kementerian, dan bahkan kasus yang terjadi di lingkungan lembaga hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus-kasus itu semakin diperparah dengan tidak stabilnya kondisi atau situasi politik di pemerintahan pusat saat ini. Seperti yang kita ketahui, Partai Demokrat sebagai kendaraan politik Presiden SBY berkoalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bahkan belakangan Partai Golkar ( PG ) pun merapat masuk ke dalam partai koalisi pendukung pemerintah. Secara hitungan matematis, dengan koalisi yang dibentuk oleh Partai Demokrat ini telah jauh dari kata cukup untuk membentuk suatu kestabilan pemerintahan, karena dengan koalisi seperti itu, maka suara di DPR telah sepenuhnya atau mayoritas menjadi milik pemerintah. Sehingga secara logika sederhananya, seharusnya pemerintahan Presiden SBY kali ini dapat berjalan lebih kondusif dan setiap program yang direncanakan oleh pemerintah dapat mulus berjalan secara efektif dan efisien. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian, partai-partai yang tergabung dalam koalisi itu ternyata tidak sepenuhnya mendukung pemerintahan Presiden SBY, mereka terlalu sering untuk berteriak vokal dan menentang segala apa yang dilakukan oleh pemerintah, koalisi itu menjadi percuma karena pada faktanya hanya kaum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;elite&lt;/span&gt; politiknya saja yang setia mendukung pemerintahan akan tetapi jauh ke dalam tubuh dan anggota partai politik yang tergabung dalam koalisi itu ternyata justru bertindak seperti partai oposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpengaruh atau tidak, tapi hal-hal itu sedikit banyaknya membuat Presiden SBY menjadi seorang yang peragu, menjadi seorang pemimpin yang lambat dalam mengambil keputusan dan pada saat Presiden SBY mengambil suatu keputusan pun keputusan yang dia buat itu terkesan mengambang, dan tidak mengena kepada substansi permasalahannya. Ya, pada pemerintahan Presiden SBY kali ini terlihat jelas bahwa karakter kepemimpinan Presiden SBY itu kalem, cenderung konservatif dan mengambil jalan aman. Tidak mau terlalu banyak mengambil resiko, segala sesuatunya harus benar-benar diterima oleh masyarakat luas dan seminimal mungkin tidak terlalu mempengaruhi kondisi kondusif masyarakat banyak. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/menganalisis-pemerintahan-yang-sedang.html"&gt;Menganalisis Pemerintahan yang Sedang Berjalan&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena hal itu pula, Presiden SBY menjadi banyak dikritik orang. Tapi, saya pun mencoba untuk mengerti kondisi dan situasi yang sedang dialami oleh beliau sekarang. Dalam artian sejak awal, sejak dibentuknya koalisi dan akhirnya dibentuknya Kabinet Indonesia Bersatu jilid Dua, disitu terlihat jelas bahwa karakter atau gaya kepemimpinan dari seorang Presiden SBY adalah sebisa mungkin untuk bisa mengakomodir kepentingan semua pihak, sebisa mungkin menciptakan suatu kestabilan dan suasana yang kondusif. Itu terlihat dengan gemuknya KIB jilid Dua yang berjumlah 34 menteri, jumlah maksimal sesuai dengan UU. No. 39/2008 Pasal 15. Jumlah yang banyak itu salah satu alasannya jelas adalah untuk bisa mengakomodir jatah partai koalisi dan juga jatah orang-orang praktisi nonpartai atau dari kalangan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sekali lagi, akhirnya kesemua itu justru menjadi sebuah senjata makan tuan bagi pemerintahan Presiden SBY kali ini, hal itu justru balik menekan Presiden SBY sehingga pada akhirnya dia tidak bisa dengan leluasa bergerak menjalankan pemerintahannya.&lt;br /&gt;Dan hal itu pula, yaitu mengenai gaya kepemimpinan yang coba juga Presiden SBY rubah, sehingga momentum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reshuffle&lt;/span&gt; kabinet ini menjadi sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moment&lt;/span&gt; bagi pemerintahan Presiden SBY untuk merubah gaya lambat dan kurang cepat itu. Ya, setidaknya itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; alasan kedua, selain masalah kinerja yang telah dia kemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reshuffle &lt;/span&gt;telah dilaksanakan, tapi ternyata kritik itu justru datang lebih keras. Orang-orang baru atau pun orang lama yang digeser ke pos baru memang cukup membuat kalangan praktisi diam, tapi hal lain yang membuat para praktisi itu geram bukan main adalah keputusan Presiden SBY untuk juga mengangkat 13 Wakil Menteri bahkan ada kementerian yang memiliki dua wakil menteri sekaligus! KIB jilid Dua pada awalnya dulu juga menjadi kabinet pertama dalam era reformasi ( koreksi jika saya salah ) yang menggunakan “jasa” wakil menteri di dalam sebuah kementerian, hal itu bukan merupakan sebuah pelanggaran karena telah sesuai dengan UU. No. 39/2008 Pasal 10. Dan hal itu pun menjadi tidak terlalu dipermasalahkan oleh banyak kalangan karena pada waktu itu hanya 6 orang saja yang ditunjuk sebagai wakil menteri. Tapi, sekarang jumlah itu meningkat drastis menjadi 13 wakil menteri, kenaikan yang sangat signifikan dan jelas memang akan membebani keuangan negara. Sesuai dengan aturan perundang-undangan jabatan wakil menteri itu diisi oleh jabatan karir ( PNS ) yang setara dengan eselon IA. Maka dengan 34 menteri ditambah dengan 13 wakil menteri, jelas keuangan negara sangat terbebani dan semakin tepat&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; negara Indonesia ini menjadi negara yang pengeluarannya paling banyak dihabiskan untuk biaya belanja pegawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis saya kenapa Presiden SBY sampai dengan begitu sangat beraninya mengangkat 13 wakil menteri dengan tetap mempertahankan komposisi 34 menterinya, tidak lain dan tidak bukan sebagai sebuah bentuk kompromi. Karena beliau menyadari dengan sangat jelas, bahwa pos menteri sangat sulit untuk dilepasakan dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lobby-lobby&lt;/span&gt; politik juga sebagai cara beliau untuk membuat senang semua pihak yang telah mendukungnya, dalam hal ini tentu saja partai koalisi walaupun dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;reshuffle&lt;/span&gt; ini jumlah menteri dari PKS dan PD berkurang satu, tapi saya pikir itu tidak terlalu signifikan. Menyadari hal itu, menurut hemat saya, Presiden SBY “mengakali” kondisi seperti itu dengan cara mengangkat wakil menteri yang notabene merupakan suatu jabatan karir sehingga dimungkinkan untuk diisi oleh kalangan-kalangan praktisi yang secara jelas kompoten dan memiliki kemampuan dalam bidangnya. Tidak seperti para Menteri yang lebih kepada posisi pilitik, yang banyak diisi oleh kader-kader partai politik yang mungkin secara akademisi kurang begitu menguasai bidang kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hmm&lt;/span&gt;..entah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt;, tapi itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; sekelumit analisis saya, hasil dari pendidikan yang saya miliki, yang saya akui secara jelas dan sangat sadar jauh dari kata mumpuni. Tapi setidaknya saya mempunyai keberanian untuk mengungkapkan itu semua sehingga dimungkinkan untuk mendapat sebuah koreksi dan masukan berarti untuk berkembang menjadi lebih baik lagi. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/selamat-datang-kawan.html"&gt;Selamat Datang, kawan&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya saya ingin berucap sedikit berpesan, agar setiap pihak, setiap orang, setiap praktisi dan semua orang yang berkepentingan bila berkesempatan atau dimintai memberikan sebuah komentar atau pendapat, untuk bisa mengkritik dengan bijak, memberikan suatu penilaian secara utuh, memberikan sebuah masukan sebagai sebuah solusi. Jangan justru hanya berkoar memanaskan suasana, memecah keheningan menjadi sebuah keributan. Begitu pula untuk semua media massa di Indonesia, cetak maupun elektronik, untuk benar-benar memposisikan sebagai sebuah sarana pemberi berita, biarkan opini itu dibentuk oleh masyarakat itu sendiri, jangan justru media massa itu menjadi sebuah tempat pembentuk opini, menjadi lebih kejam daripada sebuah berita gossip.&lt;br /&gt;Ya, beritakan lah apa yang baik itu baik dan yang buruk itu buruk, jangan mendramatisir segala berita yang ada. Bertindak profesional dan bersikap proporsional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-1524045085872202353?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/1524045085872202353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=1524045085872202353' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1524045085872202353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1524045085872202353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/reshuffle-kib-jilid-dua.html' title='Reshuffle KIB jilid Dua'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-atyAzVkWXL0/Tp6utPL14ZI/AAAAAAAAAgw/fb4eASRzYCo/s72-c/KIB%2BJilid%2BDua%2B%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-4586559609229317387</id><published>2011-10-13T22:33:00.003+07:00</published><updated>2011-10-13T22:49:14.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Keluarga Besar IPDN</title><content type='html'>Sekali lagi harus saya tekankan, IPDN merupakan sebuah perguruan tinggi kedinasan yang saya pikir mempunyai suatu budaya yang teramat khas yang hampir tidak akan kita temukan di perguruan tinggi kedinasan lainnya apalagi perguruan tinggi pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya dan saya pikir sudah seharusnya, sebelum anda membaca tulisan ini, saya sarankan anda terlebih dahulu membaca tulisan saya yang terdahulu mengenai perguruan tinggi kedinasan pencetak kader-kader aparatur pemerintahan dalam negeri ini, agar sedikit banyaknya anda semua bisa mempunyai sedikit bayangan mengenai perguruan tinggi kedinasan ini dan sedikit banyaknya juga, apa yang nanti hendak saya tuliskan bisa tidak terlalu sulit untuk anda pahami. Karena syarat utama agar pesan atau makna dari segala apa yang akan kita sampaikan bisa sampai kepada lawan bicara kita adalah kita harus dalam tahap persepsi dan pola pikir atau sudut pandang yang sama dan kalaupun berbeda, perbedaan itu tidak terletak pada sesuatu hal yang prinsip dan anda pun rela, ikhlas serta mau untuk selalu membuka hati serta pikiran anda terhadap segala yang berbeda itu. Dan apabila syarat itu telah mampu kita penuhi, maka pembicaraan kita pun akan berlangsung dengan sangat nyaman. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/11/ko-teks-vs-konteks.html"&gt;Ko-teks Vs. Konteks&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ini adalah daftar tulisan saya yang telah lalu mengenai IPDN, sebagai pembuka dari tulisan yang akan sesegera mungkin saya  tulis ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/04/ipdn-20102011.html"&gt;IPDN 2010/2011&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.   &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/kampus-daerah-dan-semangat-perubahan.html"&gt;KAMPUS DAERAH DAN SEMANGAT PERUBAHAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/takkan-terhenti-disini.html"&gt;Takkan Terhenti Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/penerimaan-calon-praja-ipdn-ta-20112012.html"&gt;Penerimaan Capra IPDN T.A. 2011/2012&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-di-acara-kunjungan-kerja-ibu.html"&gt;Pertanyaan di Acara Kunker Ibu Sekjen Kemendagri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/pl-ippl.html"&gt;PL I/PPL&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7.    &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html"&gt;Selayang Pandang IPDN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sikap lambat laun akan berubah menjadi sebuah kebiasaan, terbentuk karena suatu kultur, sistem dan prosedur yang ada dan sedang kita jalani. Seperti apa yang pernah Pak Syamsu ( Plt. Kabag Pengasuhan IPDN Kampus Pusat Jatinangor ) katakan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Berhati-hatilah dgn pikiran anda karena pikiran anda akan menjadi perkataan anda. Berhati-hatilah dgn perkataan anda karena perkataan anda akan menjadi perbuatan anda. Berhati-hatilah dgn perbuatan anda karena perbuatan anda akan menjadi akhlak anda. Dan berhati-hatilah dgn akhlak anda karena akhlak anda akan menentukan nasib akhir anda."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang terjadi di IPDN, di lembaga pendidikan ini, terbentuk suatu budaya, bahwa senioritas menjadi sesuatu hal yang penting di atas asas kekeluargaan yang sangat kuat. Bila kita telah masuk ke dalam sistem ini, menjadi bagian dari Korps Praja, maka kita telah menjadi sebuah keluarga besar, saudara yang tidak satu darah tapi merupakan saudara satu perjuangan, satu almamater. Hal ini mampu tertanam dengan jelas dalam setiap benak serta sanubari setiap praja dan bahkan purna praja APDN/STPDN/IPDN.&lt;br /&gt;Hal ini dimungkinkan untuk terjadi karena IPDN menerapkan sistem asrama dalam naungan atau bimbingan Bagian Pengasuhan yang mengharuskan setiap peserta didiknya hidup di dalam kampus, berinteraksi dan bersosialisasi secara terbatas di dalam kampus dengan wajah yang sama setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk saya pribadi, hal itu bukanlah menjadi penyebab utama kenapa rasa persaudaraan dan rasa memiliki di setiap praja dan purna praja bisa begitu kuat tercipta, faktor utama yang saya pikir mendasari itu semua adalah faktor senioritas yang sempat saya singgung di atas tadi. Tidak, tidak, saya tidak akan membahas senioritas dalam perspektif negatif, atau mencoba mengungkit lagi setiap kejadian tragis masa lalu akibat dari suatu senioritas yang melampaui batas, cukup sudah, cukup itu menjadi sebuah masa lalu yang kita ambil pelajaran di dalamnya dan tidak kita ulangi lagi di masa kini. Karena segala sesuatu itu harus berubah, dinamis mengikuti perkembangan zaman, menyesuaikan segala sesuatunya agar bisa tetap eksis dengan selalu mengoreksi diri menjadi lebih baik lagi. Cukup bagi saya menganalisis masalah itu secara singkat dalam tulisan saya yaitu &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/kampus-daerah-dan-semangat-perubahan.html"&gt;KAMPUS DAERAH DAN SEMANGAT PERUBAHAN&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Ya, faktor senioritas di IPDN memang harus tetap dipertahankan, dalam artian senioritas yang positif tentunya. Hal ini harus tetap dipertahankan karena IPDN merupakan suatu perguruan tinggi kedinasan yang output peserta didiknya sudah secara jelas dipersiapkan untuk menjadi seorang birokrat pemerintahan, yang sangat erat dengan suatu sistem hierarki dalam setiap pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Sehingga mau tidak mau peserta didik di IPDN harus secara nyata dan dilatih untuk selalu dihadapkan dengan situasi di lapangan nantinya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil, yang sekali-kali tidak hanya dituntut mempunyai pemahaman mengenai disiplin ilmu yang baik tapi yang lebih penting lagi harus mempunyai suatu sikap dan moral yang baik dalam setiap pelaksanaan tugasnya. Dan erat kaitannya dengan sistem hierarki yang memang dianut oleh birokrasi pemerintahan kita, maka sikap utama yang diharuskan ada dalam setiap diri PNS itu adalah sikap respect, loyal, disiplin serta cerdas generalis. Hal itu tak akan bisa dilatih hanya dengan teori belaka dan sekedar tatap muka di dalam kelas saja, tapi harus selalu ada implementasi nyata sehari-hari sehingga dengan sendirinya sifat-sifat itu bisa terinternalisasi dalam diri setiap praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senioritas juga masih sangat diperlukan karena sesuai dengan tujuan pendidikan kedinasan ini untuk membentuk seorang pamong praja yang handal. Pamong praja secara sederhananya dapat kita artikan sebagai seseorang yang dipercaya untuk menyelenggarakan pemerintahan atau negara dan harus selalu mengayomi dan memberikan suri tauladan yang baik kepada setiap yang dipimpinnya. Sifat-sifat itu sekali lagi tidak akan mungkin tumbuh dengan sendirinya atau dengan pemahaman teori semata, tapi harus selalu ada praktek nyatanya. Dan dengan senioritas itu maka dengan sendirinya seorang senior belajar untuk selalu mengayomi juniornya, dengan cara memberikan nasihat serta koreksi yang membangun dan apabila senior itu telah mampu untuk memberikan suatu koreksi pada juniornya maka dengan sendirinya akan muncul suatu rasa malu baginya apabila dia sendiri yang justru melakukan suatu kesalahan itu, akan ada suatu dorongan batin yang kuat yang membuat si senior itu dengan sangat alamiah ingin memberikan sebuah teladan yang baik. Dan si junior pun lambat laun akan belajar menjadi seorang “bawahan” yang baik serta taat kepada setiap perintah yang datang menghampiri dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya, bagian pengasuhan serta senioritas adalah ujung tombak dalam pembentukan sifat-sifat tadi. Dengan senioritas itu juga maka kami para praja mengenal suatu istilah yang dinamakan doktrin. Doktrin disini berarti suatu wejangan atau bahkan perintah tentang tata cara kita bertingkah laku dalam pergaulan sebagai seorang praja dan nantinya setelah lulus menjadi seorang purna praja, dan setiap doktrin yang ada memang tidak semuanya baik, tidak sedikit yang saya pikir cenderung menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu doktrin yang hendak saya bahas disini adalah doktrin bahwa setiap praja itu saudara, satu keluarga, menghormati yang lebih tua ( dalam pengertian yang luas tidak terbatas oleh faktor umur ), menghargai yang lebih muda serta harus mampu menjaga putri/wanita satu angkatan, karena wanita adalah adik kita yang harus selalu kita jaga. Segala hal yang terjadi pada putri angkatan kita maka kita lah para praja putra yang harus bertanggung jawab dan menangung segala resikonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi logis dari doktrin ini adalah semua junior harus memanggil “kakak” atau sebutan lain yang mempunyai arti sama sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing ( Jabar “Akang-Teteh”, DKI “Abang-Mpok”, Jatim dan Jateng “Mas-Mba”, dsb. ), serta memanggil “adik” atau juga sebutan lainnya yang mempunyai arti sama kepada putri seangkatan kami dan juga kami harus menjaga mereka secara sangat baik, bahkan cenderung memanjakan mereka. Sehingga dalam bahasa lainnya kami dengan rekan-rekan seangkatan secara tidak langsung menjadi berubah statusnya tidak sebagai seorang rekan, teman atau sahabat, tapi menjadi sebuah hubungan kekelurgaan, kakak-adik, dengan putra secara otomatis menjadi seorang kakak dan putri menjadi seorang adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya jelaskan disini, doktrin ini bukan merupakan doktrin “resmi” dari Bagian Pengasuhan, tapi merupakan doktrin turun temurun dari hasil sebuah senioritas itu tadi dan perlu saya jelaskan doktrin ini berjalan atau hidup dari lingkup kontingen terlebih dahulu kemudian akhirnya hidup membesar menjadi lingkup satu angkatan. Karena sistem penerimaan Praja IPDN menggunakan sistem kuota per-Provinsi, sehingga ada perwakilan dari setiap provinsi di seluruh Indonesia yang juga merupakan perwakilan dari setiap kabupaten/kota dari Provinsi tersebut.&lt;br /&gt;Saya ambil contoh Kontingen Jawa Barat asal pendaftaran saya sendiri. Angkatan XXI, angkatan saya total berjumlah 1500 orang dari 33 Provinsi dan Jawa Barat sendiri berjumlah 92 orang yang merupakan perwakilan dari 26 kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat. Dan saya merupakan perwakilan dari Kabupaten Bandung Barat, angkatan saya yang juga berasal dari KBB ( Kabupaten Bandung Barat ) berjumlah 6 orang, dengan 5 lainnya putri.&lt;br /&gt;Sudah menjadi tradisi pula, bahwa yang pertama kali memberikan doktrin dan mengurusi suatu kontingen adalah tentu senior yang berasal dari kontingen yang sama. Sehingga saya yang berasal dari Jawa Barat maka yang pertama kali mengurusi saya dan memberikan doktrin tentu adalah senior saya yang berasal dari Jawa Barat. Dan bentuk implementasi dari doktrin mengenai menghormati ke yang lebih tua ( senior ) dan menghargai ke yang lebih muda, maka kami diharuskan memanggil “kang” kepada setiap senior putra yang berasal dari Jawa Barat dan “kakak” kepada senior putra/putri yang bukan dari Jabar serta “teteh” kepada senior putri Jabar dan memanggil “neng” kepada putri seangkatan dan putri seangkatan pun sebaliknya harus memanggil putra seangkatannya yang tentunya berasal dari Jabar dengan sebutan “kang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okay, doktrin ini seperti halnya doktrin-doktrin lainnya yang senior berikan kepada saya, tidak bisa secara serta merta saya terima. Terlepas dari fakta bahwa bibir ini terasa berat untuk memanggil “neng” serta telinga ini terasa geli ketika harus mendengar ada yang memanggil saya “akang”, saya pun tidak terlalu menyukai konsekuensi logis yang ditimbulkan dari hubungan kekeluargaan ini. Ya, saya diharuskan untuk menjaga mereka, memanjakan mereka, dan semua hal itu sangat terasa bagi saya, karena daerah tempat asal saya mendaftar yaitu KBB, hanya saya lah seorang putra, dan lima orang lainnya adalah putri, sehingga dengan doktrin ini maka saya menjadi memiliki lima orang adik perempuan!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wow!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya tidak akan berbohong, masa-masa awal di IPDN terasa sungguh berat memang, masa-masa bagi saya untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi kehidupan yang serba baru, termasuk hubungan “akang-neng” seperti ini. Segala logika ini belum mampu untuk menerima segala budaya tersebut, diri ini pada awalnya terus melawan. Bagaimana bisa saya harus “dipaksa” menjaga putri-putri tersebut? Ketika hubungan darah pun tak ada, ketika kenal pun baru di saat pendidikan ini??&lt;br /&gt;Terus lama saya coba melawan doktrin itu, terus lama saya belum mampu untuk menerima doktrin itu, sehingga membuat saya menjaga sangat cuek terhadap putri-putri Jabar bahkan putri-putri KBB itu sendiri, saya belum mampu untuk bersikap. Diri ini masih mencari-cari argumentasi serta pembenaran yang bisa membuat saya mengerti untuk akhirnya bisa menerima segala doktrin yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, sebuah kultur yang terbangun oleh suatu sistem terlalu kuat untuk saya lawan, lambat laun tapi sangat pasti, saya mulai bisa menyadari dan mengerti segala doktrin itu. Otak saya mulai menemukan sebuah pembenaran yang telah lama saya cari, dan saya mungkin terlambat akan tetapi saya bersembunyi di balik sebuah pepatah nan bijak bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali? ;)&lt;br /&gt;Saya melihat betapa indah hubungan kekeluargaan itu, saya melihat secara langsung bagaimana kontingen lain bisa begitu akrab, begitu indah dalam kebersamaan, si putra dengan sabar menjaga si putri dan si putri pun menghormati si putra. Indahnya, pikir saya dalam hati. Ada sebuah hubungan timbal balik yang saling menguntungkan saling melengkapi dan di sini saya mulai sangat sadar bahwa setiap doktrin yang ada itu tidak muncul dengan sekonyong-konyong tanpa sebuah sebab tanpa sebuah filosofi yang kuat. Semua ada karena memang harus ada untuk sebuah alasan yang kuat. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/05/api-asap-sebab-akibat.html"&gt;Sebab-akibat&lt;/a&gt; ) Begitu juga doktrin ini, saya mulai sadar bahwa doktrin ini muncul karena memang pada hakikatnya putri itu harus selalu ada dalam perlindungan putra, putra bagaimana pun juga dituntut untuk selalu menjadi kuat menadi seorang pemimpin karena sekecil-kecilnya, seburuk-buruknya putra pasti akan menjadi seorang pemimpin, minimalnya pemimpin di dalam rumah tangga dan sebaliknya putri, sepintar-pintarnya mereka, sekuat-kuatnya mereka, mereka harus tetap tunduk pada hakikat awal mereka sebagai seorang wanita seutuhnya yang harus taat dan patuh kepada pria. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/jangan-pernah-berubah.html"&gt;Jangan Pernah Berubah&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;Ya, dengan logika sederhana itu saya pun mulai menyadari bahwa doktrin itu memang benar adanya, terlebih lagi dengan fakta bahwa dengan diwajibkannya kita hidup di dalam kampus, di dalam asrama, maka kita pun secara otomatis menjadi jauh dengan saudara kandung kita di daerah sana sehingga secara otomatis pula keluarga terdekat kita adalah tentunya teman-teman, sahabat-sahabat kita yang ada di kampus ini. Karena yang pertama kali akan menolong di saat kita susah, sebagaimana pun hebatnya orang tua kita di sana, tetap yang akan pertama kali menolong dan membantu kita adalah rekan-rekan kita yang ada di kampus ini. Sekali lagi kedua hal itu merupakan sebuah logika yang sangat sederhana, yang saya pikir sudah sangat mampu untuk menjelaskan secara logis doktrin tersebut.&lt;br /&gt;Dan saya pun kini mulai dengan sangat nyaman menjalani posisi itu, menjalani semua doktrin itu. Justru sekarang saya melaksanakan semua doktrin itu tidak karena terpaksa, tidak karena takut kepada senior, tapi semuanya benar-benar saya lakukan ikhlas dari hati, saya lakukan dengan benar-benar sepenuh hati karena telah mampu melihat segala doktrin itu dari suatu perspektif yang positif. Kini saya benar-benar memiliki rasa memiliki itu, rasa tanggung jawab bahwa saya harus mampu menjaga semua adik-adik saya dengan baik, sebuah tanggung jawab yang saya yakin akan saya pertanggung jawabkan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat saya menyadari itu semua, saya pun mulai untuk semakin akrab dengan adik-adik ( neng-neng) kabupaten saya, yang secara kebetulan memang semuanya putri sehingga saya harus mampu untuk menjadi lebih dewasa menjaga mereka. Lalu setelah itu saya mulai untuk mencoba untuk juga mengakrabkan diri dengan rekan-rekan serta neng-neng satu kares ( wilayah ) Bandung Raya ( Kota Cimahi, Kab. Bandung, Kota Bandung, KBB ), lalu satu kontingen se-Jawa Barat, satu regional Kampus Daerah Kalbar, satu angkatan XXI dan pada akhirnya satu almamater IPDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ini lah satu budaya kekeluargaan yang saya pikir menjadi sangat khas yang akan sangat sulit untuk ditemukan di perguruan tinggi lainnya. Espirit de corps kami telah terbentuk jauh sebelum kami terjun ke lapangan dan semangat yang melandasinya pun adalah sebuah semangat satu keluarga besar sehingga ikatan batin yang tercipta diantara kami, saya yakinkan kepada anda semua SANGAT KUAT, TERLAMAPAU KUAT UNTUK DAPAT ANDA HANCURKAN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat dan kompak selalu KBB, BANRAY, JABAR, REG. KALBAR DAN ANGKATAN KU ANGKATAN XXI!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn, i love u so!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-4586559609229317387?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/4586559609229317387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=4586559609229317387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4586559609229317387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4586559609229317387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/keluarga-besar-ipdn.html' title='Keluarga Besar IPDN'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-4687000813953406998</id><published>2011-10-02T22:48:00.003+07:00</published><updated>2011-10-02T23:23:21.937+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Kahlil Gibran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nezaK1sVjgc/ToiKZmOezAI/AAAAAAAAAgo/QDCKzp62-S4/s1600/Kahlil%2BGibran%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 233px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nezaK1sVjgc/ToiKZmOezAI/AAAAAAAAAgo/QDCKzp62-S4/s320/Kahlil%2BGibran%2B%25281%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658925104153676802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Profil Singkat Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalil Gibran ( nama lahir : Gibran Khalil Gibran, lahir di Lebanon, 6 Januari 1883 – meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun) adalah seorang seniman, penyair, dan penulis Lebanon Amerika. Ia lahir di Lebanon (saat itu masuk Provinsi Suriah di Khilafah Turki Utsmani) dan menghabiskan sebagian besar masa produktifnya di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalil Gibran lahir di Basyari, Libanon dari keluarga katholik-maronit. Bsharri sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak memengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Beirut, di mana dia belajar di College de la Sagasse sekolah tinggi Katholik-Maronit sejak tahun 1899 sampai 1902.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Kesultanan Usmaniyah yang sudah lemah, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York City, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronit. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Suriah yang tinggal di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hepatis dan tuberkulosis, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Mar Sarkis, sebuah biara Karmelit di mana Gibran pernah melakukan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, "Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa karya populernya antara lain: Sang Pralambang (1920), Sang Nabi (1923), Pasir dan Buih (1926), Taman Sang Nabi (1933), Jiwa-Jiwa Pemberontak (1948), Suara Sang Guru (1958), Potret Diri (1959) dan Sayap-sayap patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kahlil_Gibran"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya-karya Kahlil Gibran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Arabic:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Nubthah fi Fan Al-Musiqa (Music, 1905)&lt;br /&gt;  * Ara'is al-Muruj (Nymphs of the Valley, also translated as Spirit Brides and Brides of the Prairie, 1906)&lt;br /&gt;  * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-Arwah al-Mutamarrida (Spirits Rebellious, 1908)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;al-Ajniha al-Mutakassira (Broken Wings, 1912)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Dam'a wa Ibtisama (A Tear and A Smile, 1914)&lt;br /&gt;  * al-Mawakib (The Processions, 1919)&lt;br /&gt;  * al-‘Awasif (The Tempests, 1920)&lt;br /&gt;  * al-Bada'i' waal-Tara'if (The New and the Marvellous, 1923)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In English, prior to his death:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * The Madman (1918)&lt;br /&gt;  * Twenty Drawings (1919)&lt;br /&gt;  * The Forerunner (1920)&lt;br /&gt;  *&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; The Prophet, (1923)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  * Sand and Foam (1926)&lt;br /&gt;  * Kingdom of the Imagination (1927)&lt;br /&gt;  * Jesus, The Son of Man (1928)&lt;br /&gt;  * The Earth Gods (1931)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posthumous, in English:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * The Wanderer (1932)&lt;br /&gt;  * The Garden of the Prophet (1933, Completed by Barbara Young)&lt;br /&gt;  * Lazarus and his Beloved (Play, 1933)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Collections:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Prose Poems (1934)&lt;br /&gt;  * Secrets of the Heart (1947)&lt;br /&gt;  * A Treasury of Kahlil Gibran (1951)&lt;br /&gt;  * A Self-Portrait (1959)&lt;br /&gt;  * Thoughts and Meditations (1960)&lt;br /&gt;  * A Second Treasury of Kahlil Gibran (1962)&lt;br /&gt;  * Spiritual Sayings (1962)&lt;br /&gt;  * Voice of the Master (1963)&lt;br /&gt;  * Mirrors of the Soul (1965)&lt;br /&gt;  * Between Night &amp;amp; Morn (1972)&lt;br /&gt;  * A Third Treasury of Kahlil Gibran (1975)&lt;br /&gt;  * The Storm (1994)&lt;br /&gt;  * The Beloved (1994)&lt;br /&gt;  * The Vision (1994)&lt;br /&gt;  * Eye of the Prophet (1995)&lt;br /&gt;  * The Treasured Writings of Kahlil Gibran (1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Beloved Prophet, The love letters of Khalil Gibran and Mary Haskell, and her private journal (1972, edited by Virginia Hilu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu dari banyak kekurangan yang saya miliki, lebih dari sekedar bukti nyata akan ketidaksempurnaan diri ini. Saya memang mampu untuk mengingat segala apa kejadian yang terjadi di masa lampau, terlebih untuk segala kejadian yang menurut saya penting dan mempunyai kesan tersendiri dalam hati, entah itu suka maupun duka. Saya mampu untuk mengingatnya bahkan terkadang mengingat segala detail kecil dari apa yang telah terjadi itu akan tetapi beda halnya bila saya harus menyebutkan kapan segala peristiwa itu terjadi di masa lampau, saya terkadang dan bahkan sering untuk tidak mampu mengingat detail hari, tanggal, tahun serta waktu dari segala kejadian yang terjadi di masa lalu dan itu memang sering membuat saya pribadi sedikit rancu dalam mengurutkan segala peristiwa yang telah saya alami atau untuk sekedar menuliskan kembali itu semua dalam sebentuk sebuah kalimat diari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tapi, sudahlah, saya pikir itu bukan suatu masalah yang cukup besar, yang terpenting saya mampu untuk mengambil pelajaran dari segala apa yang telah saya alami daripada harus bersusah payah mengingat segala tanggal yang memang sudah tak mampu saya ingat hanya untuk sekedar membuat sistematis segala cerita yang ingin saya tuliskan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I’m not a goddamn writer anyway, I’m just an ordinary man who loves to write!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; alasan kenapa pada tulisan ini, saya pun lagi-lagi tak mampu untuk memberikan suatu keterangan waktu yang lengkap tapi cerita ini bermulai ketika ( bila saya tidak salah ) saya duduk di bangku kelas XI di SMA Negeri 1 Sumedang, masa-masa SMA memang menjadi suatu masa-masa penuh dengan sesuatu yang baru bagi saya, titikbalik yang sedikit banyaknya berpengaruh dalam membentuk kepribadian saya seperti yang ada sekarang ini. Sehingga kini, tak begitu banyak perubahan yang saya alami karena dasarnya telah terbentuk agak kuat ketika di SMA dulu. Di saat itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah &lt;/span&gt;saya mulai menyukai untuk menulis, dan di saat itu juga saya mulai semakin suka untuk membaca, tapi hingga saya duduk di bangku kelas XI, kegemaran saya untuk membaca masih sangat terbatas pada bacaan olahraga dan berita-berita nasional pada umumnya, belum begitu tertarik pada bacaan sastra. Walaupun memang saya mulai sedikit sering membaca novel-novel yang dimiliki oleh kakak saya. Dan dalam hal menulis pun sebenarnya saya sudah sedikit berlagak dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sok&lt;/span&gt; membuat puisi-puisi, yang tak jelas aturannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hehehe....&lt;/span&gt; ( bisa anda liat dalam&lt;span style="font-style: italic;"&gt; label &lt;/span&gt;&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/search/label/Poetic%20Tragedy"&gt;Poetic Tragedy&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi, saya belum benar-benar tertarik pada dunia sastra, dalam hal ini syair-syair berbentuk puisi, dsb. Dan hal itu berubah drastis ketika sahabat saya, saudara saya, Damarra Rezza menawarkan sebuah buku berjudul “Sayap-sayap Patah” karya dari seorang sastrawan bernama Kahlil Gibran. Ya, nama Kahlil Gibran tidak asing bagi saya, karena saya sering membaca kutipan-kutipan kata-kata mutiara miliknya dan sesaat setelah saya mendengar bahwa buku itu merupakan karya Kahlil Gibran saya dengan berani menebak bahwa buku itu akan berisi atau bertemakan mengenai Cinta, karena sejauh yang saya tau kata-kata mutiara yang sering saya baca hasil dari kutipan setiap tulisan Kahlil Gibran bercerita banyak tentang cinta.&lt;br /&gt;Entah karena apa, saya pun tertarik dan akhirnya setuju untuk meminjam buku itu, sekali lagi saya katakan entah ada apa hingga akhirnya saya mau untuk membaca buku itu. Beberapa hari saya pinjam buku itu, tapi dalam beberapa hari itu belum sedikit pun saya membacanya. Dan pada suatu hari saya pun mulai memberanikan diri membuka selembar halaman dari buku berjudul “Sayap-sayap Patah” itu, terus saya baca halaman demi halamannya, terus saya saya hayati dan tanpa tersadar saya telah terhipnotis jauh ke dalam lautan kata-kata yang ada dalam buku itu. Kurang lebih dua jam adalah waktu yang saya perlukan untuk akhirnya mampu membaca habis kesemua halamannya, saya memang terkagum tapi sungguh saya belum terlalu paham apa yang sebenarnya menjadi makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga saya pun mengulanginya, membaca lagi dari awal semua halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya sedikit banyaknya saya mulai memahami apa yang menjadi tema besar dalam buku itu, dan tak memerlukan waktu lama bagi saya untuk jatuh cinta terhadap setiap kata yang ada di buku itu, dan akhirnya sejak saat itu pun saya mulai berani berkata dengan lantang bahwa saya telah jatuh cinta pada dunia sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain mungkin akan berkata bahwa setiap satrawan itu hanya melebih-lebihkan segala apa yang terjadi, mereka terlalu menghambur-hamburkan setiap kata hanya untuk melukiskan sebuah benda yang sebenarnya terlihat biasa. Tapi justru itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; yang membuat saya menjadi sangat menyukai setiap tulisan dari seorang satrawan, mereka mampu untuk menyusun kata-kata menjadi sebentuk kalimat panjang nan indah. Sebuah benda biasa mampu mereka lukiskan dengan sangat tepat, semua keindahan mereka tumpahkan secara lebih indah dan semua kesedihan juga mampu mereka ceritakan dengan lebih tragis. Ya, itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; satrawan, karena bila tak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; bukan sastrawan namanya. ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; yang bermakna tentunya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga seorang Kahlil Gibran, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;damn! I’m speechless! He’s just so great, so damn great! &lt;/span&gt;Semua kata-katanya mempunyai makna yang terlampau dalam, analoginya maut dan kiasannya tajam. Cerita cinta dan kehidupan mampu ia lukiskan secara nyata, membuat bayangan kita melayang tak terbatas, dia benar-benar membuat setiap orang yang membaca setiap karya-karyanya mabuk kepayang.&lt;br /&gt;Saya kagum dan cinta terhadap karya-karyanya ( sejauh ini saya sudah membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sayap-sayap Patah, Jiwa-jiwa Pemberontak dan Tembang Keagungan &lt;/span&gt;). Pemikirannya yang terkandung dalam setiap karyanya sedikit banyak memang telah mempengaruhi jalan pikiran saya, mempengaruhi sudut pandang yang saya gunakan untuk menjalani hidup ini, terlebih dalam mengarungi lautan cinta yang memang penuh dengan ombak besar.&lt;br /&gt;Kahlil Gibran juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; yang membukakan hati ini untuk jatuh cinta dan semakin haus untuk membaca setiap karya sastra lainnya. ( Taufik Ismail adalah salah satu sastrawan yang kemudian juga saya kagumi juga cintai )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahlil Gibran mampu untuk melihat segala sesuatunya dengan hati, dia tidak ingin suatu keindahan hanya semu terlihat oleh matanya. Dia juga mampu untuk berkata-kata melalui hati, dia tidak ingin mengungkapkan keindahan hanya sekedar terbatas oleh perkataan bibir semata. Dan dia juga mampu untuk mendengar melalui hati, dia tidak ingin hanya mendengarkan segala suara keindahan hanya terbatas oleh pendengaran telinga saja. Dia memaknai segala sesuatunya secara lebih, lebih indah ataupun lebih kelam. Dia ungkapkan segala jeritan jiwa serta cintanya melalui sindiran dan kiasan yang indah juga keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mmm.&lt;/span&gt;..Sepertinya saya harus sesegera mungkin mengakhiri tulisan ini, karena segala pujian yang saya tuliskan ini justru hanya menjadi sebuah “hinaan” bagi seorang Kahlil Gibran, karena karya-karya nya sungguh tak mampu untuk kita puji oleh sekedar kata-kata fana belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;The end.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-4687000813953406998?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/4687000813953406998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=4687000813953406998' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4687000813953406998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4687000813953406998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/10/kahlil-gibran.html' title='Kahlil Gibran'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-nezaK1sVjgc/ToiKZmOezAI/AAAAAAAAAgo/QDCKzp62-S4/s72-c/Kahlil%2BGibran%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-5992014101521569026</id><published>2011-09-29T21:44:00.003+07:00</published><updated>2011-09-29T22:41:27.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Seharusnya Kita</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan musik beserta dengan liriknya memang selalu mampu untuk menjelma lebih dari sekedar hanya sebuah hiburan di kala duka maupun suka. Musik selalu mampu bertransformasi menjadi lebih dari sekedar musik itu sendiri dan semakin bertambah hidup bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;si &lt;/span&gt;pencipta mampu menggabungkan keindahan perpaduan nada dan melodi dengan serangkaian kata-kata indah penuh makna, penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya tak lebih dan tak kurang hanyalah sesosok manusia biasa yang hanya mampu untuk menikmati musik itu tanpa bisa mampu untuk membuat keindahan itu. Tidak, tidak sama sekali. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm just a Music Lover!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik dan untuk selanjutnya saya akan memakai istilah lagu, menjadi bertambah membekas di hati bila ternyata lagu dengan jenis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;genre&lt;/span&gt; yang kita sukai mampu untuk menjelaskan siapa kita dan situasi yang sedang kita alami. Ya, sering saya alami, ketika saya dengan nyaman mendengarkan sebuah lagu sembari dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khusyu&lt;/span&gt; memahani makna yang terkandung dalam lagu tersebut, seketika hati saya teriak berkata, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Damn, it's so fuckin me!! This shit describes me a lot!"&lt;/span&gt; dan semua kata-kata yang tak serupa tapi berarti sama seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang, perasaan yang sedang kita alami atau rasakan selalu menjadi atau membuat kita kadang berselingkuh dari jenis musik yang sebenarnya tidak terlalu kita sukai, karena kadang kita selalu ingin untuk semakin memperdalam luka yang telah ada dan semakin membuat tragis suasana yang telah tercipta dengan musik sebagai penggiringnya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah saya, situasi galau tak menentu yang sedang saya alami, membuat saya menjadi serasa begtu dekat dengan beberapa lagu, terlebih dengan liriknya yang memang serasa tepat.&lt;br /&gt;Ya, saya akan mencoba berbagi beberapa lagu itu bersama anda semua, berharap anda pun akan merasakan rasa galau yang sedang saya alami sekrang ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Alone at Last - Mainstrem of Love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Alone at Last - Kisah Jejak Terhina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Alone at Last - Dear Love&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. All-American Reject - Back To me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. The Script - Breakeven&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Agnes Monica - Rindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. BCL - Aku Tak Mau Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. Tipe-X - Karena Patah Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Bruno Mars - Talking To The Moon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. D'masiv - Jangan Pergi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11. Ebith Beat*A - Cahaya Hidupku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;dan dari beberapa lagu tersebut, satu yang sangat menyayat hati, satu yang terasa sangat mewakili segala rasa yang ada, penyebab segala gundah yang saya rasa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;NAFF - SEHARUSNYA KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Saat relung hatiku kini mulai terasa&lt;br /&gt;Sepi tanpa ada cintamu dalam hidupku&lt;br /&gt;Semua terasa hampa&lt;br /&gt;Kala hatimu tak dapat ku sentuh&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Semakin jauh asaku kini untuk ku gapai&lt;br /&gt;Dalam luka batinku perih teteskan lara&lt;br /&gt;Ketika dirimu jauh&lt;br /&gt;Isi hatimu tlah menjadi miliknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seharusnya dunia ini begitu indah&lt;br /&gt;Seharusnya hidupku ini penuh bermakna&lt;br /&gt;Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku&lt;br /&gt;Takkan perih batinku kini bila kaupun milikku&lt;br /&gt;Saharusnya dunia ini punya kita berdua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seandainya kau tahu&lt;br /&gt;Perih didalam hatiku&lt;br /&gt;Apakah kau merasakan apa yang ku rasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;damn!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-5992014101521569026?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/5992014101521569026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=5992014101521569026' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5992014101521569026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5992014101521569026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/seharusnya-kita.html' title='Seharusnya Kita'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-5508739975192101180</id><published>2011-09-25T19:23:00.004+07:00</published><updated>2011-09-25T19:36:20.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>First Impression</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pilih yang mana ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/03/memilih-pilihan.html"&gt;Memilih Pilihan&lt;/a&gt; ) :&lt;br /&gt;Bersama orang yang kita sayangi tapi dia tidak menyayangi kita atau bersama orang yang menyayangi kita tapi kita tidak menyayanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan sederhana tapi terlalu dalam maknanya, sulit untuk kita selami jawabannya. Ya, pertanyaan yang datang dari seorang sahabat memecah belah keheningan dan ketidakaturan pikiran yang bersemrawut berterbangan berkeliaran liar dalam otak ini. Rasa kantuk, rasa lelah secara perlahan tapi pasti mulai terganti dengan pikiran gundah cenderung galau teringat kembali segala rasa yang memang masih ada dan satu hati yang telah kusakiti dan tersakiti. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/karma.html"&gt;karma&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Minggu, tanggal 25, bulan September, tahun 2011 dan seperti biasanya, kami praja mendapatkan hak kami yaitu hak untuk pesiar. Untuk anda yang mungkin belum tau, akan coba saya jelaskan secara singkat mengenai bagaimana kehidupan kami sebagai seorang praja. Untuk agak lengkapnya silahkan anda baca di &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html"&gt;Selayang Pandang IPDN&lt;/a&gt;. Kami Praja IPDN mengenyam pendidikan kepamongprajaan dengan diwajibkan untuk tinggal di dalam kampus di asrama dengan berbagai aturan yang menyertainya, dan hak pesiar adalah hak kami untuk sejenak keluar dari kampus, untuk sekedar berpelesir dengan tentunya dibatasi oleh waktu. Dan pada hari minggu ini, kami mendapatkan hak kami untuk pesiar dari pukul 10.00 sampai dengan 20.30 WIB. Sebenarnya semenjak saya mendapatkan tugas untuk berpendidikan di IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat ini ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/takkan-terhenti-disini.html"&gt;Takkan Terhenti Disini&lt;/a&gt; ), pesiar menjadi sesuatu hal yang tidak terlalu saya perhatikan. Saya jarang atau bahkan tidak sama sekali untuk melaksanakan pesiar. Saya lebih suka untuk menghabiskan waktu di wisma, mengerjakan segala sesuatu hal yang tidak berguna dan tidak penting hanya untuk sekedar membunuh waktu luang.&lt;br /&gt;Tapi pada hari minggu ini saya memilih untuk melaksanakan pesiar karena memang harus mentransfer uang dan membeli beberapa barang, juga ikut mengantar teman saya pergi ke rumah induk semangnya ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/pl-ippl.html"&gt;PL 1 / PPL&lt;/a&gt; ). Dan sesampainya di rumah induk semang teman saya itu, disambut dengan canda tawa anak kecil, rasa lelah memang wajar terasa karena sebelumnya kami telah terlebih dahulu berbelanja membeli keperluan yang kami butuhkan. Dan di saat itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; sebuah pertanyaan sederhana nan dalam itu datang meluncur. Sebegitu dalam hingga diri ini tenggelam. Itu adalah pertanyaan dari temannya teman saya nan jauh di daerah nya sana, bermaksud untuk meminta sebuah pendapat sebagai suatu masukan berarti untuk memilih pilihan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu banyak berkata-kata, saya dengan tegas menjawab bahwa lebih baik bagi kita kaum pria untuk bersama dia ( kaum wanita ) yang menyayangi kita, walaupun kita tidak atau belum menyayangi dia. Daripada harus dengan dia yang kita sayangi, tapi ternyata dia tidak sama sekali menyayangi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dari sudut pandang manapun kedua pilihan tadi tidak ada suatu pilihan yang benar-benar akan berdampak positif atau berhasil baik, keduanya mempunyai resiko yang sama besarnya dan potensi yang terburuk juga sama besarnya.&lt;br /&gt;Tapi disini saya menjawab dengan berdasarkan pendapat serta sudut pandang yang saya yakini, saya merupakan satu orang dari mungkin sedikit orang yang percaya bahwa cinta itu hakikinya datang di saat pertemuan serta pandangan pertama yang terjadi antara satu sosok pria dan wanita. Bila boleh saya mengutip kalimat dari sastrawan yang sangat saya kagumi juga cintai yaitu Kahlil Gibran yang berbunyi : &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Alangkah bodohnya orang-orang yang mengira bahwa cinta datang dari persahabatan yang lama dan rayuan yang tak henti-hentinya. Cinta Hakiki adalah buah pemahaman rasa spiritual, yang jika tak bisa tercipta dalam sekilas pandang, ia tidak bisa di ciptakan dalam bilangan tahun atau bahkan satu generasi sekalipun."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ( Kahlil Gibran )&lt;br /&gt;( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/wisdom-justice-and-love-part-iii.html"&gt;Wisdom, Justice, and Love part.III&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu saya benar-benar setuju tapi tidak juga saya memandang sebelah mata rasa cinta dan kasih sayang dari hasil pertemuan yang intens atau hasil dari pertemanan yang terlampau akrab, saya juga percaya itu. Tapi prinsip saya lebih meyakini bahwa, sekali lagi, cinta itu hakikatnya terlahir pada saat perjumpaan pertama dan setelah kita merasakan ketertarikan itu maka dengan sendirinya kita akan memulai untuk bergerak lebih jauh, mengenal dan seterusnya berusaha untuk saling memiliki.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;That’s my damn opinion!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena pemikiran tersebut, saya lebih memilih untuk kita bersama dengan dia yang menyayangi kita walaupun kita belum menyayangi dia. Kenapa? Karena sungguh beruntung bagi kita, kaum adam, bila mampu memiliki wanita yang dengan tulus serta ikhlas menyayangi kita serta mencintai kita tidak sekedar mengagumi kita, karena kagum berarti dia hanya menyukai dan melihat kelebihan kita, berbeda halnya bila dia mencintai kita maka dengan sendirinya berarti dia telah mampu menyukai kelebihan serta kekurangan yang kita miliki. Bila wanita telah mencintai kita, maka segala perhatian dan pengertian yang dia miliki akan benar-benar tercurah untuk kita. Dan walaupun kita belum mencintai dia tapi saya yakinkan secara pasti untuk anda semua lelaki di luar sana, cepat atau lambat anda akan bertekuk lutut dan jatuh cinta kepadanya.&lt;br /&gt;Karena apabila anda ( pria ) memaksakan untuk terus bersama dengan dia ( wanita ) yang memang benar anda sayangi serta cintai, anda akan lelah dibuatnya, yang ada hanya pada akhirnya wanita itu justru akan mencintai anda karena lebih kepada faktor iba atau kasihan, tidak menyayangi anda setulus dan semurni hati yang sebenarnya dia miliki. Dan pada akhirnya dia akan meninggalkan anda karena memang dasar cinta yang dia miliki tidaklah sekokoh akar pohon yang ada di hutan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kawan, ini hanyalah berdasarkan ilmu, sudut pandang serta pengalaman yang saya miliki akan tetapi dengan tulisan ini saya juga tidak menyarankan kaum wanita untuk menjadi agresif dan pria menjadi pihak yang pasif. Tidak sama sekali!&lt;br /&gt;Apa yang coba saya tekankan disini adalah, kita ( pria ) memang harus tetap berusaha mengejar dia ( wanita ) yang kita sayangi tapi jangan juga menjadi bodoh dengan terus mengejarnya walaupun sebenarnya dia tidak mencintai kita. Bila telah secara pasti dan jelas dia tidak mencintai kita, maka sesegera mungkin hentikan pengejaran tersebut dan bergerak menuju arah cinta yang lain. Dan apabila dalam perjalanan mencari arah cinta itu kita menemui satu cinta, satu wanita yang secara terang mampu untuk menyayangi kita, maka berhenti dan menepi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; sejenak, luangkan waktu kita untuk juga “mengejar” dia walaupun awalnya getaran cinta itu tidak kita miliki. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karena sekali lagi cinta yang muncul dengan sendirinya jauh lebih sejati daripada cinta yang datang sari proses yang lama dan cenderung dipaksakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Once again my friends, it is my opinion, how ‘bout you ?! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-5508739975192101180?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/5508739975192101180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=5508739975192101180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5508739975192101180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5508739975192101180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/first-impression.html' title='First Impression'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-6947933129101359089</id><published>2011-09-23T10:04:00.002+07:00</published><updated>2011-09-23T10:19:02.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Dan Semuanya Menghilang ...</title><content type='html'>Suatu perubahan datang dan kita pun sedikit banyaknya menjadi agak terkejut dibuatnya. Pergantian pucuk pimpinan dari satu orang ke orang lainnya memang tak bisa dipungkiri akan selalu diikuti dengan pergantian kebijakan, tidak selalu buruk memang tapi juga tidak selalu berdampak positif. Ini adalah situasi yang ada sekarang di kampus tempat saya mengenyam pendidikan, pergantian kepala Bagian Administrasi Keprajaan dari Bapak Suyanto ke tangan Bapak Maris Gunawan Rukmana,  kini mulai terasa perbedaan dan dampak nyatanya. Pak Maris yang lama menjadi seorang Lurah di Kota Bandung dan bahkan pernah menjadi Lurah terbaik Se-Jawa Barat, mulai menunjukan kapasitasnya dalam memimpin suatu organisasi, terlebih pengalamannya yang memang lebih banyak di lapangan, lebih banyak langsung berinteraksi dengan masyarakat dan permasalahan nyata yang ada dan dihadapi langsung di lapangan. Sehingga beliau tidak terlalu sulit untuk beradaptasi ketika harus menjadi seorang Kabag Administrasi Keprajaan, yang secara umumnya bertugas langsung mendidik, mengayomi serta mengasuh Praja dengan segala seluk beluk siklus kehidupan praja yang dilaluinya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html"&gt;Selayang Pandang IPDN&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan gebrakan itu mulai terasa semenjak praja mulai kembali berdatangan dari cuti panjang yang mereka dapatkan, berbagai aturan serta kebijakan baru mulai beliau sosialisasikan dan terapkan. Sebenarnya dan bahkan memang kenyataannya, semua perubahan yang beliau lakukan adalah sebuah perubahan yang memang perubahan menuju suatu bentuk siklus kehidupan praja yang ideal sesuai dengan normatif Peraturan Tata Kehidupan Praja yang telah ada dan memang menjadi dasar hukum dari segala kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang praja, akan tetapi memang ada beberapa yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi serta fasilitas yang ada di kampus daerah ini. Karena bagaimanapun juga IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat ini  adalah kampus daerah yang tidak akan pernah bisa 100% sama dengan kampus pusat di Jatinagor sana. Tapi saya yakinkan di sini, setiap penyesuaian itu bukanlah merubah kepada setiap hal yang prinsip, hanya penyesuaian kepada hal-hal operasionalnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mulai menunjukan bahwa gelar atau predikat Lurah terbaik Se-Jawa barat yang pernah beliau dapatkan bukanlah sebuah gelar semata, tapi benar-benar merupakan suatu gelar hasil dari jerih payah serta kinerja beliau yang memang sangat baik dan pantas untuk diapresiasi. Menurut pendapat saya, penilaian terbesar sehingga beliau mampu menjadi Lurah terbaik adalah karena beliau sangat taat terhadap tertib administrasi yang telah di atur dalam suatu peraturan perundang-undangan. Dan saya pikir hal itu benar adanya, karena sekarang, di Bagian Administrasi Keprajaan yang beliau kepalai, secara kasat mata, saya dapat melihat segala sesuatunya mampu beliau tata secata rapi. Kantor Pengasuhan yang dulu terlihat sangat kosong lengang, kini menjadi seperti sebuah kantor sungguhan, seperti selayaknya sebuah perpustakaan mini dengan pengaturan berkas yang sangat rapi dan tersusun sesuai dengan bagian-bagiannya, semua disimpan rapi dalam map yang telah ditentukan. Dinding-dinding pun rapih ditempeli setiap jadwal kegiatan atau apapun itu. Sekali lagi secara kasat mata, tertib administrasi Bagian Administrasi Keprajaan IPDN Kampus Daerah Kalimantan Barat saya pikir pantas untuk mendapatkan suatu apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan signifikan lainnya adalah kini setiap kegiatan praja benar-benar harus dilakukan pengecekan dengan masing-masing praja mengisi daftar hadir yang dibuat sesuai dengan kegiatan yang telah ditentukan. Dan semua pengecekan itu dilakukan dengan menggunakan sistem daftar hadir kelas. Ya, sekarang kelas sudah menyentuh siklus kehidupan praja, tidak lagi hanya mengurusi cukup permasalahan pengajaran dan pelatihan. Dan ini lah yang saya sebutkan merupakan penyesuaian terhadap tata cara. Karena dulu siklus kehidupan praja, di luar pengajaran dan pelatihan, menggunakan pengecekan berdasarkan wisma atau blok yang praja tempati. Dan sekarang hal itu berganti menjadi menggunakan pengecekan per kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat baik, tapi tidak saya pungkiri sedikit banyaknya membuat saya agak sedih dan mungkin kecewa. Karena jabatan yang saya pegang sekarang, yaitu Ketua Blok A menjadi tidak jelas tugas dan fungsinya. Secara umum bila melihat segala perubahan itu, maka praktis tugas saya sbagai Ketua Blok hanya menyusun jadwal Jaga Posko dan Jaga Blok setiap harinya, tidak lebih dan tidak kurang. Karena kini semua pengecekan dilakukan dengan daftar hadir per kelas sehingga sudah barang tentu menjadi tugas dan kewajiban ketua kelas.&lt;br /&gt;Tidak, saya tidak gila jabatan atau segala macam yang sejenisnya, saya menjadi sedih karena saya adalah orang biasa, orang yang sangat biasa, tidak mempunyai kemampuan atau bakat lebih dalam segala halnya, sehingga masuk dalam suatu organisasi adalah satu-satunya harapan bagi saya untuk bisa mendapatkan nilai lebih untuk bidang pengasuhan. Dan apabila hal ini yang terjadi, bagaimana caranya saya bisa mendapatkan nilai lebih itu? Apa yang akan saya lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, inilah resiko menjadi orang yang sangat biasa, ketika segala sesuatunya hanya bermodal bisa, tak ada yang mahir tak ada yang menjadi bakat. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/tanda-tanya.html"&gt;Tanda Tanya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/05/benar-benar-pintar-atau-benar-benar.html"&gt;Benar-benar pintar atau Benar-benar Kaya&lt;/a&gt; ) Akhirnya lambat laun, saya pun tersisih dalam persaingan. Ketika yang lain mungkin bisa mengejar nilai pengasuhan itu dengan mengikuti ekskul, saya malah tidak tau harus masuk apa, karena kemampuan biasa yang hanya saya punyai. Dan ketika organisasi menjadi satu-satunya harapan, saya pun mulai tersisih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua ini terasa semakin tragis, terasa &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/karma.html"&gt;karma&lt;/a&gt; itu benar adanya, karena setelah sekian lama secara angkuh saya menghilangkan dan meninggalkan cinta, tapi kini saya yang harus ditinggalkan oleh satu cinta dan bahkan sekarang pada akhirnya seakan melengkapi penderitaan serta luka yang terbuka, saya harus ditinggalkan oleh satu “pekerjaan”, ditinggal pergi oleh suatu tanggung jawab. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/tanggung-jawab-status-jabatan-dan-peran.html"&gt;Tanggung Jawab, Status, Jabatan, dan Peran&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;Ya, dan akhirnya semua menghilang!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Damn!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-6947933129101359089?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/6947933129101359089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=6947933129101359089' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6947933129101359089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6947933129101359089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/dan-semuanya-menghilang.html' title='Dan Semuanya Menghilang ...'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-562317560631048287</id><published>2011-09-23T05:48:00.003+07:00</published><updated>2011-09-23T05:59:11.546+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetic Tragedy'/><title type='text'>Karma</title><content type='html'>Bila yang hanya seminggu pun sebigini rasa sakit yang ku rasa, lantas bagaimana rasanya setiap wanita yang telah dengan ikhlas mencintaiku selama 3, 4, 11, dan bahkan 12 bulan lalu aku sakiti ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bila yang tanpa beribu janji indah, tanpa segala hal-hal yang tak pasti yang belum terjadi, segala pujian serta harapan tinggi pun bisa sebegitu membekasnya lantas bagaimana rasanya dengan setiap wanita yang mengasihi ku tulus yang telah ku jejali dengan setiap janji manis dari hati lalu aku khianati ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila memang ini karma, akibat dari apa yang ku perbuat, mengingkari setiap janji, menyakiti setiap wanita yang mengasihi, maka ku tak bisa berbuat banyak selain meratapi nasib penuh dengki lengkap dengan segala caci maki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-562317560631048287?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/562317560631048287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=562317560631048287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/562317560631048287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/562317560631048287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/karma.html' title='Karma'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-6721255638799511010</id><published>2011-09-21T20:29:00.007+07:00</published><updated>2011-09-21T21:24:34.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Jangan Pernah Berubah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"hal yang paling menakutkan dari suatu kekerasan bukanlah kekerasan itu sendiri. melainkan apabila kaum wanita telah dengan jelas ataupun secara samar menyetujui dan melihat serta menilai kekerasan itu sebagai sesuatu yang lumrah atau wajar. Dan yang paling menakutkan adalah ketika kaum wanita sendiran itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/wisdom-justice-and-love-part-iii.html"&gt;Wisdom, Justice, and Love part. III&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jangan pernah kau coba untuk berubah, tak relakan yang indah hilang lah sudah "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( ST 12 - Jangan Pernah Berubah )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wanita dan Kekerasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Okay&lt;/span&gt;, sebelum saya berbicara lebih jauh lagi, saya akan terlebih dahulu meminta anda semua yang membaca kalimat pembuka tadi, terkhusus bagi kaum pria, agar membaca kalimat tersebut penuh dengan pikiran bersih terhindar serta bebas dari pikiran-pikiran kotor khas pemikiran pria, sehingga penafsiran yang akan kita hasilkan akan menjadi sama tidak ada suatu beda apapun dari tema serta maksud yang sedianya memang hendak saya utarakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hhe&lt;/span&gt;...sudahlah kawan, tidak usah terlalu menghiraukan semua kalimat pembuka diatas, kalimat-kalimat yang membentuk suatu paragaraf pertama dalam tulisan ini memang sengaja dibuat penuh dengan ketidakjelasan hanya untuk membuat tulisan ini terlihat panjang dan sekali lagi itu hanyalah sebagai sebuah prolog tidak jelas, sebuah pembuka dari sebuah tema yang akan saya jabarkan. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, atas pemikiran yang telah saya tuliskan dalam paragaraf pertama tadi, di awal tulisan ini, akan coba saya jelaskan atau saya kemukakan terlebih dahulu pengertian dari kata “kekerasan”, sehingga menjadi sama dasar penafsiran yang akan kita gunakan. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/11/ko-teks-vs-konteks.html"&gt;Ko-teks Vs. Konteks&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Definisi Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. perihal (yg bersifat, berciri) keras;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. perbuatan seseorang atau kelompok orang yg menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. paksaan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.artikata.com/arti-368182-kekerasan.html"&gt;http://www.artikata.com/arti-368182-kekerasan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita, menurut persepsi saya, pendapat serta opini saya, merupakan makhluk yang lembut, cenderung merupakan makhluk halus, tempat segala sifat baik serta lembut bersemayam. Pembawa banyak masalah tapi juga pembawa cinta dan berjuta keindahan yang membuat hati si lawan bicara menjadi tentram serasa damai.&lt;br /&gt;Perasaan mereka agungkan melebihi dan mengenyampingkan segala logika yang ada. Sehingga jelas wanita adalah makhluk yang sangat harus lelaki jaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kelembutan, keindahan, kecantikan, kebaikan serta beribu kata-kata postif lainnya, menjadi sangat tidak pas bila wanita harus disandingkan dengan kata “kekerasan”. Kata yang berarti destruktif, anarkis, urakan. Sangat pas bila halnya disandingkan dengan pria, yang lebih mengutamakan logika serta otot dalam setiap segi kehidupan dan cara penyelesaian konflik serta masalah yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kenapa saya berani mempersandingkan lembutnya wanita dengan kerasnya kata kekerasan? Itu karena ada satu hal yang sedikit banyaknya mengusik nurani serta ketentraman diri ini. Saya mungkin termasuk kaum konservatif, kaum kolot dalam melihat seorang wanita tapi saya yakini itu benar adanya. Menurut saya wanita dan pria jelas dua makhluk yang berbeda, tidak mungkin bisa untuk menjadi sama apalagi harus disamakan.&lt;br /&gt;Emansipasi, tidak berarti pria dan wanita menjadi sejajar atau sama, tapi bagi saya, emansipasi berarti pria dan wanita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan apa yang telah menjadi hak serta melaksanakan apa yang telah menjadi kewajiban mereka. Dan hak serta kewajiban itu jelas berbeda adanya, tidak bisa dan tidak akan pernah bisa untuk menjadi sama. Karena pria dan wanita adalah memang berbeda dan saling berlawan tapi juga saling melengkapi. Mereka diciptakan sangat berbeda untuk mampu bersatu dalam segala perbedaan itu, sehingga bisa saling melengkapi. Seperti halnya langit dan bumi, siang dan malam, hitam dan putih, dsb. Jadi pria harus lah bertindak selayaknya seorang pria, menjadi kuat, menjadi seorang imam, dll. Serta wanita harus juga bertindak seperti selayaknya seorang wanita, menjadi lemah lembut, penyayang, feminim, dll. Tidak ada pria yang harus setengah menjadi wanita, menjadi kemayu misalnya dan tidak ada pula wanita yang menjadi setengah pria menjadi tomboy. Semuanya harus menjadi seperti apa yang telah mereka dapatkan dan diciptakan dari awal. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Pria ya pria, wanita ya wanita!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip serta persepsi itu masih saya yakini tidak sedikit pun berubah apalagi pergi menghilang, setidaknya sampai sekarang ini. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/09/aku-ingin.html"&gt;Aku Ingin&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/01/sindiran-untuk-disindir.html"&gt;Sindiran untuk disindir&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/06/aurat.html"&gt;Aurat.&lt;/a&gt; )   Sedari dulu hingga detik ini, saya masih tidak menaruh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;respect&lt;/span&gt; terhadap wanita yang senang dengan segala kegiatan serta aktifitas kaum pria dan kemudian secara sadar ataupun tidak mereka sadari tingkah laku serta kepribadian mereka pun berubah menjadi seorang “pria”. Saya masih bisa untuk menghormati dan bahkan secara jantan kagum kepada setiap wanita yang menyukai segala kegiatan pria, akan tetapi di luar itu, di luar kehidupan itu, tingkah laku serta kepribadian mereka tetap lah seorang wanita seutuhnya, wanita feminim bertutur baik berparas cantik dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan situasi itu telah berkembang, atas segala dasar pemikiran di atas, membuat saya mempunyai sebuah konsep bahwa hidup seorang wanita harus hidup dalam sebuah kehidupan yang nyaman, tenang, jauh dari segala kegiatan fisik, cukup hanya pada tekanan emosional, menguras emosi serta intelektual mereka saja. Tapi tentu bodoh bila kita hanya terpaku terhadap konsep sederhana tersebut. Dewasa ini bermacam-macam model pendidikan telah tercipta, sebagai suatu jawaban serta penyesuaian terhadap tantangan dunia kini yang sudah semakin keras. Hidup sudah tidak lagi sesederhana goresan pena, semua telah berubah, semua segi kehidupan penuh dengan segala macam bentuk tekanan. Tak bisa lagi sepenuhnya wanita berpangku tangan, wanita pun harus kuat, wanita pun harus mampu berdiri sendiri. Sehingga dunia pendidikan pun menyesuaikan dengan kondisi tersebut, dan wanita sendiri pun telah menyadari segala hal tersebut. Mereka mulai terbuka untuk menjadi wanita yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas tuntutan zaman pula, banyak wanita dengan penuh kesadaran memilih suatu profesi yang benar-benar memerlukan kekuatan fisik, dengan menempuh pendidikan yang juga penuh dengan didikan fisik. Sekali lagi itu merupakan keniscayaan, sebuah kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang membuat saya takut adalah ketika semua didikan fisik  yang mereka lalui itu justru mampu untuk merubah kepribadian mereka menjadi suatu pribadi seorang “pria”,&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; mereka menjadi merasa sangat biasa dengan segala bentuk tindakan fisik cenderung keras dan bahkan suatu kekerasan dan bahkan menjadi pelaku nyata kekerasa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hei, Ini lah yang saya takutkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita menurut saya, harus tetap berada di garda terdepan menolak segala bentuk kekerasan, tetap harus menangis ketika melihat orang-orang yang bertengkar, tetap harus ketakutan ketika terjadi suatu pertingkaian. Sekali lagi, segala hal pendidikan fisik yang wanita dapatkan hanyalah boleh menjadi pembentuk sikap mandiri dan mental kuat mereka untuk menjalani kehidupan. Tidak untuk merubah total semua kepribadian mereka, wanita tetap harus menjadi seorang wanita, tetap harus menjadi feminim. Walaupun apapun yang mereka hadapi dan alami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It is my damn opinion, it is the way i describe a woman. ‘cause i love a woman as a woman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, be a strong woman dear and please don’t change. Just be fine and be a real beautiful woman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I do care ‘bout you.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-6721255638799511010?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/6721255638799511010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=6721255638799511010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6721255638799511010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6721255638799511010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/jangan-pernah-berubah.html' title='Jangan Pernah Berubah'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-9172249675944907669</id><published>2011-09-18T20:00:00.004+07:00</published><updated>2011-09-18T20:31:12.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Penyesuaian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-gZ0f_1D2cDM/TnXx8UHijrI/AAAAAAAAAgg/quJi5-b5sAE/s1600/In%2BLove%2BAnd%2BDeath.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-gZ0f_1D2cDM/TnXx8UHijrI/AAAAAAAAAgg/quJi5-b5sAE/s320/In%2BLove%2BAnd%2BDeath.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653690925728304818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ORANG BAIK BELUM TENTU BERNASIB BAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu doktrin telah menusuk jelas dan terimplementasikan terlalu nyata dalam realita.&lt;br /&gt;Suatu budaya telah melembaga, telah membentuk suatu sikap.&lt;br /&gt;Perlahan tapi sangat pasti semua itu mulai terasa, mulai merubah segala apa yang dulu telah saya yakini. Karena perubahan itu pasti dan segala sesuatu pasti berubah kecuali perubahan itu sendiri, sehingga menjadi sangat wajar bila pada akhirnya seiring perjalanan waktu saya pun secara saya sadari ataupun tidak saya sadari, ikut terbawa ke dalam arus perubahan itu. Perubahan positif walaupun tidak sedikit pula terjerumus ke dalam suatu arus perubahan negatif, semuanya saya jalani dengan penuh rasa tanggung jawab, terus saya pelajari dan lakukan evaluasi, sehingga bisa membentuk seorang Adima yang hakiki, jauh dari hal-hal yang tak pasti juga negatif, karena bukankah saya pernah berkata :&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt; &lt;span class="fullpost"&gt;"Semua bisa berubah sejalan dengan kejadian yang kita alami, entah musibah ataupun anugerah. Persepsi kita, cara pandang kita, opini kita, pengalaman kita, semuanya bisa berubah. Tapi, satu hal yang jangan berubah adalah : Aqidah kita, kepercayaan kita terhadap Allah, terhadap semua kekuasaan-Nya dan pilihan-Nya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( baca : Wisdom, Justice, and Love part &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/09/wisdom-justice-and-love.html"&gt;I&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/wisdom-justice-and-love-part-ii.html"&gt;II&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/wisdom-justice-and-love-part-iii.html"&gt;III&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/09/who-is-noorz.html"&gt;Who Is Noorz ?&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang masa-masa ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt;, masa-masa peralihan dari seorang remaja menjadi seorang yang dewasa, merupakan suatu fase pokok yang akan menentukan sikap kita nantinya dalam menjalani sisa kehidupan kita ini. Akan menentukan seperti apa kita akan menjadi orang di masa depan nanti. Membentuk segala pola hidup serta sudut pandang dalam menjalani kehidupan ini. Di fase ini saya rasakan semua perubahan itu memang nyata adanya. Dan kini, saat ini, saya pun telah benar-benar menyadari, saya tidak akan bohong bahwa faktor lingkungan menjadi dorongan utama dari setiap perubahan yang saya alami walalupun hasrat serta motivasi diri tetap menjadi yang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya tidak akan lagi menjadi orang yang terlalu banyak berharap, orang yang terlalu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sok&lt;/span&gt; mempertahankan segala idealismenya ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/jujur-dan-berprestasi.html"&gt;Jujur dan Berprestasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/tanggung-jawab-status-jabatan-dan-peran.html"&gt;Tanggung Jawab&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/balada-shaf-depan.html"&gt;Balada Shaf Depan&lt;/a&gt;, etc )  , saya akan mencoba benar-benar memahami suatu nasihat bijak dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS&lt;/span&gt;, suatu saat beliau pernah berkata bahwa kita harus teguh dalam idealisme luwes dalam implementasi.&lt;br /&gt;Ya, saya akan coba pahami itu secara nyata dan juga secara nyata mengerjakan nasihat itu.&lt;br /&gt;Terlepas dari segala doktrin yang masuk ke dalam telinga ini serta bersemayam nyaman dalam otak ini, realita kehidupan nyata terasa begitu lebih mengejutkan dan lebih bisa menyadarkan. Ternyata segala doktrin yang ada, yang awalnya saya pikir tidak mungkin, ternyata memang ada terjadi. Dan sepertinya saya juga berterima kasih terhadap setiap doktrin yang ada tersebut, karena setidaknya dengan adanya segala doktrin itu saya tidak terlalu kaget dalam menghadapi atau melihat segala kenyataan yang ada. Berkali-kali telah saya tuliskan segala peristiwa itu lengkap dengan sikap yang saya ambil atas terjadinya segala peristiwa yang ada ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/dengarkan-curhatku.html"&gt;Dengarkan Curhatku&lt;/a&gt; , &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/06/ironi.html"&gt;Ironi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/proses-yang-benar-atau-hasil-yang-baik.html"&gt;Proses yang benar atau Hasil yang baik ?&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/catatan-ringan-keluhan-dan-harapan.html"&gt;Catatan ringan&lt;/a&gt;, etc )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berkali-kali saya coba hibur diri ini coba untuk tetap bertahan dalam sikap realistis yang saya punyai, tetap percaya pada proses yang selalu saya agungkan semenjak dulu. (  baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/realistis-bukan-pesimistis.html"&gt;Realistis, bukan pesimistis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/10/proses-atau-hasil.html"&gt;Proses atau hasil ?&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;Dan kini sepertinya saya lelah, hehehe... atau lebih tepatnya lagi sudah tidak mempunyai asa, saya telah memutuskan untuk tetap mempunyai ambisi tapi ambisi itu akan saya simpan secara baik dan saya tutup rapat-rapat hingga tak terlihat sehingga cukup saya saja yang mengetahui, saya tak kan lagi bermimpi muluk-muluk, cukup menjalani sesuatunya secara apa adanya, karena toh segalanya telah diatur sedemikian rupa secara sangat baik dan sempurna oleh Allah Swt., jadi kita hanya tinggal menjalani semuanya dengan sangat tenang dan hanya tinggal memastikan segala sesuatunya berjalan dengan baik. Karena seseungguhnya rasa realistis yang sering saya dengungkan hanyalah suatu bentuk kamuflase dari rasa pesimistis yang saya miliki dan merupakan suatu bentuk ketakutan serta keengganan saya untuk bersikap optimistis. Saya terlalu takut untuk jatuh sehingga saya memilih utnuk tidak terbang tinggi. Ya, karena saya hanya orang biasa,&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/05/benar-benar-pintar-atau-benar-benar.html"&gt; tidak benar-benar kaya atau benar-benar pintar&lt;/a&gt;, terlalu sangat biasa!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;damn!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;karena &lt;span class="fullpost"&gt;"Menjadi seorang pemenang, tidak berarti kita harus selalu menang. Karena kalah, bukan berarti menyerah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-9172249675944907669?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/9172249675944907669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=9172249675944907669' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9172249675944907669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9172249675944907669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/penyesuaian.html' title='Penyesuaian'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gZ0f_1D2cDM/TnXx8UHijrI/AAAAAAAAAgg/quJi5-b5sAE/s72-c/In%2BLove%2BAnd%2BDeath.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-5028713643859656092</id><published>2011-09-13T20:38:00.004+07:00</published><updated>2011-09-13T21:34:55.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Penutup.</title><content type='html'>Sebenarnya rasa kantuk belum terlalu terasa tapi tidur agak cepat harus saya lakukan karena nanti pada pukul 01.30 pagi waktu indonesia bagian barat, saya harus terbangun segar untuk menonton pertandingan perdana A.c. Milan di Liga Champion melawan sang juara bertahan Barcelona. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It will be a great match and I hope Milan will win that match, but draw will fair enough for me.&lt;/span&gt; Dan semoga tayangan sepak bola itu bisa saya saksikan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indovison&lt;/span&gt;, tidak dilacak seperti Liga Italia. Ya, suatu hal yang sangat mengecewakan, karena setidaknya saya sudah sangat bahagia membayangkan untuk setidaknya bisa menonton tiga pertandinga A.c. Milan sebelum nantinya saya kembali ke kampus ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dua pertandingan di Liga Italia dan satu di Liga Champion &lt;/span&gt;). Tapi harapan itu harus sirna, karena pertandingan pertama Liga Italia harus diundur akibat adanya pemogokan yang dilakukan oleh asosiasi pemain Italia, buntut dari kasus kontrak kesepakatan kolektif yang tak kunjung menemui titik temu, sehingga akhirnya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kick-off &lt;/span&gt;Serie-A baru dapat terlaksana pada hari Jum'at, tanggal 9, bulan September, tahun 2011, yang seharusnya pertandingan itu menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;giornata&lt;/span&gt; kedua. Dan pertandingan A.c. Milan Vs. Lazio menjadi pembuka Serie A liga Italia 2011-2012, dan walaupun kecewa karena seharusnya pertandingan itu menjadi pertandingan kedua yang bisa saya saksikan secara langsung di layar televisi, tapi kekecewaan itu segera hilang karena saya masih sangat begitu bersemangat untuk bisa menyaksiskan A.c. Milan. Tapi hal itu buyar karena secara mengecewakan tayangan Serie-A tidak bisa ditonton melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indovison&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;DAMN&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;Dan akhirnya harapan terkahir saya adalah di pertandingan ini, yang seharusnya menjadi pertandingan ketiga yang bisa saya saksikan secara langsung, kini harus menjadi satu-satu nya pertandingan yang saya tonton sebelum saya masuk ke kampus. Itu pun dengan catatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Indovison&lt;/span&gt; tidak melacak tayangan itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let's wait and see!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidur cepat itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pun&lt;/span&gt; harus saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pending&lt;/span&gt; sejenak karena sebuah perasaan yang terlampau mengganjal dalam hati dan saya pikir akan lebih terasa berkurang apabila saya curahkan itu semua pada sebuah tulisan dan sepak bola bukan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; tema utama dari tulisan yang hendak saya tulis saat ini, alasan yang cukup kuat sehingga saya rela menunda beberapa saat tidur saya untuk sekedar menulis adalah karena saya benar-benar ingin mengungkapkan segala apa yang saya rasakan saat ini, segala rasa yang ada, lagi-lagi tentang masalah pribadi, masalah hati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begini situasinya, ketika saya sudah secara jujur mengungkapkan rasa sayang saya kepada orang lain, saya ungkapkan itu apa adanya, tanpa ada sesuatu hal yang saya lebihkan atau saya kurangi, dan dia pun sudah menerima itu tapi secara tegas menyatakan sikapnya kalau dia belum bisa menerima, belum siap untuk menjadi sepasang kekasih. Dan karena tujuan awalnya hanyalah untuk berkata jujur, tidak untuk langsung meminta dia untuk mau menjadi seorang kekasih. Maka hal itu menjadi sangat diterima, walau sakit tetap terasa.&lt;br /&gt;Dan untuk memastikan, untuk mendapatkan suatu kejelasan, maka saya pun akhirnya bertanya tentang perasaan dia kepada saya, apakah dia juga mempunyai rasa. Seketika dia jawab iya, dia juga memiliki rasa.&lt;br /&gt;Setelah itu, saya susul dengan pertanyaan selanjutnya apakah ada kemungkinan di kedepannya kita akan menjadi sepasang kekasih atau tetap indah dalam persahabatan, dan seketika pula dia jawab kemungkinan untuk menjadi sepasang kekesaih terlihat lebih nyata daripada tetap menjadi sepasang sahabat. Sampai disini semuanya masih terlihat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi selanjutnya menjadi tidak begitu indah, dan ketika saya bertanya, lagi-lagi untuk memastikan, agar tidak terjadi suatu kesalahpahaman, apakah dia bisa sanggup unuk tidak tergoda dengan yang lain karena jarak dan tempat akan mejadi suatu permasalahan. Maka dengan singkat dia menjawab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"you the one and only i love"&lt;/span&gt;. Tentu kita semua tau arti dari kalimat itu, saya cukup yakin, dan cukup percaya diri, berarti apa yang harus saya lakukan hanya tinggal menunggu waktu sembari terus menjaganya agar tidak terbang jauh melewati sanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lagi-lagi yang terjadi selanjutnya tidak begitu indah, tidak seperti yang saya bayangkan, apa yang terjadi di realita tidak seperti yang ada dalam bayangan saya, tidak menunjukan dia yang mempunyai rasa kepada saya. Ketika saya begitu perhatian , begitu memperhatikan terhadap apa yang dia lakukan, dia terlihat santai acuh tak acuh dengan apa yang terjadi pada saya atau apa yang saya lakukan. Ketika terus saya meneleponnya, terus menghubungi melalui pesan pendek, dia tak pernah sekalipun berinisiatif untuk menghubungi saya terlebih dahulu. Ketika saya menunggu penuh harap untuk dia membalas sms, ternyata dia begitu santai tidak membalas sms saya. Bahkan ketika bertemu, dia malah terlihat begitu akrab berbicara duduk bersama dengan seorang teman pria, ketika dalam kendaraan, ketika kita bersama, ketika banyak kesempatan untuk melakukan suatu percakapan, kita justru terpaku dalam diam menimati keheningan. Dan beberapa saat kemudian justru asyik menelepon seseorang, sibuk bermain BB ( &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/me-vs-blackberry.html"&gt;I HATE BB&lt;/a&gt; ), sibuk dengan segala kehidupan di dunia maya dan saya di kehidupan nyata terasa maya baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari segala yang ada adalah dia memberi saya harapan, dia yang berkata bahwa dia juga memiliki rasa, dia yang berkata ya dia tak akan tergoda yang lain sampai saatnya nanti dia siap untuk menjalin suatu hubungan. Tapi tak ada satu pun realita yang cocok serta sesuai dengan segala apa yang dia katakan. Dia terlihat sangat santai ketika justru perasaan saya tak menentu. Dia terlihat tidak seperti orang yang memilki suatu perasaan terhadap orang lain, dia seperti pura-pura bodoh dengan segala rasa yang saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena bagaimana bisa dia katakan cinta tapi tak pernah menanyakan kabar?&lt;br /&gt;bagaimana bisa katakan cinta tapi justru nyaman bersama yang lain?&lt;br /&gt;bagaimana bisa katakan cinta tapi justru tak mau bersama?&lt;br /&gt;dan yang paling buruk dia bahkan tidak pernah bertanya kenapa, ada apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini karma, ketika terlalu banyak wanita yang mengasihi saya sakiti, maka saya adalah lelaki yang di benci.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;oh, please forgive me!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pun akan tertidur dan dia tetap belum membalas pesan yang telah lama saya kirimkan untuk dia. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;what a life...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-5028713643859656092?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/5028713643859656092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=5028713643859656092' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5028713643859656092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/5028713643859656092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/penutup.html' title='Penutup.'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-8758136501391918439</id><published>2011-09-13T12:34:00.002+07:00</published><updated>2011-09-13T12:40:08.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Me Vs. BlackBerry !</title><content type='html'>Saya akui saya mempunyai pemikiran seperti ini karena didasari oleh satu hal yang amat kuat walapun bukanlah sebagai sebuah alasan utamanya, yaitu karena saya tidak mempunyai cukup uang untuk membeli benda itu. Harga yang ditawarkan atau harga yang ada terlampau jauh dari apa yang saya punyai dan terlebih lagi saya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pun&lt;/span&gt; entah kenapa tidak begitu tertarik untuk bisa memilikinya dan kini hal itu semakin bertambah kuat, alasan untuk saya tidak menyukai benda itu semakin terus bertambah kuat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir bila saya memiliki dan mempunyai benda itu, saya hanya akan banyak merasakan efek negatif daripada mampu untuk menikmati sisi positifnya. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Memang suatu hal yang bodoh menyalahkan sesuatu benda mati terhadap suatu hal negatif yang kita lakukan&lt;/span&gt;, karena bagaimanapun juga suatu benda mati akan selalu mempunyai sisi positif dan negatif dan sisi mana yang akan kita nikmati atau jelajahi terus hingga kita jadikan itu sifat dan kebiasaan diri, itu sangat tergantung dengan makhluk hidup yang memakainya, sebagai suatu subjek aktif. Sehingga segala apapun negatif yang ada ataupun postif yang ada secara hakikatnya kita manusia sebagai makhluk hidup, sebagai subjek aktif yang menggunakannya yang harus dipersalahkan, bukan justru mencaci maki benda mati yang tidak tau apa-apa, yang hanya akan berguna apabila kita gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya apabila terjadi suatu pembunuhan, korban dibunuh oleh si pelaku dengan menggunakan sebilah pisau, tentu kita tidak akan menjadi tolol dengan menyalahkan pisau itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;iya kan ?&lt;/span&gt; atau ketika kita tersandung oleh sebongkah batu di jalan, maka suatu hal yang bodoh pula bila kita memaki habis-habisan si batu tersebut. Itu sebuah logika yang harus sama-sama kita resapi dalam hati dan implementasikan dalam sikap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas alasan itu pula, saya rasa saya belum bisa untuk mengontrol diri ini dalam menghadapi atau menghalau segala hal yang negatif yang ditimbulkan oleh benda tersebut. Dan pengalaman yang ada, melihat realita kehidupan yang ada, melihat segala yang terjadi di alam sekitar, perasaan tidak tertarik itu berganti secara perlahan tapi sangat pasti menjadi suatu persaan benci dan rasa tak suka yang begitu sangat. Tapi, saya pun mencoba untuk tetap menjaga perasaan benci itu dalam batas normal, dalam takaran yang sewajarnya, sehingga rasa benci itu tidak akan menutup mata dan pikiran saya terhadap segala positif yang ada pada benda itu, terhadap segala manfaat yang ada dalam benda tersebut, dan saya pun tak ingin dengan persaan benci yang berlebihan justru akan membuat saya tiba-tiba menjadi jatuh cinta pada benda tersebut. &lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Jadi, apa yang coba saya lakukan dan pertahankan adalah suatu rasa benci yang teramat wajar, dalam batas yang sangat teramat normal,&lt;/span&gt; sehingga tidak menjadi benci yang membabi buta, menutup mata dari segala apapun yang ada, tapi cukup lah suatu rasa benci yang hadir karena murni selera dan masalah prinsip serta ego diri pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi benci benda itu karena benda itu sangat mahal, sehingga saya tidak bisa membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi benci benda itu karena benda itu memiliki fungsi kamera sehingga tidak boleh saya miliki secara normatif aturan dan kalaupun ada jenis yang tidak dilengkapi dengan fitur kamera, saya sangat tidak tertarik untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi benci benda itu karena dengan benda itu kita terus terhubung dengan dunia maya, terus mendapat notifikasi, sehingga terus membuat kita apatis dan autis, membuat kita sibuk sendiri, mengacuhkan semua yang nyata di kehidupan nyata, tidak mengindahkan setiap kata dari lawan bicara di dunia nyata, mengganggu setiap kegiatan kita di dunia nyata, karena kita terus disibukan dengan segala yang terjadi di dunia maya, terus sibuk menggerakan jari jemari kita membalas segala kata dari lawan bicara di dunia maya, terus melakukan kegiatan semu di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena benda itu menjauhkan kita dari segala yang dekat di dunia nyata dan justru mendekatkan kita dari segala yang jauh di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena hal yang pribadi menjadi cepat berubah jadi konsumsi publik, serta konsumsi publik sudah menjadi berubah untuk selalu ingin tahu apa yang terjadi pada hal pribadi disetiap pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena dengan benda itu sudah tidak ada lagi istilah rahasia pribadi semuanya berubah menjadi rahasia umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena kini orang-orang lebih suka mencurahkan segala isi dalam hati mereka pada dunia maya terhadap orang-orang dengan sejuta kata yang maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena orang-orang lebih terbuka pada benda tersebut daripada orang-oarang nyata sebagai sahabat atau keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membenci benda itu karena kini semua orang sangat menyukai suatu perhatian, suatu kepopuleran, dengan bebagai cara, dengan berbagai kata membuat suatu sensasi. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/07/get-real-please.html"&gt;GET REAL, PLEASE !&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, my God, I hate that thing so f****** bad!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-8758136501391918439?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/8758136501391918439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=8758136501391918439' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8758136501391918439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/8758136501391918439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/me-vs-blackberry.html' title='Me Vs. BlackBerry !'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-9089432446025681065</id><published>2011-09-13T12:12:00.003+07:00</published><updated>2011-09-13T12:32:50.640+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetic Tragedy'/><title type='text'>Wisdom, Justice and Love part. III</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Baca juga : Wisdom, Justice, and Love&lt;/span&gt; &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/09/wisdom-justice-and-love.html"&gt;part I&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/wisdom-justice-and-love-part-ii.html"&gt;part II&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"hal yang paling menakutkan dari suatu kekerasan bukanlah kekerasan itu sendiri. melainkan apabila kaum wanita telah dengan jelas ataupun secara samar menyetujui dan melihat serta menilai kekerasan itu sebagai sesuatu yang lumrah atau wajar. Dan yang paling menakutkan adalah ketika kaum wanita sendiri yang menjadi pelaku kekerasan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan aku lebih menyukai penyiksaan, penghinaan dan kematian daripada mengingkari panggilan suci." ( Kahlil Gibran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bila anda menghormati satu orang maka hormati lah semua orang. tapi bila anda menyayangi satu orang jangan anda sayangi semua orang. karena anda tak akan pernah bisa membahagiakan semua orang sama besar dan persis sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kecewa, anda mengecewakan atau justru saya mengecewakan dan anda kecewa atau bahkan saya dan anda mengecewakan sehingga saya dan anda kecewa ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika diri ini ingin memiliki segalanya, memiliki semuanya yang sebenarnya tidak bisa kita miliki apalagi dalam waktu yang bersamaan. Hasil dari ketidakmampuan untuk memilih, ketidakberanian untuk mengambil resiko, ketidaksanggupan untuk jujur, serta akumulasi dari rasa egois. Yang akhirnya hanya akan tersadar ketika semuanya lepas melayang, dan tidak mendapatkan apa-apa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika diri dengan sombongnya masih berharap pada sesuatu hal yang secara akal, nalar, logika ataupun dengan segala pendekatan lainnya, sesuatu hal itu sudah tidak mungkin lagi bisa terjadi. Maka itu BODOH, OPTIMIS BODOH namanya!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah beban itu karena tekanan atau tekanan karena beban? Dan apakah tekanan itu ada karena terasa ataukah terasa karena ada?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maafkn utk smw sms yg tdk sy bls dan smw ucpn yg tdk sy tnggapi. Sy msh brpgng pd bhwa sgl bntk ibdh tntg nifsu syahban haditsny dhaif. Tp,sy jg hnya brtndk sbg pendngr,bkn seorg ahli. Jd,tdk brni utk brdbt ato skdr brpndpt. Akn ttp,prl qt sdri,sgl ibdh itu hram kcli yg d halalkn dan ibdh bkn tntg kuantitas tp kualitas. Peace!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan pernah meremehkan hal-hal yg kecil karena hal kecil itu bisa menjadi besar tapi juga jangan terlalu membesar-besarkan hal yg kecil karena tidak semua yg kecil akan berubah jadi besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;⁯"Salah satu cara untuk bsa menilai dan mengetahui sifat asli seseorg, maka lihat lah dia di saat akhir dalam satu periode di suatu masa dan ketika dia dalam keadaan terdesak.⁮"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika yang salah merasa benar dan melakukan pembenaran. Lalu yang benar mereka cerca serta hina. Lantas mau jadi apa kita ?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak diantara kita yang pintar dan mungkin terlampau pintar. Tapi, mendadak menjadi orang bodoh, karena menunjukan kepintarannya dengan bicara banyak tanpa inti dan tidak sesuai dengan tempat, situasi, dan kondisi yang ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"etika tak bisa dipaksakan, tapi harus dipahami. akan tetapi, terkadang perlu terlebih dulu kita paksakan untuk bisa kita pahami etika tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disiplin apa? Bila ternyata banyak deviasi. Respect apa? Bila ternyata mendewakan gengri. Dan loyal apa? Bila ternyata terus melakukan resistensi. Jadi, apa lagi yg mau dibanggakan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjadi seorang pemenang, tidak berarti kita harus selalu menang. Karena kalah, bukan bearti menyerah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia itu akan terlihat hebat, bila berdiri sendiri. Dan akan seketika menjadi rendah bila dilakukan suatu pembandingan. Karena hebat, pintar, dan segala yg sejenis itu sangat lah bersifat RELATIF!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"suatu pernyataan sering kali akan mengundang datangnya banyak pertanyaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin seseorang bekerja dgn maksimal dan memberikan pelayanan yg optimal, bila seseorg tsb bekerja d suatu tempat dgn ilmu yg tidak dia kenal ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"⁯Mayoritas tidak selamanya benar dan minoritas tidak selamanya salah. Tapi, benar atau salah mayoritas akan tetap mampu menekan minoritas dan salah ataupun benar nya minoritas, akan tetap tertindas mayoritas. Dont like it? lets stand up and change with the real action, not just an empty words." ⁮&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"inikah hidup? tanpa aturan yang mengekang selayaknya tali yang mengikat kencang? apakah benar hidup itu harus bebas lepas tak ada batas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kecerobohan, kebodohan, ketololan, dan segala hal negatif lainnya akan relatif terjadi di saat kita terlampau gembira, bahagia atau apapun istilahnya, ketika mendapatkan sesuatu hal yang kita impikan dan harapkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesalahan adalah bukti nyata dari ketidaksempurnaannya seorang manusia. Tapi, jangan menambah ketidaksempurnaan itu dengan lari dari tanggung jawab akibat kesalahan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"menjadi seorang yang baik tak akan pernah cukup ketika tidak diikuti oleh suatu nasib yang baik dan suatu proses yang benar tak kan pernah berarti apa-apa tanpa diiringi oleh sebuah hasil yang bagus. Welcome to the Jungle!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hentikan segala penyesalan dalam sebentuk kata seandainya. Karena sungguh sehebat apapun kata-kata itu tak akan mampu merubah segala yang telah terjadi. Pelajari dan jangan kita ulangi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apakah wajar seperti ini? hidup tak menentu, ketika ketidakjelasan adalah sebuah kejelasan, ketika tidak memilih adalah sebuah pilihan dan begitu seterusnya. Ketika omongan tidak bersinergi dengan realita dan fakta terlampau jauh dari aturan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kelemahan mengundang Pelecehan, Kekuatan mendatangkan Ketakutan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"A+ ttp akn lbh baik dri A, A akn ttp lbh baik dri B+, B+ akn ttp lbh bk dri B, dan bgtu seterusnya. Kita tdk bsa melawan. Hasil dan nilai sbg ukurannya adalah segala-galanya dlm dunia pendidikan, dan mnkn sgla segi khdpn kita, menafikan PROSES!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak orang baik, tapi sedikit yang bernasib baik. Akan tetapi saya yakin apabila kita konsisten berbuat hal-hal yang baik tulus ikhlas tanpa ada paksaan tanpa mengharapkan suatu penghargaan ataupun sebuah imbalan. Maka nasib baik akan datang mengikuti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alangkah bodohnya orang-orang yang mengira bahwa cinta datang dari persahabatan yang lama dan rayuan yang tak henti-hentinya. Cinta Hakiki adalah buah pemahaman rasa spiritual, yang jika tak bisa tercipta dalam sekilas pandang, ia tidak bisa di ciptakan dalam bilangan tahun atau bahkan satu generasi sekalipun." ( Kahlil Gibran )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi, apakah bila kau sendiri kau merasa kesepian? atau karena kesepian itu kamu jadi merasa sendiri? Atau mungkin sendiri dan kesepian itu kau rasakan secara bersamaan? Atau sendiri dan kesepian itu kau rasa tak ada sama sekali korelasinya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia yang dinanti datang ternyata tak kunjung datang. Dia yang diharapkan datang menemani ternyata tak kunjung peduli. Dia yang ditunggu-tunggu ternyata juga tak menunggu. Dia .."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-9089432446025681065?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/9089432446025681065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=9089432446025681065' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9089432446025681065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/9089432446025681065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/wisdom-justice-and-love-part-iii.html' title='Wisdom, Justice and Love part. III'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-4421678455541942964</id><published>2011-09-08T19:17:00.003+07:00</published><updated>2011-09-08T19:52:14.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Still Tragic ..</title><content type='html'>damn...&lt;br /&gt;berawal dari sebuah tweet, dari jejaring sosial mikroblogging ternama, twitter, ada suatu permasalahan yang mengganjal. Ada sebuah kata sederhana mengusik hati dan mengundang emosi. Kata yang saya pikir tidak pada tempatnya dan tidak seharusnya. Kata yang berarti sangat lebih dari arti sesungguhnya karena cenderung akan diartikan lebih dari konteks yang dimaksud sesungguhnya. Dan sangat berpotensi juga mengusik hati orang lain yang sebenarnya tidak ada sangkut paut sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala pemikiran yang saya pikir sudah sangat cukup, dengan berbekal emosi yang memadai dan mental yang saya pikir juga tidak surut, sudah cukup untuk menghujat si pelaku bahkan untuk lebih dari itu sekalipun. Saya pun sesegera mungkin mencari informasi, mencari dia punya nomor pribadi, sehingga bisa kami berbincang lebih dalam, bertanya sebab musabab dengan segala argumentasi yang dia punyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apa yang telah saya buat, segala niat jahat untuk menunjukan siapa yang paling hebat harus rusak dengan segala argumen yang dia kemukakan dengan nada bicara lebih dari meyakinkan dengan segala "demi" yang ia keluarkan, sehingga semakin membuat hati dan telinga ini memerah menahan malu, cukup besar untuk menahan segala kata, sehingga diam menjadi pilihan dan kalaupun ada kalimat yang mampu saya rangkai dari kata-kata yang sempat saya ucap, maka kalimat itu jauh dari kata sempurna dan perlu dari lebih keberuntungan untuk mampu dia pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia terus berkata, terus mengeluarkan kata, terus semakin menyudutkan dan terus semakin mendorong ke lubang juram. Saya tak bisa melawan apalagi berbalik menyerang marah, karena itu benar adanya, karena apa yang dia bilang, tak bisa saya sanggah dengan berbagai macam bentuk kalimat apapun juga. Sekali lagi dia benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata dengan satu sudut pandang, tapi saya tidak bisa menyerang itu karena dengan sudut pandang itu lah dia hidup dan melihat kehidupan. Dia berkata dengan satu emosi dan juga mengundang saya punya emosi, tapi emosi dia berlandaskan pada satu emosi dari satu hati yang sangat tersakiti. sedangkan emosi yang saya miliki hanya sebuah emosi kecil karena merasa harga diri terinjak mati, padahal hanya sebuah ungkapan egois diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan secara keselurahan apa yang telah dia ungkapkan telah cukup adil ia kemukakan.&lt;br /&gt;karena bukankah adil itu bukan sama rata sama rasa? tapi mampu menempatkan segala sesuatunya pada tempatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmm...&lt;br /&gt;Saya salah untuk segala egois yang saya punya.&lt;br /&gt;saya salah untuk segala harapan yang telah saya beri.&lt;br /&gt;saya salah untuk segala cinta yang telah saya janji.&lt;br /&gt;saya salah untuk segala sayang yang telah saya buang.&lt;br /&gt;saya salah telah mengangkat tinggi ke awan.&lt;br /&gt;saya salah telah menjatuhkan keras ke tanah.&lt;br /&gt;saya salah dengan sejuta kesalahan saya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dia hanya salah dengan satu kata saja, satu kata hasil dari akumulasi kekecewaan berjuta-juta kesalahan yang telah saya perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi manakah yang benar? emosi dari satu kesalahan atau emosi dari berjuta-juta kesalahan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-4421678455541942964?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/4421678455541942964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=4421678455541942964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4421678455541942964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/4421678455541942964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/still-tragic.html' title='Still Tragic ..'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-3020343559457714569</id><published>2011-09-07T20:03:00.004+07:00</published><updated>2011-09-07T20:19:25.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetic Tragedy'/><title type='text'>INDONESIA !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JjAemCEzjEk/Tmduyw-1g9I/AAAAAAAAAfo/EBNlNcKARy8/s1600/TIMNAS-SENIOR-INDONESIA2011.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JjAemCEzjEk/Tmduyw-1g9I/AAAAAAAAAfo/EBNlNcKARy8/s320/TIMNAS-SENIOR-INDONESIA2011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649606075980547026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sepak bola,&lt;br /&gt;permainan kaki mengolah bola,&lt;br /&gt;atau dengan anggota tubuh lainnya,&lt;br /&gt;asal tangan tidak terkena,&lt;br /&gt;kecuali kiper tentunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Olahraga paling populer di dunia,&lt;br /&gt;disukai oleh kaum adam juga kaum hawa.&lt;br /&gt;Tersihir oleh indahnya gocekan pemain bola,&lt;br /&gt;atau betapa indahnya muka mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia,&lt;br /&gt;Negara di kawasan asia,&lt;br /&gt;asia tenggara tepatnya.&lt;br /&gt;Ku cinta ini negara,&lt;br /&gt;karena disinilah aku lahir dan tumbuh besar hingga dewasa.&lt;br /&gt;Betapun hina,&lt;br /&gt;betapun orang di sana mencerca,&lt;br /&gt;ku kan tetap berdiri lantang,&lt;br /&gt;dengan angkuh berkata, ‘Aku Orang Indonesia’&lt;br /&gt;Aku bangga menjadi Indonesia,&lt;br /&gt;Dengan segala yang buruk serta indah yang ada menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala dunia,&lt;br /&gt;Sebuah event akbar sepak bola,&lt;br /&gt;mempertemukan 32 negara,&lt;br /&gt;yang dijaring dari hasil kualifikasi setiap benua,&lt;br /&gt;sehingga benar dihasilkan yang terkuat,&lt;br /&gt;untuk bertarung menjadi sang juara,&lt;br /&gt;mendapat mahkota raja sepak bola dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sepak bola,&lt;br /&gt;Indonesia pernah begitu perkasa,&lt;br /&gt;tapi itu dulu kala,&lt;br /&gt;ketika aku pun belum ada,&lt;br /&gt;ketika kakekku saja masih remaja.&lt;br /&gt;Kini sudah berubah semua,&lt;br /&gt;di saat yang lain melangkah cepat berbenah,&lt;br /&gt;kita justru menukik ke bawah menuju tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia hanya menjadi tim nyaris juara,&lt;br /&gt;dan berjuta-juta nyaris lainnya.&lt;br /&gt;Entah ada apa,&lt;br /&gt;entah dosa siapa.&lt;br /&gt;Tapi ini memang masalah kita semua,&lt;br /&gt;masalah kompetisi lokal,&lt;br /&gt;masalah sarana,&lt;br /&gt;masalah dana,&lt;br /&gt;masalah sumber daya manusianya,&lt;br /&gt;dan juga salah pengelolaannya.&lt;br /&gt;Semua solusi masih dalam tahap pencarian,&lt;br /&gt;mencari bentuk tepat sebuah formula,&lt;br /&gt;untuk menjadi solusi itu masalah,&lt;br /&gt;hingga akhirnya prestasi bisa kita dapat,&lt;br /&gt;kita peluk dengan sangat erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita Indonesia,&lt;br /&gt;belum sempat mencicipi nikmatnya piala dunia,&lt;br /&gt;tapi dulu sekali saat kita masih dijajah,&lt;br /&gt;dengan nama hindia-belanda,&lt;br /&gt;kita sempat masuk piala dunia,&lt;br /&gt;1938 tahunnya,&lt;br /&gt;dan sejak itu kita belum pernah lagi bersua&lt;br /&gt;atau langsung berpartisipasi nyata.&lt;br /&gt;Kita hanya menjadi penonton setia.&lt;br /&gt;Karena selalu gagal di kualifikasi zona asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi harapan itu kembali ada,&lt;br /&gt;terasa begitu nyata.&lt;br /&gt;Ketika kita bermain indah menang empat tiga,&lt;br /&gt;melawan turkmenistan dalam kualifikasi kedua,&lt;br /&gt;sehingga otomatis kita pun masuk kualifikasi ketiga,&lt;br /&gt;masuk grup lima,&lt;br /&gt;bersama iran, bahrain, serta qatar si negara sangat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi asa itu hancur seketika,&lt;br /&gt;ketika melawan iran di pertandingan tandang pertama,&lt;br /&gt;kita kalah kosong tiga,&lt;br /&gt;lalu main di kandang pun menjadi percuma,&lt;br /&gt;dengan beribu pasang mata yang ada di istora,&lt;br /&gt;dengan beragam tingkah pola anak manusia,&lt;br /&gt;khas penonton fanatik sepak bola,&lt;br /&gt;dengan semangat yang lebih dari empat lima.&lt;br /&gt;Tapi ternyata itu tak cukup juga,&lt;br /&gt;karena kita tetap kalah kosong dua&lt;br /&gt;dari bahrain negara timur tengah di jajaran saudi arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan ada pembenaran,&lt;br /&gt;penonton kita pun berulah,&lt;br /&gt;menyalakan banyak petasan melanggar aturan jelas.&lt;br /&gt;Sehingga pertandingan sempat ditunda,&lt;br /&gt;di menit ke tujuh lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..&lt;br /&gt;Saya kecewa,&lt;br /&gt;Semua warga indonesia pasti kecewa,&lt;br /&gt;Terlebih para penonton yang telah datang di istora.&lt;br /&gt;Tapi harapan itu masih ada,&lt;br /&gt;di depan masih ada enam laga tersisa,&lt;br /&gt;pembenahan masih bisa dikejar, masih bisa kita perbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mari terus kita berdoa&lt;br /&gt;dan terus lah berjuang wahai pejuang sepak bola,&lt;br /&gt;anda masih dan akan selalu bisa membuat bangga Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-3020343559457714569?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/3020343559457714569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=3020343559457714569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/3020343559457714569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/3020343559457714569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/indonesia.html' title='INDONESIA !!'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JjAemCEzjEk/Tmduyw-1g9I/AAAAAAAAAfo/EBNlNcKARy8/s72-c/TIMNAS-SENIOR-INDONESIA2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-1958386418694830048</id><published>2011-09-04T20:56:00.002+07:00</published><updated>2011-09-04T21:01:40.610+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>announcement</title><content type='html'>So this is the situation my friends.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;I will not be able in all my social networks for a while and I don't even know for how long.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Because of some reasons that I'm not proud of to tell you all.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;If u wanna to contact me just call me or send me a message to my handphone ( 085222449191 )&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Thank you for all your attention and have a very nice life, my friends. :)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-1958386418694830048?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/1958386418694830048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=1958386418694830048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1958386418694830048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/1958386418694830048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/announcement.html' title='announcement'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-6971786561740093294</id><published>2011-09-01T19:59:00.005+07:00</published><updated>2011-09-02T09:17:30.467+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Awal yang Buruk di Bulan yang Baik.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RK8aSRBeFi4/TmA8LqcW_eI/AAAAAAAAAfg/X5hnsUOToCI/s1600/I%2527m%2BNot%2BOkay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RK8aSRBeFi4/TmA8LqcW_eI/AAAAAAAAAfg/X5hnsUOToCI/s320/I%2527m%2BNot%2BOkay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5647580103792066018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya memulai menulis izinkan saya untuk menarik nafas sedalam mungkin sambil berharap hal itu akan membantu untuk menenangkan jiwa ini. Tidak, ini tidak untuk bertransformasi menjadi seorang yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alay&lt;/span&gt; atau berubah wujud menjadi makhluk yang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lebay&lt;/span&gt;, tapi hal ini sungguh nyata saya lakukan karena memang saya butuh diri ini untuk tenang agar bisa berpikir jernih tidak untuk bersumpah serapah mengeluarkan segala macama kata-kata sampah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hmmm&lt;/span&gt;...&lt;span style="font-style: italic;"&gt;for the record and maybe for your information&lt;/span&gt;, saya baru putus dengan pacar saya, tepatnya pada hari ini, Kamis (01/09/11), sekitar pukul 18.00 WIB setelah hampir 11 bulan kami bersama terhitung sejak 07/09/10. Tidak tau saya harus memulai dari mana, karena jujur saya sendiri bingung bagaimana caranya menyusun segala macam kata yang sebenarnya ada dalam otak, berterbangan dengan liar di dalam kepala atau bahkan berjuta rasa di dalam hati yang menunggu untuk diinterpretasikan dalam sebentuk kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akui ini bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; pertama kali saya putus dengan seorang wanita, saya sudah sembilan kali berpacaran dan berarti saya pun sudah sembilan kali merasakan putus, walaupun sebenarnya lebih. Karena sembilan kali itu saya hitung dari jumlah wanita yang saya pacari sedangkan pada realitanya, ada satu ketika saya mengalami sesuatu hal yang orang biasa sebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;putus-nyambung&lt;/span&gt;. Tapi sudahlah, itu bukan merupakan tema utama yang hendak saya bahas. Dan walaupun ini bukan kali pertama saya putus, perasaan itu masih saja sama, masih sama membekasnya, masih sama membuat diri ini melamun, bersedih dan segala macam rasa duka lainnya. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/01/its-all-over-251108-170110.html"&gt;It's All Over Now&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/02/songs-of-my-tragic-love.html"&gt;The Songs of My Tragic Love&lt;/a&gt; ) Ini jujur tanpa ada sedikit pun rekayasa karena &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya tidak akan pernah mau mengotori segala hasil tulisan saya dengan sebongkah kebohongan, saya selalu berusaha jujur dalam setiap apa yang saya tuliskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan rasa yang paling besar, paling sangat saya tidak sukai adalah kenyataan bahwa dengan memutuskan seorang wanita &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAYA TELAH BERDOSA, SAYA TELAH BERDOSA BESAR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih cukup sadar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thank God! &lt;/span&gt;Sekali lagi, saya masih cukup sadar dan waras untuk menyadari bahwa dengan memutuskan seorang wanita, atas dasar apapun, atas alasan apapun, pada hakikatnya saya telah berdosa, dosa besar bila boleh saya katakan. Saya telah berdosa &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;karena dengan memutuskan suatu hubungan berarti saya telah mengkhianati segala janji yang telah saya katakan dan yang telah saya janjikan dengan penuh rasa meyakinkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Itu berarti saya telah menjadi seorang pembohong dan lebih jauh lagi saya telah menjadi seorang yang munafik !&lt;br /&gt;Dan &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya pun berdosa karena telah menyakiti hati seorang wanita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Bagaimanapun wanita adalah makhluk yang sangat lembut, se-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tomboy-tomboy&lt;/span&gt;-nya mereka, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deep down in their hearts,&lt;/span&gt; mereka tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; seorang makhkluk yang lembut. Tak heran dan memang punya alasan khusus kenapa wanita selalu mendekati segala sesuatunya dengan pendekatan perasaan dan cenderung mengeyampingkan logika mereka. Ya, kedua alasan itu sudah cukup jelas untuk membuktikan bahwa saya telah berdosa. Dan itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; kenapa saya selalu merasakan rasa duka yang sama ketika saya harus memutuskan seorang wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tanda tanya besar seketika datang menyeruak, bila sebegitu warasnya saya lalu kenapa saya masih terus bisa dan memilih untuk memutuskan seorang wanita bahkan untuk kesembilan kalinya? Bukankah dengan begitu berarti saya telah melakukan kesalahan yang sama? Bila begitu saya lebih bodoh dari seekor keledai sekalipun?&lt;br /&gt;Izinkan saya untuk menjelaskan itu semua dan melakukan suatu pembelaan, tapi bukan merupakan suatu penyerangan ini hanya suatu bentuk pertahanan mencari suatu pembenaran.&lt;br /&gt;Semua wanita pasti akan selalu mengutarakan dan berkata bahwa apa yang hendak saya tuliskan ini merupakan suatu alasan yang klasik, terlalu klise. Tapi, sekali lagi saya katakan dan yakinkan, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INI SEMUA JUJUR&lt;/span&gt; dan bila perlu dan bila bisa, saya rela dan siap untuk melakukan suatu tes kejujuran untuk membuktikan ini semua. Saya memilih untuk memutuskan wanita ini, wanita yang telah dengan sangat baik hati menerima dan memaklumi segala kedaan yang ada dari konsekuensi berpacaran jarak jauh, karena saya merasa tidak sanggup untuk membuatnya bahagia. Ya, bahagia, suatun ukuran yang abstrak. Tapi, saya memutuskan untuk menyerah seperti ini, karena saya mencoba untuk realistis terhadap situasi yang ada saat ini dan di saat yang akan datang. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/realistis-bukan-pesimistis.html"&gt;Realistis, bukan pesimistis&lt;/a&gt; ) Saya belum bisa untuk berubah. Di saat hubungan kita sudah hampir menginjak satu tahun pertemuan diantara kami berdua masih sangat bisa kami hitung, komunikasi kami masih sangat bergantung pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sms&lt;/span&gt;, dan entah kenapa saya masih belum bisa membagi waktu secara baik serta secara dewasa, sehingga dia masih terlalu banyak saya korbankan, saya menjadi sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cuek&lt;/span&gt; terhadapnya, bahkan ketika dia membutuhkan saya untuk sedikit berkeluh kesah tentang kondisi badannya yang dia rasa sedang kurang baik. Secara materi maupun immateri, saya belum bisa memberikan dia apa-apa. Sedangkan saya yakin dia sangat membutuhkan apa-apa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kenal dia sedari SMA, kami sempat satu kelas ketika kelas X, lalu berbeda kelas ketika kelas XI dan XII tapi kelas kami selalu bersebelahan ketika itu, saya tau dia cukup baik, saya tau cara dia bersosialisasi, saya tau cara dia berteman, dan saya tau cara bagaimana dia berpacaran. Walaupun tidak secara mendetail tapi saya tau gambaran secara umumnya. Dengan situasi seperti ini, dengan intensitas pertemuan kami yang sangat jarang, jelas ini bukan merupakan tipe ideal untuk suatu hubungan bagi seorang dia. Tapi, memang saya menjadi salah, karena saya memutuskan untuk menyerah ketika dia telah mampu untuk mengerti kedaan ini, ya..saya salah karena hal itu. Tapi, saya pikir ini akan menjadi lebih baik untuk kedepannya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan jarak jauh merupakan pengalaman pertama bagi saya dan begitu juga dia. Tapi, untuk saya pribadi hubungan kali ini merupakan hubungan yang paling berat, di samping karena jarak itu tapi juga karena dalam hubungan ini, jujur, saya mencoba untuk merubah segala sifat jelek saya dalam menjalani suatu hubungan. ( baca : (mencoba) &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/03/mencoba-berjiwa-besar.html"&gt;Berjiwa Besar&lt;/a&gt; ) Saya katakan jelek, karena saya pikir sifat itu terlalu berlebihan untuk dilakukan dalam suatu hubungan bernama “pacaran”. Sifat itu adalah keinginan saya untuk bisa mengatur sepenuhnya kehidupann, memegang penuh kendali dari kehidupannya. Ya, cenderung merupakan suatu sifat yang posesif dan oleh sebab itu saya coba untuk hilangkan. Tapi ternyata hal itu membuat saya menjadi menjalani hubungan dengan seperti tidak menjadi diri saya sesungguhnya, saya merasa menjadi seseorang yang lain dan hasilnya saya menjadi seseorang yang cuek. Penjelasan logis dengan sifat “posesif” saya itu adalah karena dalam menyangi seorang wanita saya tidak pernah bermain-main dengan itu, saya mencintai dan menyayanginya secara penuh dan sepenuh hati, sehingga sedikit pun saya tidak ingin kehilangan dirinya. Intinya sifat itu saya miliki karena memang berbanding lurus dengan besarnya rasa cinta yang saya miliki. Tapi, saya ingin untuk merubahnya karena ternyata tidak terlalu berhasil pada hubungan saya sebelumnya dan juga saya pikir tidak relevan dengan situasi pacaran jarak jauh yang pada saat itu saya alami. Tapi, sekali lagi, hal itu justru membuat saya bingung sendiri dan seperti hilang arah dalam menentukan hubungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat saya tersebut mungkin sedkit banyak dipengaruhi oleh sifat manja yang saya miliki. ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/19th.html"&gt;19th&lt;/a&gt; ) karena sifat tersebut saya terdidik untuk mampu mendapatkan semuanya dan memegang kendali penuh terhadap semuanya. Dan mungkin karena “didikan” itu pula saya menjadi sangat ingin mendapatkan wanita yang lebih dewasa dari saya, mampu untuk lebih “cerewet” dan “bawel” dari saya, lebih banyak mengatur saya,  dan segala macam bentuk kedewasaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yeah, i need a woman not a girl !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah, yang jelas hal ini sedikit banyaknya juga semakin membuat diri ini bertambah bingung. Bagaimana dengan kisah cinta saya kedepannya? Apakah saya akan tetap bertahan dengan sikap “posesif”? atau berubah dalam kebingungan?&lt;br /&gt;Tak tau lah, yang jelas, saya akan berusaha fokus untuk mencari seorang wanita dewasa, dan saya ingin bila nanti saya berpacaran lagi itu untuk yang terakhir kalinya. Sudah cukup rasanya saya berdosa karena memutuskan seorang wanita dan atas janji yang telah saya katakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I wish i could and I’m sure I can!!&lt;/span&gt; ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/09/aku-ingin.html"&gt;AKU INGIN&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yang jelas, satu hal yang ingin saya pertegas, saya tidak pernah berniat menjadi seorang pembohong, seorang yang munafik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Apa yang saya katakan adalah jujur dan benar adanya. Bila pada suatu ketika saya berkata bahwa saya sangat mencintai seseorang berarti itu benar adanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It is what it is&lt;/span&gt;. Bila pun pada akhirnya saya tidak bisa terus melakukan semua kata-kata itu, itu semata-mata karena ketidaksempurnaan saya sebagai seorang manusia dan pikiran saya bahwa saya yakin, kekecewaan serta kesedihan yang saya buat ketika saya memutuskan seorang wanita itu akan terganti dengan kebahagiaan yang sangat lebih di masa yang akan datang dengan pria lain dan&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kebahagiaan itu akan jauh lebih besar daripada kebahagiaan apabila wanita tersebut terus bersama saya. Ya, saya yakini it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, ungkapan klasik lagi mungkin, tapi saya meminta maaf yang sebesar- besar nya pada Intan Maharani. Maaf untuk segala-galanya. Tapi, bila pun kamu marah, benci kepada saya, itu sangat wajar adanya. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi saya mohon dengan sangat, tolong hina saya, benci saya dan marahi saya juga dengan sewajarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karena kita memulai hubungan ini dengan baik jadi mari kita akhiri juga dengan baik. Kita jaga segala sesuatunya yang sudah baik. Ini hanya perubahan status, dari berpacaran menjadi suatu persahabatan yang kata orang lebih kekal adanya. Kenang saya, ingat saya dengan sesuatu yang baik ( walaupun entah apa hal baik yang telah saya berikan ) segala sesuatu yang buruk termasuk perpisahan ini cukup jadikan sebagai sesuatu angin lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm..selamat mencari yang baru,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; just open ur waiting list’s notes.&lt;/span&gt; Saya tahu dan yakin banyak lelaki lain yang lebih, sangat lebih dari saya, dari seorang Adima, yang mampu membahagiakan Intan dalam artian yang sebenar-benarnya. Tidak pengecut, tidak payah dan tidak bertanggung jawab seperti seorang ADIMA INSAN AKBAR NOORS.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cause, I’m just another bastard, a man with a very big f******  mouth!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Once again, sorry ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Goodbye, Intan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let’s be a very good friend.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-6971786561740093294?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/6971786561740093294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=6971786561740093294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6971786561740093294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/6971786561740093294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/09/awal-yang-buruk-di-bulan-yang-baik.html' title='Awal yang Buruk di Bulan yang Baik.'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-RK8aSRBeFi4/TmA8LqcW_eI/AAAAAAAAAfg/X5hnsUOToCI/s72-c/I%2527m%2BNot%2BOkay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-469262684606440792</id><published>2011-08-29T20:33:00.004+07:00</published><updated>2011-08-29T21:06:40.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Selamat Lebaran 1 Syawal 1432 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vx7IgoV30S8/TluZpWLZ6OI/AAAAAAAAAfQ/10J7rOTU22U/s1600/Adam%2BLazzara%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vx7IgoV30S8/TluZpWLZ6OI/AAAAAAAAAfQ/10J7rOTU22U/s320/Adam%2BLazzara%2B%25281%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646275493446150370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*catatan : dalam pembuatan artikel ini, konsentrasi dan fokus saya agak terpecah karena sembari menulis saya juga sekaligus mendengarkan dan melihat sidang Itsbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama untuk menentukan penetapan 1 Syawal 1432 H. Dan yang seperti kita ketahui Pemerintah melalui Kemenag menetapkan bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011 sedangkan PP Muhamdiyah tetap pada keputusan awal mereka bahwa 1 Syawal jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011. Dan artikel ini sama sekali tidak dibuat untuk membahas perbedaan itu karena saya bukanlah orang yang berkompeten dalam bidang itu. Saya hanya "pengguna", hanya umat muslim biasa, yang masih sekedar mengikuti keputusan-keputusan para ulama di sana. Akan tetapi, satu saran saya dalam menyikapi segala perbedaan itu adalah kita harus bersikap sangat dewasa, bersikap sangat bijak, dan dalam menentukan setiap pilihannya harus dengan hati yang mantap, jangan menjadi seperti bunglon, jangan menjadi seseorang yang memncari "aman". Tapi, yakini lah apapun yang kau yakini, dan mantapkan lah segala pilihan itu serta konsisten lah dengan segala apa yang telah kau pilih itu. Enjoy, friends ! :)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tak terasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, kata yang sering terdengar seiring berakhirnya suatu masa atau suatu acara. Kata tersebut akan meluncur manis keluar indah dari mulut kita secara spontan tanpa ada sedikit pun rasa terpaksa apabila kita telah melalui atau menjalani suatu masa, suatu acara atau apapun namanya itu, dengan sangat baik, atau hal tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat berkesan serta membekas dalam hati setiap manusianya. Dan hal itu pun yang kita ucapkan, semua umat muslim khususnya, seiring habisnya atau telah terlewatinya bulan suci Ramadhan. Ya, bulan Ramadhan menjadi sangat indah, menjadi sangat dinanti kedatangannya ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bagi setiap manusia yang beriman&lt;/span&gt; ) karena di bulan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; Al-Qur’an diturunkan, di bulan ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; Allah melipatgandakan segala amal ibadah kita, di bulan ini&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; segala hal yang kita lakukan Allah beri penilaian lebih dan di bulan ini&lt;span style="font-style: italic;"&gt; lah&lt;/span&gt; pintu taubat Allah bukakan selebar-lebarnya serta seluas-luasnya. Dan di bulan ini juga Allah mewajibkan bagi setiap umatnya untuk melaksanakan Shaum wajib selama sebulan penuh ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2009/10/shaum-bukan-puasa.html"&gt;Shaum, bukan puasa&lt;/a&gt; ). Tak heran, bila bulan ini disebut dengan bulan suci, bulan penuh barokah, bulan penuh rahmat, serta sejuta sebutan baik lainnya. Ungkapkan itu kita sematkan kepada bulan ramadhan tidak lain dan tidak bukan sebagai wujud suka cita kita, kebahagian kita dalam menyambut kedatangan bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang semakin membuat umat muslim antusias menyambut bulan suci Ramadhan adalah karena setelah berakhirnya bulan ramadhan maka akan serta merta langsung diikuti oleh datangnya bulan Syawal, bulan kemenangan. Karena setelah “berperang” melawan nafsu sekaligus membersihkan diri dari segala dosa serta menambah pundi-pundi amal ibadah kita di bulan Ramadhan, di bulan Syawal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lah&lt;/span&gt; kita merayakan kemenangan itu. Menandakan bahwa kita telah siap untuk melewati sebelas bulan yang akan datang dengan mantap, dengan iman yang kuat, karena telah dididik dengan penuh tawakal di bulan ramadhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan syawal ini, tepatnya pada tanggal 1 Syawal, setiap umat muslim akan merayakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iedul Fitri&lt;/span&gt; atau&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Lebaran&lt;/span&gt;, ditandai dengan Sholat Sunah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ied&lt;/span&gt;. Ritual lain yang biasanya kita lakukan adalah saling bersilaturahmi satu sama lainnya untuk saling bermaaf-maafan, bertujuan untuk membersihkan diri ini dari segala dosa hasil hubungan sosial dengan sesama dan sebagai wujud nyata dari ketidaksempurnaan manusia yang mau tidak mau harus kita terima bahwa memang dalam diri manusia lah tempatnya segala kesalahan dan kekhilafan. Dan momen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iedul Fitri&lt;/span&gt; ini, menjadi momen yang sangat tepat untuk saling bermaafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dalam kesempatan yang baik ini pula, saya pun tidak ketinggalan tapi tidak juga bermaksud untuk ikut-ikutan, melainkan sekali lagi hal ini saya rasa perlu lakukan karena memang diri ini penuh dengan berbagai kesalahan baik yang disengaja apalagi yang tidak saya sengaja. Dan  terlepas dari perbedaan penetapan 1 Syawal 1432 Hijriah, &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang saya pikir tidak harus kita jadikan sebuah bahan untuk kita terpecah belah, menjadi suatu pembenaran bagi kita untuk bermusuh-musuhan apalagi pembenaran untuk terjadinya suatu konflik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Saya pikir kita sudah cukup dewasa, sudah berwawasan yang cukup pula untuk melihat perbedaan ini dengan cara yang sebijak-bijaknya. Perbedaan itu muncul karena perbedaan dalam menggunakan cara untuk menetapkan 1 Syawal, ada yang menggunakan metode hisab dan ada yang menggunakan metode rukyah, kedua metode itu merupakan atas dasar ilmu dan memang dicontohkan oleh Rasul kita, walaupun saya pribadi tidak terlalu mengerti. &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi saya yakin, insya Allah apa pun yang kita pilih apa pun yang kita yakini, insya Allah mampu untuk dipertanggung jawabkan. Akan tetapi, saya tidak akan pernah putus berharap ( &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seperti yang telah saya kemukakan dalam tulisan saya sebelumnya &lt;/span&gt;&lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/07/berawal-dari-permasalahan-nifsu-syaban.html"&gt;Berawal Dari Permasalahan Nisfu Syaban&lt;/a&gt; ) bagaimanapun juga banyaknya perbedaan memang merupakan sebuah awal dari datangnya suatu permasalahan atau perpecahan, sehingga sedemikian rupa kita harus mampu mengkondisikan setiap perbedaan itu agar menjadi bersatu, meminimalisir segala perbedaan yang ada atau membuat segala perbedaan itu bukan berbeda secara prinsip akan tetapi hanya berbeda dalam koridor yang sama-sama benar, sama-sama bernilai positif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sudahlah, biarkan itu menjadi bumbu dalam hidup, jangan kita besarkan, cukup kita pelajari dan ambil segala hikmah yang mungkin ada dan terkandung di dalamnya. Sembari tetap berihktiar agar menemukan cara paling bijak, cara paling cerdas agar mempersatukan segala perbedaan itu, agar umat Islam kita menjadi bersatu, terjalin suatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ukhwuwah islamiyah&lt;/span&gt; yang benar-benar kuat. Jangan sampai segala perbedaan itu justru menghilangkan esesensi hakiki dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iedul Fitri&lt;/span&gt; itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, akhir kata, menutup segala ocehan dan omongan manis ini, izinkan saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Taqabalallahu minna wa minkum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mohon maaf lahir dan bathin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maafkan segala kesalahan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan do’a saya di akhir Ramadhan ini adalah semoga saya tetap diberi kesempatan serta kepercayaan untuk dapat kembali bersua dengan bulan Ramadhan di tahun depan serta tahun-tahun selanjutnya dengan keadaan yang baik, bahkan lebi baik lagi dari ramadhan tahun ini. Tapi, apabila toh saya tidak lagi dipertemukan dengan ramadhan tahun depan atau dengan kata lain ini menjadi ramadhan terakhir bagi diri ini, maka saya harap segala ibadah, segala amalan yang telah saya lakukan di bulan ini dapat diterima sepenuhnya oleh Allah Swt., serta kalaupun sekali lagi ini menjadi bulan ramadhan terakhir bagi saya, saya harap itu atas ridho dan rahmat dari-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT BERLEBARAN, KAWAN !!&lt;br /&gt;Oh iya, saya berlebaran pada esok hari ya ( Selasa, 30 Agustus 2011 ) :)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-469262684606440792?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/469262684606440792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=469262684606440792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/469262684606440792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/469262684606440792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selamat-lebaran-1-syawal-1432-h.html' title='Selamat Lebaran 1 Syawal 1432 H'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vx7IgoV30S8/TluZpWLZ6OI/AAAAAAAAAfQ/10J7rOTU22U/s72-c/Adam%2BLazzara%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-2381050397265606858</id><published>2011-08-28T22:39:00.003+07:00</published><updated>2011-08-28T22:50:05.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetic Tragedy'/><title type='text'>Teringat Kembali</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center; font-style: italic; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kembali lagi disini,&lt;br /&gt;di satu titik,&lt;br /&gt;dimana jiwa dan hati sejenak menepi,&lt;br /&gt;untuk sebentar berkeluh pasti.&lt;br /&gt;Segala yang ada disesali,&lt;br /&gt;suatu perbuatan yang tak ada manfaatnya kini dan nanti.&lt;br /&gt;Tapi secara jantan kuakui, aku masih melakukannya sering.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepulang cuti,&lt;br /&gt;seminggu ini.&lt;br /&gt;Ku sibuk dengan segala acara,&lt;br /&gt;dengan tema berbuka bersama.&lt;br /&gt;Jujur ku menikmati sebenarnya,&lt;br /&gt;karena dengan segala itu semua,&lt;br /&gt;ku bisa berkumpul bercanda,&lt;br /&gt;dengan semua teman, semua saudara,&lt;br /&gt;yang terpisah waktu serta jarak.&lt;br /&gt;Tapi diri ini tak bisa mengelak,&lt;br /&gt;bahwa ku juga manusia.&lt;br /&gt;Lelah tak bisa ku tahan,&lt;br /&gt;ketika cuti ini istirahat seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga hari ini.&lt;br /&gt;Ku tetap berbuka di luar,&lt;br /&gt;dan sekarang bersama saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan disini tanpa disengaja,&lt;br /&gt;ku melihat satu wajah,&lt;br /&gt;sedikit mirip dengan sesosok manusia,&lt;br /&gt;manusia berarti dalam hidup dalam hati,&lt;br /&gt;yang bangga ku sebut “Aki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya..setahun berlalu tanpa dia.&lt;br /&gt;Dan sakit itu sudah menghilang sebenarnya.&lt;br /&gt;Ku tak lagi menangis seperti orang gila,&lt;br /&gt;di saat ku mengenangnya,&lt;br /&gt;atau di saat ku terdiam.&lt;br /&gt;Atau bagaimana ku sangat membenci diri ini,&lt;br /&gt;bila mengingat lagi segala apa yang terjadi.&lt;br /&gt;Di setiap detik di &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/07/1931-2010-dan-di-saat-terakhir.html"&gt;saat terakhir&lt;/a&gt; dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akh, sudah.&lt;br /&gt;Hal ini hanya semakin membuat susah,&lt;br /&gt;membangkitkan lagi segala kesah,&lt;br /&gt;Rasa sakit, rasa sedih yang telah ku kubur susah-susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damn, why i’m so f***ed up in the very last time ?!&lt;br /&gt;Shit, i will regret it in the rest of my life !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-2381050397265606858?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/2381050397265606858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=2381050397265606858' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2381050397265606858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2381050397265606858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/teringat-kembali.html' title='Teringat Kembali'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-2018547231074648265</id><published>2011-08-18T21:43:00.006+07:00</published><updated>2011-08-18T22:41:25.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>Selayang Pandang IPDN</title><content type='html'>Di dalam tulisan/artikel ini saya akan mencoba membahas kembali mengenai perguruan tinggi kedinasan IPDN ( Institut Pemerintahan Dalam Negeri ). Walaupun beberapa tulisan telah saya buat mengenai hal itu, ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2010/04/ipdn-20102011.html"&gt;IPDN 2010/2011&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/catatan-ringan-keluhan-dan-harapan.html"&gt;Keluhan dan Harapan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/02/kampus-daerah-dan-semangat-perubahan.html"&gt;Kampus Daerah dan Semangat Perubahan&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/04/penerimaan-calon-praja-ipdn-ta-20112012.html"&gt;Penerimaan Capra IPDN 2011-2012&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/05/pertanyaan-di-acara-kunjungan-kerja-ibu.html"&gt;Kunker Sekjen Kemendagri&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/pl-ippl.html"&gt;PL I/PPL&lt;/a&gt; ), akan tetapi saya rasa itu masih kurang dan masih belum mencakup keseluruhan mengenai perguruan tinggi kedinasan ini. Oleh karena itu, untuk kesekian kalinya IPDN akan menjadi tema tulisan saya dan semoga kali ini bisa benar-benar bisa mencakup segalanya mengnai IPDN. Enjoy!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sejujurnya masih sangat bingung bila ada orang diluar sana bertanya mengenai IPDN dan akan semakin bertambah bingung bila orang-orang itu bertanya mengenai sistem pendidikan di sekolah ini. Ya, sistem yang dianut oleh IPDN sebagai sebuah Institut sangat berbeda dengan sistem pendidikan perguruan tinggi pada umumnya, cukup rumit memang. Tapi secara sederhanaya, IPDN menganut sebuah kurikulum bernama JarLatSuh ( Pengajaran Pelatihan Pengasuhan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran.&lt;br /&gt;Sistem ini merupakan sebuah perkuliahan tatap muka seperti pada umumnya. Yang menjadi pembeda dengan yang lainnya adalah SKS yang digunakan di IPDN adalah SKS paket. Dengan SKS paket, Praja ( sebutan Mahasiswa di IPDN ), hanya tinggal mengikuti setiap jadwal mata kuliah yang ada saja karena mata kuliah serta jamnya telah ditentukan oleh fakultas masing-masing dengan porsi yang sama. Di IPDN juga mengenal sebuah hierarki tingkatan serta pangkat. Semester I dan II atau tingkat pertama mempunyai pangkat Muda Praja, semester III dan IV atau tingkat kedua mempunyai pangkat Madya Praja, semester V dan VI atau tingkat tiga mempunyai pangkat Nindya Praja, serta tingkatan terakhir tingkat empat pada semester VII dan VIII berpangkat Wasana Praja. Yudicium atau kenaikan tingkat dan pangkat dilaksanakan setiap tahunnya di setiap akhir semester genap, tentunya apabila praja telah tuntas dan dinyatakan bisa untuk naik tingkat serta pangkat.&lt;br /&gt;Pada semester I dan II setiap praja masih mendapatkan mata kuliah umum, akan tetapi dalam pelaksanaannya setiap praja diasuh oleh atau dititipkan pada salah satu dari dua jurusan yang ada di IPDN, yaitu Manajemen Pemerintahan dan Politik Pemerintahan. Baru pada semester III s.d. VI praja berkuliah sesuai dengan jurusan serta program studinya masing-masing. Dan pada semseter VII dan VIII praja bisa beralih dari D4 menjadi S1, apabila memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan sehingga pada nantinya lulusan IPDN sekarang akan terdapat dua gelar, yaitu S.STP ( bagi mereka yang tetap pada program D4 ) dan S.Ip ( bagi mereka yang masuk ke program S1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan.&lt;br /&gt;Pelatihan merupakan unggulan dari IPDN karena dengan kurikulum ini IPDN menjadi berbeda dengan PTN atau mungkin PTS lainnya yang sama-sama menyelenggarakan program studi Ilmu Pemerintahan. Karena dengan Pelatihan, yang setau saya baru ada di IPDN, lulusan-lulusan IPDN tidak sekedar menjadi lulusan yang ahli dalam pemerintahan secara teoritis, lebih dari itu mereka juga telah fasih dengan praktek ilmu kepemerintahan. Sehingga IPDN menjadi pencetak kader-kader aparatur pemerintahan yang siap pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengasuhan.&lt;br /&gt;Dengan kurikulum ini setiap Praja diwajibkan untuk hidup di dalam kampus dalam sistem asrama. Karena melalui kurikulum ini, IPDN bermaksud untuk membentuk mental, sikap, serta watak dari setiap peserta didiknya sehingga mempunyai sefat-sifat yang baik, sifat-sifat yang dibutuhkan oleh seorang aparatur pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya akan mencoba membahas segala sesuatunya secara lebih panjang lebar dan saya harap juga bisa terperinci. Sehingga maksud dan tujuan awal, yaitu agar pembahasan mengenai IPDN ini bisa mencakup semuanya, bisa sepenuhnya tercapai.&lt;br /&gt;Selamat membaca dan semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.ipdn.ac.id/"&gt;www.ipdn.ac.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VISI MISI IPDN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Pendidikan IPDN&lt;br /&gt;Pendidikan IPDN bertujuan membentuk kader pamong praja, yang memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;triple-competence&lt;/span&gt; sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.        Kemampuan untuk mengelola kebhinekaan bangsa dan nusantara menjadi kekuatan nasional (tunggal ika), memproses persatuan dan melestarikan kesatuan bangsa (Bhineka Tunggal Ika).&lt;br /&gt;2.        Kemampuan untuk berfungsi sebagai conductor (dirigent), yaitu kemampuan untuk mengelola berbagai fungsi dan tugas yang berbeda-beda, mengidentifikasi konflik atau nada sumbang sekecil apapun dan mengoreksinya sehingga tercipta harmoni antar pihak  dan pada gilirannya menghasilkan kinerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;3.        Kemampuan untuk berkoordinasi dengan pihak lain yang fungsinya berbeda dan berfungsi sebagai koordinator antar berbagai satuan kerja yang berlainan yang beroperasi dalam suatu wilayah/daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Visi yang  ditetapkan  Institut Pemerintahan Dalam Negeri  dalam mewujudkan cita-cita tersebut dalam waktu sepuluh tahun ke depan adalah ”Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan yang terpercaya dalam mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan perilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;Untuk mencapai  visi tersebut, maka misi Institut Pemerintahan Dalam Negeri ditetapkan sebagai  berikut:&lt;br /&gt;1.      Mensinergikan kekuatan sivitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri.&lt;br /&gt;2.      Mengembangkan kurikulum berbasis pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (Jar-Lat-Suh).&lt;br /&gt;3.      Membangun jaringan kerjasama dengan berbagai kalangan yang mampu mendukung pengembangan kurikulum dan implementasinya.&lt;br /&gt;4.      Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat).&lt;br /&gt;5.      Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Institut Pemerintahan Dalam Negeri.&lt;br /&gt;6.      Memberdayakan praja sebagai subyek pendidikan dan aset nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MAKNA LAMBANG IPDN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Lambang Institut Pemerintahan Dalam Negeri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bMWphg940Zs/Tk0ovbLMSwI/AAAAAAAAAfA/62wGZpqNaaU/s1600/IPDN%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 223px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bMWphg940Zs/Tk0ovbLMSwI/AAAAAAAAAfA/62wGZpqNaaU/s320/IPDN%2B%25281%2529.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642210703378762498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	Bintang warna kuning melambangkan Pancasila&lt;br /&gt;2.	Kapas warna putih melambangkan keadilan&lt;br /&gt;3.	Daun kapas warna hijau melambangkan kesejukan dan ketentraman&lt;br /&gt;4.	Padi warna kuning melambangkan kemakmuran.&lt;br /&gt;5.	Kombinasi bunga kapas dan daunnya berjumlah 17 melambangkan tanggal Proklamasi 17 Agustus 1945 berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;6.	Padi berjumlah 45 bermakna tahun kemerdekaan Republik Indonesia 1945.&lt;br /&gt;7.	Roda kemudi melambangkan pemerintahan.&lt;br /&gt;8.	Delapan jari roda kemudi melambangkan bulan lahirnya Proklamasi, dan melambangkan 8 penjuru angin yang dimaknai sebagai ke wilayahan, pemerintahan daerah dan Bhinneka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;9.	Lambang yang berbentuk kelopak bunga lotus (teratai), bermakna kearifan.&lt;br /&gt;10.	Buku melambangkan sumber pengetahuan.&lt;br /&gt;11.	Warna biru laut yang mendasari lambang dimaknai sebagai tanggungjawab, ketangguhan, ketenangan dan inovasi yang tinggi.&lt;br /&gt;12.	Angka 2004 melambangkan tahun berdirinya IPDN.&lt;br /&gt;13.	Among, melaksanakan fungsi pamong yang berarti mengasuh dan mengemong menurut sistem among : Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tutwuri Handayani.&lt;br /&gt;14.	Praja artinya Peserta Didik (termasuk mahasiswa) IPDN.&lt;br /&gt;15.	Dharma artinya melaksanakan kewajiban, peraturan, kebenaran.&lt;br /&gt;16.	Kata-kata : Among Praja Dharma Nagari secara keseluruhan berarti IPDN mengemong Praja supaya setia pada kewajiban untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROFIL PIMPINAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	REKTOR : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. I Nyoman Sumaryadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2iVbp1sAOqk/Tk0nKV-t3GI/AAAAAAAAAdY/A3d_w3uXr3I/s1600/nyoman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 112px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2iVbp1sAOqk/Tk0nKV-t3GI/AAAAAAAAAdY/A3d_w3uXr3I/s320/nyoman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642208966817471586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	WAKIL REKTOR : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Sadu Wasistiono, MS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vXEssBw6dfQ/Tk0nKSNpieI/AAAAAAAAAdg/-oy0jEy4xIo/s1600/warek1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vXEssBw6dfQ/Tk0nKSNpieI/AAAAAAAAAdg/-oy0jEy4xIo/s320/warek1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642208965806361058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.	PEMBANTU REKTOR BIDANG AKADEMIK ( membawahi : Bagian Perencanaan,  Bagian Akademik, Bagian Pelatihan, Bagian Kerja Sama ) : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Wirman Syafri, M.Si&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-T1s6zeFVKJ4/Tk0nKpSvZEI/AAAAAAAAAdo/nQ7XHirHN8U/s1600/purek1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-T1s6zeFVKJ4/Tk0nKpSvZEI/AAAAAAAAAdo/nQ7XHirHN8U/s320/purek1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642208972001731650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.	PEMBANTU REKTOR BIDANG KERJASAMA ( membawahi : Bagian Kepegawaian ) : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. Lailil Kadar, MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6ZY2S-24QPw/Tk0nKodeCCI/AAAAAAAAAdw/0DEOUcWs-rE/s1600/purek2_rev.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6ZY2S-24QPw/Tk0nKodeCCI/AAAAAAAAAdw/0DEOUcWs-rE/s320/purek2_rev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642208971778295842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.	PEMBANTU REKTOR BIDANG KEMAHASISWAAN ( membawahi : Bagian Pengasuhan, Bagian Keprajaan dan Alumni ) : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bernhard Rondonuwu, S.Sos, M.Si&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-E9IpDqJZHkM/Tk0nKzeNBRI/AAAAAAAAAd4/42ORrppSkn0/s1600/purek3_rev.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-E9IpDqJZHkM/Tk0nKzeNBRI/AAAAAAAAAd4/42ORrppSkn0/s320/purek3_rev.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642208974734165266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.	DEKAN FAKULTAS POLITIK PEMERINTAHAN : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ir. Dedy Riandono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Rj4q-GJG8X0/Tk0nqFFQ7BI/AAAAAAAAAeg/Yt_x0jcd7UA/s1600/dekan_fpp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Rj4q-GJG8X0/Tk0nqFFQ7BI/AAAAAAAAAeg/Yt_x0jcd7UA/s320/dekan_fpp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642209512037346322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.	DEKAN FAKULTAS MANAJEMEN PEMERINTAHAN : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. Sampara Lukman, MA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XNClzAUazwM/Tk0np8nQNmI/AAAAAAAAAeY/2v277uHAf-s/s1600/dekan_fmp.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XNClzAUazwM/Tk0np8nQNmI/AAAAAAAAAeY/2v277uHAf-s/s320/dekan_fmp.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642209509763987042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.	DIREKTUR PASCASARJANA MAPD : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. Khasan Effendi, M.Pd&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2WWFUa1BQ-g/Tk0oOPOV09I/AAAAAAAAAeo/u34_ag3wyYY/s1600/dir_pasca.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2WWFUa1BQ-g/Tk0oOPOV09I/AAAAAAAAAeo/u34_ag3wyYY/s320/dir_pasca.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642210133235061714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.	Ka. BIRO ADM. AKADEMIK, PERENCANAAN DAN KERJASAMA : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. Arief M. Eddie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qiy_TnpMf1g/Tk0nphYstqI/AAAAAAAAAeA/wPXmHxl_ZzM/s1600/karo1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qiy_TnpMf1g/Tk0nphYstqI/AAAAAAAAAeA/wPXmHxl_ZzM/s320/karo1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642209502455183010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.	Ka. BIRO ADM. UMUM DAN KEUANGAN : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bayi Priyono, SH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YrIJJhTFuck/Tk0npoku-yI/AAAAAAAAAeI/9mHGsbKNK9I/s1600/karo2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YrIJJhTFuck/Tk0npoku-yI/AAAAAAAAAeI/9mHGsbKNK9I/s320/karo2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642209504384711458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.	Ka. BIRO KEPRAJAAN DAN KEMAHASISWAAN : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Drs. Sudjito&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vvHlxLM3nYk/Tk0npzSOTUI/AAAAAAAAAeQ/3-0Tu1GIpIM/s1600/karo3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vvHlxLM3nYk/Tk0npzSOTUI/AAAAAAAAAeQ/3-0Tu1GIpIM/s320/karo3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642209507259862338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.	KEPALA LEMBAGA PENELITIAN : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof. Dr. H. Tjahya Supriatna, SU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-PGDut6YojRQ/Tk0oOFOYOmI/AAAAAAAAAew/geywJLQvN6I/s1600/kepala_lemlit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-PGDut6YojRQ/Tk0oOFOYOmI/AAAAAAAAAew/geywJLQvN6I/s320/kepala_lemlit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642210130550864482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.	KEPALA LEMBAGA PENGABDIAN PADA MASYARAKAT : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dr. Farida Sinaga, MM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-J3pbiY_wDj8/Tk0oOcypWmI/AAAAAAAAAe4/rF5n2N8VJ5c/s1600/kepala_lpm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 314px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-J3pbiY_wDj8/Tk0oOcypWmI/AAAAAAAAAe4/rF5n2N8VJ5c/s320/kepala_lpm.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642210136876997218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KAMPUS DAERAH&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 60 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPDN KAMPUS  DI DAERAH TERDIRI DARI :&lt;br /&gt;1.       IPDN Kampus di Kota Bukittinggi &lt;br /&gt;2.       IPDN Kampus di Kabupaten Rokan Hilir &lt;br /&gt;3.       IPDN Kampus di Kabupaten Gowa  &lt;br /&gt;4.       IPDN Kampus di Kabupaten Minahasa&lt;br /&gt;5.       IPDN Kampus di Kabupaten Lombok Tengah&lt;br /&gt;6.       IPDN Kampus di Kalimantan Barat&lt;br /&gt;7.       IPDN Kampus di Kota Jayapura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR ORGANISASI IPDN KAMPUS DAERAH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-eGQFbj408GA/Tk0ovpPqP_I/AAAAAAAAAfI/Su7aqdIJk08/s1600/kampus%2Bdaerah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-eGQFbj408GA/Tk0ovpPqP_I/AAAAAAAAAfI/Su7aqdIJk08/s320/kampus%2Bdaerah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642210707155599346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH SINGKAT IPDN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan kader pemerintahan di lingkungan Departemen Dalam Negeri yang  terbentuk melalui proses perjalanan sejarah yang panjang. Perintisiannya dimulai sejak zaman pemerintahan  Hindia Belanda pada tahun 1920, dengan terbentuknya sekolah pendidikan Pamong Praja yang  bernama Opleiding School Voor Inlandshe Ambtenaren ( OSVIA ) dan Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren ( MOSVIA ). Para lulusannya sangat dibutuhkan dan dimanfaatkan  untuk  memperkuat penyelenggaraan pemerintahan Hindia Belanda. Dimasa kedudukan pemerintah Hindia Belanda, penyelenggaraan pemerintahan Hindia  Belanda dibedakan atas pemerintahan yang langsung dipimpin oleh kaum atau golongan pribumi  yaitu  Binnenlands Bestuur Corps  ( BBC ) dan pemerintahan yang tidak langsung  dipimpin oleh kaum atau golongan dari keturunan Inlands Bestuur Corps ( IBC ).           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa  awal kemerdekaan RI, sejalan dengan penataan sistem pemerintahan yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar  1945, kebutuhan akan tenaga kader pamong praja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan baik pada pemerintah pusat maupun daerah semakin meningkat sejalan dengan tuntutan perkembangan penyelenggaraan pemerintahannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan kekurangan tenaga kader pamong praja, maka pada tahun 1948 dibentuklah lembaga pendidikan dalam lingkungan Kementrian Dalam Negeri yaitu Sekolah Menengah Tinggi ( SMT ) Pangreh Praja yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Menengah Pegawai Pemerintahan Administrasi Atas ( SMPAA ) di Jakarta dan Makassar.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Tahun 1952, Kementrian Dalam Negeri menyelenggarakan Kursus Dinas C (KDC) di Kota Malang, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan pegawai golongan DD yang siap pakai dalam melaksanakan tugasnya. Seiring dengan itu, pada tahun 1954 KDC juga diselenggarakan di Aceh, Bandung, Bukittinggi, Pontianak, Makasar, Palangkaraya dan Mataram. Sejalan dengan perkembangan penyelenggaraan pemerintahan yang semakin kompleks, luas dan dinamis, maka pendidikan aparatur di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dengan tingkatan kursus dinilai sudah tidak memadai. Berangkat dari kenyataan tersebut, mendorong pemerintah mendirikan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) pada tanggal 17 Maret 1956 di Malang, Jawa Timur. APDN di Malang bersifat APDN Nasional  berdasarkan SK Mendagri No. Pend.1/20/56 tanggal 24 September 1956  yang diresmikan oleh Presiden Soekarno di Malang, dengan Direktur pertama Mr. Raspio Woerjodiningrat. Mahasiswa APDN Nasional Pertama ini adalah lulusan KDC yang direkrut  secara selektif dengan tetap mempertimbangkan keterwakilan asal provinsi selaku   kader pemerintahan   pamong praja yang lulusannya dengan gelar Sarjana Muda ( BA ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, lulusan APDN  dinilai masih perlu ditingkatkan dalam rangka upaya lebih menjamin terbentuknya kader-kader pemerintahan yang ” qualified leadership  and manager administrative ”, terutama dalam menyelenggarakan tugas-tugas urusan pemerintahan umum. Kebutuhan ini mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan aparatur di lingkungan Departemen Dalam Negeri  setingkat Sarjana, maka dibentuklah Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP ) yang berkedudukan di Kota Malang Jawa Timur berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 8 Tahun 1967, selanjutnya dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Nomor 119 Tahun 1967. Peresmian berdirinya IIP di Malang ditandai dengan peresmian oleh Presiden Soekarno pada tanggal 25 Mei 1967. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1972  Institut Ilmu Pemerintahan ( IIP) yang berkedudukan di Malang Jawa Timur dipindahkan ke Jakarta melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 Tahun 1972. Pada tanggal 9 Maret 1972, kampus IIP yang terletak di Jakarta di resmikan oleh Presiden Soeharto yang dinyatakan : ” Dengan peresmian kampus Institut Ilmu Pemerintahan, mudah-mudahan akan merupakan kawah candradimukanya Departemen Dalam Negeri untuk menggembleng kader-kader pemerintahan yang tangguh bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ”            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan pembentukan IIP yang merupakan peningkatan dari APDN Nasional di Malang, maka untuk penyelenggaraan pendidikan kader pada tingkat akademi, Kementrian  Dalam Negeri secara bertahap sampai dengan dekade tahun 1970-an membentuk APDN di 20 Provinsi selain  yang berkedudukan di Malang, juga  di Banda Aceh, Medan, Bukittinggi, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Mataram, Kupang, Makassar, Menado, Ambon dan Jayapura.          &lt;br /&gt;Pada tahun 1988, dengan pertimbangan untuk menjamin terbentuknya wawasan nasional dan pengendalian kualitas pendidikan Menteri Dalam Negeri Rudini  melalui   Keputusan   No. 38 Tahun 1988 Tentang Pembentukan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri Nasional. APDN Nasional kedua  dengan program D III  berkedudukan di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat yang peresmiannya dilakukan oleh Mendagri tanggal 18 Agustus 1990. APDN Nasional ditingkatkan statusnya  berdasarkan  Kepres No. 42 Tahun 1992 tentang Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, maka status APDN menjadi STPDN dengan program studi D III yang diresmikan oleh Presiden RI pada tanggal 18 Agustus 1992. Sejak tahun 1995, bertititk tolak dari keinginan dan kebutuhan untuk lebih mendorong perkembangan karier sejalan dengan  peningkatan eselonering jabatan dalam sistem kepegawaian Republik Indonesia, maka program studi ditingkatkan menjadi program D IV. Keberadaan  STPDN dengan pendidikan  profesi  ( program    D IV ) dan  IIP yang menyelenggarakan pendidikan  akademik program sarjana  ( Strata I ), menjadikan Departemen Dalam Negeri memiliki dua Pendidikan Tinggi Kedinasan dengan lulusan yang sama dengan golongan III/a.                &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan Nasional  mengenai pendidikan tinggi sejak tahun 1999 antara lain yang mengatur bahwa suatu Departemen tidak boleh memiliki dua atau lebih perguruan tinggi dalam menyelenggarakan keilmuan yang sama, maka mendorong Departemen Dalam Negeri untuk mengintegrasikan STPDN ke dalam IIP . Usaha pengintegrasiaan STPDN kedalam IIP secara intensif dan terprogram sejak tahun 2003 sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pengintegrasian terwujud dengan ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan STPDN ke dalam IIP dan sekaligus merubah nama IIP menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ). Tujuan penggabungan STPDN ke dalam IIP tersebut, selain untuk memenuhi kebijakan pendidikan nasional juga untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan kader pamong praja di lingkungan Departemen Dalam Negeri. Kemudian Kepres No. 87 Tahun 2004 ditindak lanjuti  dengan Keputusan Mendagri No. 892.22-421 tahun 2005 tentang Pelaksanaan Penggabungan dan Operasional Institut Pemerintahan Dalam Negeri, disertai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2005 Tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN dan  Peraturan Menteri Dalam Negeri 43 Tahun 2005  Tentang Statuta IPDN serta peraturan pelaksanaan lainnya.           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri ke dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2009 tentang Statuta Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Bahwa IPDN merupakan salah satu komponen di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang melaksanakan tugas menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan. Sejalan dengan tugas dan fungsi melaksanakan pendidikan tinggi kepamongprajaan serta dengan mempertimbangkan tantangan, peluang dan pilihan-pilihan strategik yang akan dihadapi dalam lima tahun kedepan, Renstra IPDN 2010-2014 disusun dengan memperhatikan pencapaian program dan kegiatan yang dilakukan agenda pembangunan pada lima tahun terakhir (2005¬-2009), serta kondisi internal dan dinamika ekternal lingkup IPDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia pada tanggal 9 April 2007 mengeluarkan kebijakan dengan menetapkan 6 (enam) langkah pembenahan yang segera dilakukan untuk membangun budaya organisasi yang baru bagi IPDN. Kebijakan Presiden memperoleh dukungan dari DPR-RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan kebijakan pembenahan, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan serangkaian kebijakan yaku:&lt;br /&gt;1.	Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pembenahan IPDN;&lt;br /&gt;2.	Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 890.05-506 Tahun 2007 tentang Pembentukan Tim Implementasi Pendidikan Kader Pemerintahan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap selanjutnya, ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri Ke Dalam Institut Ilmu Pemerintahan menjadi IPDN mengamanatkan penataan sistem pendidikan tinggi kepamongprajaan meliputi jenis pendidikan, pola pendidikan, kurikulum, organisasi penyelenggara pendidikan, tenaga kependidikan dan peserta didik serta pembiayaan. Pendidikan tinggi kepamongprajaan selain diselenggarakan di Kampus IPDN Pusat Jatinangor, serta Kampus IPDN di Cilandak Jakarta, jugs diselenggarakan di Kampus IPDN Daerah yang menyelenggarakan program studi tertentu sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi persyaratan menjadi Institut, di IPDN telah dibentuk 2 (dua) Fakultas yaitu Fakultas Politik Pemerintahan yang terdiri dari 2 (dua) jurusan yaitu jurusan Kebijakan Pemerintahan dan Jurusan Pemberdayaan Masyarakat; Fakultas Manajemen Pemerintahan yang terdiri dari 4 (empat) jurusan yaitu Jurusan Manajemen Sumber Daya Aparatur, Jurusan Pembangunan Daerah, Jurusan Keuangan Daerah, dan Jurusan Kependudukan dan Catatan Sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus IPDN di daerah tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN ditetapkan: Kampus IPDN Manado, Kampus IPDN Kampus Makassar, Kampus IPDN Pekanbaru, dan Kampus IPDN Bukittinggi, yang selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 892.1-829 Tahun 2009 ditetapkan lokasi pembangunan kampus IPDN di daerah yaitu: di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, di Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, dan di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat, serta pada saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Kampus IPDN di Pontianak di Provinsi Kalimantan Barat, Kampus IPDN di Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kampus IPDN di Jayapura Provinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampus IPDN di daerah sejak tahun 2009 telah melaksanakan operasional pendidikan dengan kapasitas Praja 100 Praja setiap kampus dengan penetapan Jurusan/Program Studi yaitu: pertama, Kampus IPDN di Kab. Agam menyelenggarakan Program Studi Keuangan Daerah, Kampus IPDN di Kab. Rokan Hilir menyelenggarakan program studi pembangunan daerah, Kampus IPDN di Kab. Gowa menyelenggarakan Program Studi Pemberdayaan Masyarakat, sedangkan kampus IPDN di Minahasa direncanakan menyelenggarakan Program Studi Kependudukan dan Catatan Sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2010 kebijakan Pendidikan Kepamongprajaan dikonsentrasikan pada Program Diploma IV (D-IV) pada se¬mester I, II, III, IV, V dan VI setelah masuk semester VII dan VIII dilaksanakan penjurusan dan pengalihan ke Program Strata Satu (S-1). Pada Kampus IPDN di Cilandak Jakarta diselenggarakan Program Pascasarjana Strata Dua (S-2) dan Strata Tiga (S-3), program profesi kepamongprajaan serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGAJARAN/AKADEMIK&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Pemerintahan Dalam Negeri menyelenggarakan pendidikan kedinasan dengan 2 (dua) jenis pendidikan, yaitu pendidikan akademik dengan Program Sarjana dan jenis pendididkan vokasi dengan Program Diploma IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan pendidikan Program Diploma IV dan Program Sarjana diselenggarakan dengan menggunakan sistem kredit semester yang dipadukan dengan sistem paket persemester. Beberapa pengertian dasar yang digunakan dalam sistem kredit semester akan diungkapkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMESTER&lt;br /&gt;Semester merupakan satuan waktu terkecil yang digunakan untuk menyatakan lamanya suatu program dalam jenjang pendidikan. Penyelenggaraan program pendidikan suatu jenjang lengkap dari awal sampai akhir akan dibagi ke dalam kegiatan semesteran, sehingga tiap awal semester praja harus merencanakan tentang kegiatan belajar apa yang akan ditempuhnya pada semester itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Program Diploma IV dan Prgram Sarjana, satu semester setara dengan kegiatan belajar sekitar 16 sampai 19 minggu kerja/kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut tugas-tugas lainnya, termasuk 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu kegiatan penilaian, dengan diikuti oleh evaluasi pada akhir semester.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun akademik terdiri dari dua semester reguler yaitu semester ganjil dan semester genap. Sesudah selesai kegiatan semester genap, apabila diperlukan dapat diselenggarakan kegiatan semester non-reguler (semester pendek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM KREDIT SEMESTER&lt;br /&gt;Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan satuan kredit semester (SKS) untuk menyatakan :&lt;br /&gt;a.    Beban studi praja&lt;br /&gt;b.    Beban kerja dosen&lt;br /&gt;c.    Pengalaman belajar praja, dan&lt;br /&gt;d.    Beban penyelenggaraan suatu program studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATUAN KREDIT SEMESTER&lt;br /&gt;Satuan Kredit Semester disingkat SKS merupakan takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu, termasuk kegiatan lainnya berupa kegiatan/tugas terstruktur dan kegiatan/tugas mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBAN STUDI DAN MASA STUDI KUMULATIF&lt;br /&gt;•	Beban studi semesteran adalah jumlah SKS yang ditempuh Praja pada suatu semester tertentu. Beban studi kumulatif adalah jumlah SKS minimal yang harus ditempuh Praja agar dapat dinyatakan telah selesai menyelesaikan suatu program studi tertentu.Beban studi Praja pada Program Sarjana dan Program Diploma IV sekurang-kurangnya 144 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS, perbedaan kedua program tersebut adalah pada :&lt;br /&gt;(1)    Program Sarjana penyelengaraannya terdiri atas 60 % teori dan 40 % praktek/terapan&lt;br /&gt;(2)    Program Diploma IV terdiri atas 40 % teori dan 60 % praktek/terapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•	Masa studi bagi Praja dijadwalkan untuk 8 (delapan) semester dan paling lama 10 (sepuluh) semester.&lt;br /&gt;•	Cuti Akademik&lt;br /&gt;          Praja dapat melakukan cuti akademik, dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;(1)    Cuti akademik hanya diperbolehkan apabila Praja sakit berkepanjangan&lt;br /&gt;(2)    Cuti akademik tidak diperkenankan lebih dari 2 (dua) semester, baik secara berturut-turut maupun secara terpisah.&lt;br /&gt;(3)    Cuti akademik dengan ijin Rektor, dengan cara :&lt;br /&gt;•	Praja mengajukan permohonan kepada Dekan/Direktur Program, yang diketahui oleh Dosen Wali yang bersangkutan (dengan membubuhkan tanda tangan), selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum kegiatan akademik berjalan.&lt;br /&gt;•	Dengan mempertimbangkan aspek akademik (IP dan SKS yang sudah diperoleh) Dekan/Direktur Program meneruskan permohonan kepada Rektor&lt;br /&gt;•	Selama cuti akademik, Praja dibebaskan dari pendaftaran&lt;br /&gt;•	Waktu yang dipergunakan cuti akademik diperhitungkan dalam batas waktu maksimal masa studi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, dalam penyelenggaraan pendidikan di IPDN, masih menganut sistem Tritunggal Terpusat yaitu Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan (JARLATSUH). Bagian/bidang yang melaksanakan Fungsi Pengajaran bertugas memberikan bekal pengetahuan (knowledge) kepada siswa didik. Bagian/bidang yang melaksanakan fungsi Pelatihan memberikan kemampuan motorik berupa ketrampilan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas kepamongan. Dan Bagian/bidang Pengasuhan memberikan dan menginternalisasi nilai-nilai kepamongprajaan kepada siswa didik yang merupakan calon pamong praja. Penyelenggaraan ketiga fungsi diorganisasikan dalam beberapa Fakultas, yaitu: ( Berdasarkan Permendagri No 51 Tahun 2009 tentang  Kurikulum Program Diploma IV )&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;YUDISIUM&lt;br /&gt;Praja dapat dinyatakan naik tingkat jika memenuhi persyaratan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Telah lulus seluruh mata kuliah selama 2 (dua) semester dengan IP sekurang-kurangnya 2,00, serta tidak memiliki nilai kosong dan atau E&lt;br /&gt;2. Nilai D yang diperoleh sebanyak-banyaknya 3 (tiga)&lt;br /&gt;3. Telah lulus seluruh kegiatan ekstrakulikuler/Praktek (non SKS) wajib selama 2 (dua) semester dan telah memiliki sertifikat kelulusan&lt;br /&gt;4. Telah memperoleh nilai kepribadian/pengasuhan sekurang-kurangnya dengan IP 2,00&lt;br /&gt;5. Tidak sedang dalam proses hukuman disiplin dan menjalankan hukuman disiplin berat&lt;br /&gt;6. Telah dinyatakan naik tingkat pada tingkat sebelumnya dan telah diyudicium oleh Rektor atau Pejabat lain yang ditunjuk oleh Rektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PELATIHAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas pokok yang melekat pada Bagian Pelatihan adalah menyelenggarakan kegiatan pelatihan yang berorientasi pada aspek keterampilan atau skill peserta didik dalam menghadapi dunia kerja yang nyata di lapangan. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2009 tentang Kurikulum Diploma IV Institut Pemerintahan Dalam Negeri, terkait dengan kurikulum pelatihan paradigma yang dikembangkan adalah penguatan keterampilan atau skill praja secara berjenjang. Berjenjang dalam pengertian pengembangan keterampilan praja disesuaikan dengan tingkat atau semester yang sedang ditempuh di IPDN.&lt;br /&gt;1.	Tingkat I (Muda Praja) semester  I dan II diberikan pelatihan tentang organisasi, tata kerja, manajemen, ketatakelolaan serta dinamika pemerintahan di level Desa dan Kelurahan. &lt;br /&gt;2.	Tingkat II (Madya Praja) semester III dan IV diberikan pelatihan tentang organisasi, tata kerja, manajemen, ketatakelolaan serta dinamika pemerintahan di level Kecamatan. &lt;br /&gt;3.	Tingkat III (Nindya Praja) semester V dan VI diberikan pelatihan tentang organisasi, tata kerja, manajemen, ketatakelolaan serta dinamika pemerintahan di level Kabupaten dan Kota.&lt;br /&gt;4.	Tingkat IV (Wasana Praja) semester VII dan VIII diberikan pelatihan tentang organisasi, tata kerja, manajemen, ketatakelolaan serta dinamika pemerintahan di level Propinsi dan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGASUHAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Sistem Pengasuhan&lt;br /&gt;Melibatkan tiga komponen yaitu:&lt;br /&gt;•	Civitas akademika,&lt;br /&gt;•	Pemerintah Daerah,&lt;br /&gt;•	Keluarga dan Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Metode pengasuhan&lt;br /&gt;•	Metode “among asuh” (saling asah, saling asih dan saling asuh).&lt;br /&gt;•	Penerapan asas-asas ing ngarso sungtulodo, ing madyo mangun karso, dan tut wuri handayani;&lt;br /&gt;•	Metode observasi prilaku setiap hari, edukatif dengan pemberian materi pengembangan kepribadian , kegiatan simulasi dan Role Playing (KIAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Teknik pengasuhan&lt;br /&gt;•	Persuasif, edukatif, humanis dan religius serta keteladanan&lt;br /&gt;•	Pemberian konseling, bimbingan dan penyuluhan.&lt;br /&gt;•	Pengkondisian dengan memberikan seperangkat suasana yang terstruktur, yang harus dilakukan secara berulang kali dan terus-menerus untuk bersikap dan berperilaku seperti budaya dan tata nilai yang sudah disepakati dan menjadi ketentuan yang berlaku bagi seluruh Praja&lt;br /&gt;•	Pemberian dukungan dan arahan sehingga Praja mampu bersikap partisipatif, kritis, kreatif dan  inovatif.&lt;br /&gt;•	Intruksi, yaitu dengan pemberian perintah kepada Praja untuk mengetahui, meresapi dan melakukan serta tidak melakukan sesuatu dalam rangka meningkatkan ketrampilan, ketangkasan, kemahiran kepribadian yang seimbang untuk mencapai kebulatan tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;•	Pemberian Kepercayaan dan tanggung jawab kepada Praja pada suatu hal tertentu.&lt;br /&gt;•	Pemberian ganjaran kepada Praja baik berupa penghargaan dan sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kurikulum Pengasuhan&lt;br /&gt;         a.  Pembinaan dan pengembangan kepribadian&lt;br /&gt;Pembinaan dan pengembangan kepribadian dilaksanakan melalui kegiatan edukatif, pengarahan dan pengamatan terhadap materi pengembangan kepribadian. Kegiatan pengarahan dan observasi dilaksanakan pada setiap hari oleh Pamong Keprajaan (Wali Wisma) sedangkan kegiatan edukatif pemberian materi dilaksanakan pada hari pengasuhan (Hari Sabtu) secara bergiliran setiap angkatan. Adapun Materi pembinaan dan Pengembangan Kepribadian terdiri dari:&lt;br /&gt;1).  Takwa  (Fath)&lt;br /&gt;a)   Ketaatan beribadah&lt;br /&gt;b)   Sikap Toleransi&lt;br /&gt;c)   Kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Kepedulian (Care)&lt;br /&gt;a)   Kepekaan Sosial&lt;br /&gt;b)   Adaptasi&lt;br /&gt;c)   Tanggungjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Etika  (ethics)&lt;br /&gt;a)   Etika Pribadi&lt;br /&gt;b)   Etika Sosial&lt;br /&gt;c)   Kesopanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Performance&lt;br /&gt;a)    Sikap Penampilan&lt;br /&gt;b)    Kebersihan Pribadi&lt;br /&gt;c)    Kebersihan Lingkungan&lt;br /&gt;d)    Kemampuan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Kepemimpinan  (Leadership)&lt;br /&gt;a)     Kemampuan memotivasi&lt;br /&gt;b)     Keteladanan&lt;br /&gt;c)     Pengambilan Keputusan&lt;br /&gt;d)     Keaktifan Beroganisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6). Disiplin (Discplin)&lt;br /&gt;a) Aktualisasi diri&lt;br /&gt;b) Ketaatan pada aturan&lt;br /&gt;c) Mawas Diri&lt;br /&gt;d) Kemandirian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Pembinaan Mental Kepamongprajaan&lt;br /&gt;Pembinaan Mental Kepamongprajaan dilaksanakan melalui kegiatan Role Playing atau KIAT yang terdiri dari Outbond, Hunting Fox, Lintas Alam, Pembersihan Lingkungan Masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran setiap angkatan pada setiap hari pengasuhan (Hari Sabtu).&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;c.      Pembinaan Kesemaptaan Jasmani&lt;br /&gt;Pembinaan Kesemaptaan Jasmani dilaksanakan melalui kegiatan olahraga kesemaptaan secara terprogram. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran setiap angkatan pada hari pengasuhan (Hari Sabtu).&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;d.     Sistem evaluasi pengasuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FILOSOFI/MAKNA PANGKAT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.	MUDA PRAJA, adalah praja tingkat awal atau yang baru memasuki jenjang pendidikan di IPDN. Muda artinya awal, pada tahap Muda Praja ini, sistem pendidikan yang diterapkan adalah penanaman, artinya pada tahap ini adalah tahap penanaman mindset. Muda Praja sendiri memiliki evolet pangkat dengan Lambang Balok Polos. Polos menandakan tidak ada angkatan dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.	MADYA PRAJA, adalah praja tingkat dua di IPDN. Madya = Menengah, artinya pada tahap Madya ini sudah bukan lagi sistem penanaman seperti Muda Praja namun sudah mendapat peningkatan yakni lebih kepada pembelajaran. Madya Praja memiliki Evolet Pangkat dengan Lambang Balok polos dengan satu buah bintang diatasnya, yang mengartikan bahwa Madya Praja memiliki tanggung jawab untuk mengayomi 1 angkatan di bawahnya, yakni Muda Praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.	NINDYA PRAJA, adalah praja tingkat tiga di IPDN, Nindya = Tanpa Cela, artinya pada tahap nindya ini praja diharapkan sudah saatnya bisa menerapkan apa yang sudah didapat ketika menjadi Muda dan Madya dalam kehidupan sehari-hari didalam kampus IPDN. Madya Praja memiliki Evolet Pangkat dengan lambang balok dengan 2 buah bintang diatasnya, yang mengartikan Nindya Praja memiliki tanggung jawab untuk mengayomi 2 angkatan dibawahnya yakni Muda dan Madya Praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.	WASANA PRAJA, adalah Praja tingkat akhir di IPDN, Wasana = Dewasa, artinya pada tahap wasana ini praja diharapkan bisa menjadi manusia seutuhnya, manusia yang dewasa yang bisa menerapkan apa yang sudah didapat ketika menjadi Muda Praja, Madya Praja dan Nindya Praja. Bukan hanya menerapkan di kehidupan kampus tetapi juga di kehidupan nyata diluar kampus. Wasana Praja memiliki Evolet Pangkat dengan lambang balok dengan 3 buah bintang diatasnya, mengartikan Wasana Praja memiliki tanggung jawab untuk mengayomi 3 angkatan dibawahnya, yakni Muda Praja, Madya Praja dan Nindya Praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.	PURNA PRAJA, inilah tahap paling akhir dari seorang praja, Purna Praja atau sebutan bagi alumni Praja IPDN. Dalam tahap ini, diharapkan seorang purna praja mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Purna Praja dilambangkan dengan sesosok Manusia yang sempurna, yang bisa menjaga nama baik sendiri maupun almamater. Purna Praja juga memiliki identitas seperti halnya Praja, namun bukan berupa Evolet Pangkat seperti ketika mengenyam pendidikan di IPDN melainkan satu buah lencana Purna Praja dan satu Buah Cincin Purna Praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8497097741399368195-2018547231074648265?l=noorzandhislife.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/feeds/2018547231074648265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8497097741399368195&amp;postID=2018547231074648265' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2018547231074648265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8497097741399368195/posts/default/2018547231074648265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/selayang-pandang-ipdn.html' title='Selayang Pandang IPDN'/><author><name>noorzmilanello</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00029987423620234697</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-9fSkB7GOwfI/Txw09ZVpgqI/AAAAAAAAAlo/pxMoAi1UZKw/s220/58.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-bMWphg940Zs/Tk0ovbLMSwI/AAAAAAAAAfA/62wGZpqNaaU/s72-c/IPDN%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8497097741399368195.post-3139855565677328879</id><published>2011-08-16T15:03:00.006+07:00</published><updated>2011-08-18T10:25:04.586+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life'/><title type='text'>PL I/PPL</title><content type='html'>Seperti yang telah saya singgung di dalam tulisan saya sebelumnya ( baca : &lt;a href="http://noorzandhislife.blogspot.com/2011/08/dengarkan-curhatku.html"&gt;Dengarkan Curhatku&lt;/a&gt; ), masa-masa yang sedang saya lewati ini atau tepatnya setelah saya melewati UAS Pengajaran, Ujian Akhir Pelatihan, Tes Kesamaptaan dan yang paling terakhir adalah Praktek Lapangan I ( PL I ) atau Praktek Pengenalan Lapangan ( PPL ), merupakan masa-masa terakhir saya sebagai seorang Muda Praja IPDN angkatan XXI atau pangkat termuda di tingkatan pertama ( tingkat satu ) di dalam dunia pendidikan tinggi kedinasan, pendidikan tinggi kepamongprajaan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN ). Karena pada tanggal 19 Agustus 2011 ( kabar terakhir menyebutkan akan dipercepat menjadi tanggal 18 Agustus 2011 ), saya dan 99 rekan lainnya di kampus IPDN Daerah Kalimantan Barat khususnya dan umumnya seluruh rekan satu angkatan saya di seluruh kampus daerah ataupun yang ada di kampus pusat Jatinangor, berjumlah 1500 orang, berasal dari 33 provinsi di seluruh Indonesia dan lebih dari 500 kabupaten/kota, akan melakukan Yudicium ( kenaikan tingkat sekaligus pangkat ) menjadi seorang Madya Praja, tingkat dua di IPDN. Dan tak lama setelah itu, kami semua akan mendapatkan rehat “sejenak” dari segala rutinitas kami sebagai seorang Praja dalam sebuah siklus kehidupan praja, menjadi seorang manusia biasa, dalam sebentuk “hadiah” bernama “Cuti Hari Raya Idul Fitri”, terhitung dari tanggal 19 Agustus 2011 s.d. 17 September 2011.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini, saya tidak akan menceritakan kisah-kisah saya selama Muda Praja, tidak..tidak sama sekali. Saya tidak akan menjadi se-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebay&lt;/span&gt; itu, karena bagi saya pribadi, perjalanan saya masih terlampau jauh dan akan semakin terasa jauh, semakin terasa panjangnya perjalanan ini bila harus dilakukan sebuah perenungan, mengenang masa-masa yang “hanya” terlewati selama satu tahun. Biar saja, saya menganggap itu semua menjadi suatu hal yang biasa, saya biarkan itu berjalan selayaknya dan sewajarnya, saya memilih untuk menjadi biasa dan akan membuat semua hal ini luar biasa bila saya telah melewati setiap tahapan di pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tulisan ini, saya akan bercerita panjang lebar atau mungkin singkat padat mengenai pengalaman pertama saya melewati PL I / PPL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PL I / PPL&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi tidak tau secara pasti istilah mana yang paling tepat untuk menyebutkan kegiatan ini, apakah PL I atau PPL ? Tapi, untuk menghindari sebuah kerancuan maka saya akan menggunakan kedua istilah itu sekaligus. Karena menurut saya kedua istilah sama-sama benar, Praktek Lapangan I dilakukan oleh Muda Praja, karena masih merupakan tingkatan yang paling bawah, maka Praktek Lapanagan ini hanya bertujuan sebagai suatu wahana pengenalan saja sehingga disebut sebagai Praktek Pengenalan Lapangan lalu karena Praktek Lapangan ini dilakukan secara berkelanjutan di setiap tingkatannnya, dan karean ini merupakan Praktek Lapangan yang pertama maka disebut lah Praktek Lapangan I.&lt;span style="font-style: italic;"&gt; So, I prefer to call it : PL I / PPL.&lt;/span&gt;  :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PL I / PPL secara sederhanaya merupakan sebuah Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) atau Praktek Kuliah Lapangan ( PKL ) bila kita coba analogikan dengan apa yang ada di Perguruan tinggi lainnya dan karena memang secara umum gambaran kegiatan yang dilakukannya memang tidak jauh berbeda. Satu hal yang berbeda, bila KKN di perguruan tinggi lainnya dilakukan di saat semseter akhir, maka di IPDN Praktek Lapangan dilakukan setiap akhir semester genap di setiap tingkatannya. Hal ini dilakuakn karena sesuai dengan tujuan IPDN itu sendiri untuk mampu menyiapkan orang-orang Ahli Pemerintahan yang siap pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya akan jelaskan secara rinci berdasarkan Buku Petunjuk Teknis Praktek Lapangan I Muda Praja Angkatan XXI IPDN Kampus Kalimantan Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LATAR BELAKANG PL&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" style="margin: 0px; padding: 0px; font-size: 10px; width: 60px;" value="Show" type="button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai lembaga pendidikan kedinasan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri merupakan penggabungan STPDN dan IIP berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2004 tentang Penggabungan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) menjadi Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan visi IPDN, yakni “Menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi kepamongprajaan yang terpercaya dalam mengemban tugas pengembangan ilmu, pembentukan perilaku kepamongan dan penyedia kader pemerintahan yang terampil”, maka dalam aplikasinya visi tersebut ditempuh melalui tiga jalur pendidikan yaitu pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan atau disingkat Jarlatsuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik Lapangan (PL), sebagai upaya mengimplementasi isi pelatihan-pelatihan yang diperoleh di kampus merupakan ciri khas kegiatan IPDN yang diselenggarakan di lingkungan pemerintahan desa/kelurahan dan masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan pemerintahan desa/kelurahan tersebut. Pelaksanaan PL di
