Langsung ke konten utama

Postingan

Cita-cita

Jumat, 4 Syaban 1447 H / 23 Januari 2026 08.19 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Saya yang sedang duduk di sofa rumah, tetiba dihampiri oleh Abang (Abdullah, anak pertama yang kini berusia tujuh tahun). Dengan mimik muka serius dia kemudian menyampaikan sebuah kalimat, "Abun, nanti kalau Abang udah besar, kayaknya Abang mau jadi tukang (kuli) aja deh". Apakah saya terkejut mendengar pernyataan itu? Alhamdulillah tidak, karena itu bukan yang pertama dia berkata yang semisal dengannya. Kebetulan tetangga rumah memang sedang dalam proses membangun, sehingga saat ini anak-anak saya, terutama Abang, sering melihat pemandangan para tukang yang sedang membangun rumah. Di kesempatan yang lain, sudah banyak cita-cita yang dia sampaikan. Dan semua itu masih sangat tergantung dengan hal-hal yang sedang rutin dia lihat. Respon yang saya berikan, selalu dalam nada yang sama. Saya dan istri, mencoba untuk konsisten menyampaikan nasihat dan merespon pernyataan seperti itu ...
Postingan terbaru

Episode Kedelapan: Tidak Menjadi Hakim bagi Kehidupan Orang Lain

Rabu, 2 Syaban 1447 H / 21 Januari 2026 12.45 WIB Bissmillah wa sallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KEDELAPAN https://youtu.be/IkiCluxMtFc?si=FL5W2c4N0konx3pv Dewasa ini, semua dari kita merasa layak untuk berbicara. Memberikan penilaian terhadap segala fenomena. Bila itu tersimpan rapi sendiri, tidak kemudian dibagi sehingga ramai terkonsumsi, ya silahkan saja karena tak akan menjadi kontroversi. Tapi bagi kami, prinsipnya sama saja, jangan pernah menjadi hakim bagi orang lain. Cukuplah kita beri udzur dan mengambil pelajaran darinya tanpa harus ditambah bumbu apapun didalamnya. Cukup kita sikapi potongan cerita yang datang menghampiri, sesuai dengan kadarnya. Bila itu keliru, menyalahi kaidah syariat dan normatif aturan yang ada, kita ingkari dan nasihati sesuai kemampuan dengan adab yang mulia.  Tak perlu kemudian terlalu tajam mengomentari hingga tak ada faidah yang mampu kita ambil. Untuk apa? EPISODE KEDELAPAN https://youtu.be/IkiCluxMtFc?si=FL5W2c4N0konx3pv Wallahu'all...

Tipe Pemimpin

AHAD, 29 RAJAB 1447 H / 18 JANUARI 2026 09.29 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Dalam sebuah artikel berjudul Seni Persuasi yang ditulis oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob (Experd - HR Consultant/Konsultan SDM) ( KOMPAS, 17/01/2026 ), disebutkan empat tipe pemimpin yang biasanya ada dalam sebuah organisasi. Konteks tulisan tersebut sedang membahas bagaimana cara menghadapi pemimpin sesuai dengan tipenya masing-masing. Kita harus bisa terlebih dahulu memetakan tipe seperti apa pimpinan kita sehingga selanjutnya kita bisa lebih mudah untuk menyesuaikan cara menghadapi mereka. Hal itu menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan ketika kita ingin menawarkan sebuah perubahan atau sekadar menghadirkan ide baru dalam organisasi tempat kita bekerja. Karena pada akhirnya sebagus apapun ide yang kita miliki, tanpa kita bisa meyakinkan pimpinan maka ide tersebut tak akan pernah bisa dilaksanakan. Pertama, tipe pemimpin "si paling tahu" . Cirinya, cenderung tampil s...

Asimetris

Selasa, 24 Rajab 1447 H / 13 Januari 2025 10.49 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah Di dalam KBBI , Asimetris artinya adalah tidak setangkup atau tidak simetris. Berdasarkan beberapa definisi yang bisa kami lihat di dalam google , asimteris konteks awalnya berkenaan dengan bentuk. Sederhananya, asimetris bermakna suatu bentuk atau objek yang tidak simetris atau tidak memiliki sisi yang sama. Tapi kita tidak akan fokus pada bentuk, makna asimetris coba kita dekatkan dalam ranah aturan. Dalam bahasa yang ringkas, peraturan asimetris merupakan sebuah aturan/kebijakan/hukum yang tidak menerapkan prinsip one size fits all (satu ukuran untuk semua), tapi mencoba untuk melakukan pendekatan yang berbeda antara satu kasus dengan kasus lainnya. Sehingga ada perlakukan yang berbeda. Konkritnya adalah dalam ranah penyelenggaraan pemerintah daerah di Indonesia. Secara umum seluruh pemerintah daerah (provinsi, kabupaten dan kota) tunduk dan diatur sebagaimana ketentuan yang tercantu...

Episode Ketujuh: Parent-Think I

Rabu, 25 Rajab 1447 H / 14 Januari 2025 14.20 WIB Bissmillah wa shallatu wa sallam ala rasulillah EPISODE KETUJUH https://youtu.be/nNppu1umDpY?si=GpYXWa7-AyN4wwIU Salah satu nasihat yang kami ingat dari para asatiz yaitu punya anak banyak itu Sunnah dan mendidiknya adalah Wajib. Tapi sayangnya, tidak ada pendidikan khusus untuk menjadi seorang Ayah dan Ibu. Dengan begitu rumit permasalahannya, menjadi sosok ayah dan ibu, mayoritas dari kita hanya berbekal nekat. Allahul musta'an . Bagi kami, memiliki anak adalah bagian dari rezeki. Dan sebagaimana rezeki berupa materi, maka sudah menjadi sunnatullah , ada yang diberi rezeki melimpah dan ada juga yang serba kekurangan. Maka dengan logika dan pendekatan yang sama, begitu juga dengan memiliki anak. Tidak serta setiap pasangan yang menikah harus mempunyai anak, sebagaimana tidak akan otomatis orang yang bekerja akan kaya raya. Intinya, anak itu anugerah dan amanah. Di dunia kerja, semakin tinggi jabatan dan karir yang kita capai maka a...